MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Jangan Panggil Aku Bella



Walau terlihat keras sebenarnya Axel itu memiliki hati yang lembut, dia sangat menyayangi ibunya. Jadi Indra jaya menggunakan hal itu untuk membuat Axel mau menurutinya. Selama ini indrajaya memang tau apa yang anaknya itu lakukan di luar sana, namun ia memilih menyimpan rapat segalanya karena tak ingin istrinya tau.


Dan Axel sendiri tak ingin jika ibunya tau kelakuan bejatnya diluar sana. Ibunya pasti akan sangat hancur jika sampai mendengarnya. Ayahnya ini benar-benar licik. Dia selalu tau cara untuk membuatnya tunduk.


"Jadi kamu pikirkan baik-baik tentang keinginan ayah, toh tak ada ruginya kamu menikah dengan Bianca" kata Indra jaya lagi seraya berlalu pergi meninggalkan Axel yang diam mematung.


"Apa kali ini dia akan kembali kalah?" batin Axel merasa marah . Mungkin jika hanya kelilangan bisnisnya ia tak masalah. Tapi jika melihat wanita yang melahirkannya itu bersedih, rasanya Axel tak bisa.


"Arghhhhhhh......." Axel berteriak melapiskan emosinya. Dia juga membanting semua benda yang bisa di jangkau ya.


"Bodoh.... kau benar-benar bodoh Axel" Axel terus mengamuk, dia beberapa kali memukuli tembok hingga tangannya berdarah, sakitnya tak die perdulikannya, bahkan hatinya lebih sakit melihat ketidakadilan yang ayahnya berikan.


****


Dengan penuh percaya diri Bella berjalan kearah Dio yang saat ini sedang bercakap dia salah satu meja caffe. Bella sengaja duduk tepat di samping meja mereka, dengan santainya dia berpura-pura membuka buku menu yang ada Disana. Sedangkan Tiara dan Karin memilih duduk agak jauh namun dengan jarak dengar yang masih aman.


"Jadi wanita itu menolak kamu ajakan balikan" suara kekasih Dio terdengar berbicara membuat Bella menajamkan telinganya.


"Ya begitulah, tapi itu bukan masalah besar, kan masih ada kamu yang selalu ada buat aku" Ucapan Dio membuat Bella mengepalkan tangannya.


"Tak masalah katanya? Padahal pria itu beru saja mengemis cinta padanya kemarin, dasar munafik" batin Bella geram.


"Baguslah kalau begitu, jadi aku tak perlu sembunyi lagi kalau mau jalan, aku kan juga pengen kayak perempuan lain Disana" kata wanita tak menyembunyikan nada senang di ucapannya.


"As you want baby" Dio mencium tangan wanita yang bernama Valerie itu. Membuat sang empu tersipu dengan tingkah manis Dio.


Bella yang sudah tak tahan dengan ocehan keduanya memilih bangkit dan mendekat kearah mereka. "Wah...wah... kayaknya ada yang lagi ngerayain hari jadian nih" perkataan Bella membuyarkan kedua orang yang tengah di mabuk asmara itu.


"Bella!" Dio terlihat kaget melihat mantan kekasihnya itu ada Disana. Wajahnya terlihat panik, menebak sejak kapan Bella ada Disana. "Kau ada disini juga?" pertanyaan bodoh secara reflek keluar dari mulut Dio.


"Ya tentu, lagi pula ini tempat umum kan" Tanpa di suruh Bella menarik salah satu kursi Disana. posisi Bella kini berada diantara Dio dan kekasihnya.


"Dia siapa sayang?" tanya Valerie (Pacar Dio) merasa tak mengenal wanita yang dia nilai cukup tak sopan itu.


"Oh Lo belum kenal sama gue ya? emang Dio nggak cerita ya siapa pacarnya waktu kalian selingkuh" Ucapan Bella terdengar santai namun tebesit rasa marah didalamnya.


Valerie sendiri langsung kaget mendengar ucapan Bella. "Jadi kau....?"


Bella tersenyum sinis menatap wajah kaget Valerie. "By the way, kalian udah berapa lama selingkuh?" Pertanyaan Bella membuat Dio dan Valerie terdiam.


"Kenapa diem aja, selingkuh berani, tapi giliran ada orangnya kalian jadi pengecut kayak gini" kata Bella dengan pedasnya. "Tapi berapa lama pun kalian selingkuh, kayaknya harus dapet tepuk tangan dari gue deh, Boleh gue tepuk tangan" Bella tak menyembunyikan senyum mengejeknya.


"You are really A great Cheater"


"Bella stop, hentikan omong kosong kamu" sentak Dio mulai kesal dengan tingkah Bella yang menurutnya keterlaluan.


"Omong kosong? Bukanya itu kenyataan ya, Sebenarnya gue nggak rela sih Lo selingkuh di belakang gue, tapi melihat pasangan Lo yang ternyata jauh di bawah gue" Perkataan Bella terhenti sejenak menatap Valerie yang kini balas menatapnya tajam.


"Kurang ajar, Lo pikir Lo itu yang paling cantik disini" Valerie marah merasa di rendahkan oleh Bella.


"Ya emang, gue tuh sebenernya kasian sama Lo, udah jadi selingkuhan di manfaatin pula" kata Bella sengaja menyulut emosi Valerie.


"Apa maksud Lo ngomong gitu? Oh gue tau, Lo cemburu kan Dio lebih memilih gue daripada Lo" Balas Valerie tersenyum senang karena berhasil membalas perkataan Bella.


Dan tanpa di duga Valerie menyiramkan orange jus miliknya kearah Bella. Hal itu membuat kaget semua orang.


"Val, apa-apaan kau!" sentak Dio kaget melihat tingkah Valerie.


"Bella, apa kau baik-baik saja" Dio langsung mengambil tisu untuk membersikan baju Bella yang basah kuyup, bahkan rambutnya pun ikut tetkena sedikit.


Bella sebenarnya cukup kaget dengan kejadian ini, tapi dia merasa senang karena berhasil memancing kemarahan Valerie. Dia membiarkan saja Dio membersihkan tubuhnya. Posisinya dan Dio kini sangat dekat, dia merasa jantungnya masih berdetak kencang melihat wajah Dio. Karena dalam hatinya memang masih mencintai pria itu, tapi jika mengingat pengkhianatan mereka rasa benci dalam dirinya mengalahkan rasa cintanya.


Valerie diam mematung melihat Pacar yang dia bela malah membantu perempuan sialan itu. "Sayang, kau yang apa-apaan, kenapa kau malah memilih wanita ini" tanpa sadar suara Valerie meninggi membuat para pengunjung cafe kini melihat kearah mereka.


Bella yang melihat situasi itu pun tak tinggal diam, ini dia saatnya pikir Bella.


"Ah, kenapa Lo malah nyerang gue, harusnya gue tuh yang marah karena Lo udah merebut tunangan gue" Bella langsung menjalankan aktingnya. "Gue nggak nyangka Lo bisa ngelakuin ini ke gue, padahal kita udah bersahabat lama" Bella sengaja mengeraskan suaranya untuk memancing orang yang ada Disana.


Dan benar, ternyata berhasil. Semua orang menatap iba ke arahnya dan menatap sinis pada Valerie.


"Apa maksud Lo ngomong gitu, gue bukan sahabat Lo, dan gue nggak kenal sama Lo" Valerie semakin histeris karena merasa dipermainkan oleh Bella. Dio sendiri kaget dengan sikap Bella yang mencoba memanipulasi keadaan.


"Hiks, Kenapa sih Lo harus kayak gini, hanya gara-gara cowok ini, Lo ngelupain persahabatan kita" Bella kembali berakting menangis membuat keadaan semakin panas.


"*Ih, nggak tau malu banget sih, masak tega ngerebut tunangan sahabatnya sendiri"


"padahal cantik yang pacarnya daripada selingkuhkannya"


"Najis banget lihat kelakuan kayak anj*Ng"


"Nggak tau malu*"


Bisik-bisik terdengar mencemooh Valerie dan Dio membuat keduanya malu. Dio yang tadinya merasa kasihan dengan Bella kini menatap tajam kearah wanita yang sedang tersenyum penuh kemenangan itu.


"Kita belum selesai, Bella" Ucap Dio penuh penekanan sebelum berlalu pergi meninggalkan tempat yang sudah mempermalukannya.


"Sayang, kau mau kemana, tunggu" Valerie gelagapan karena melihat Dio pergi begitu saja, dia menatap Bella penuh Rasa benci.


"Awas saja kau, aku akan membalasmu" ucapnya seolah janji yang harus ditepati.


Bella hanya memasang wajah sok takutnya, namun dia tersenyum senang bisa melihat dua orang itu merasa malu.


"Bella.... good job, hebat-hebat parah Lo bisa buat mereka berdua mati Kutu kek gitu" Karin dan Tiara langsung mendatangi Bella setelah keadaannya kondusif.


Bella membalas senyum sombong mendengar pujian sahabatnya.


"Jangan panggil gue Bella kalau gue nggak bisa bales perbuatan mereka, Yah walaupun gue harus basah-basahan kayak gini"


****


Jangan lupa pencet tombol like ya kak ✌️


.TBC