MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Terlalu Cantik.



Setelah acara bercinta singkat itu selesai, kedua pasangan itu bergegas mandi dengan terburu-buru karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam. Bella sudah lebih dulu selesai mandi karena ia ingin berdandan secantik mungkin. Ini pertama kalinya ia di ajak ke pesta semenjak menikah dengan Axel. Dan Bella tak ingin sampai mempermalukan pria itu.


Bella baru saja selesai memberi sentuhan terakhir dengan menyapukan lipstik berwarna nude ke bibir merahnya yang tipis saat Axel keluar kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya.


"Udah selesai By? Buruan ganti baju" kata Bella sedikit berdecak saat melihat rambut Axel yang basah kuyup.


"By, Kamu ini kebiasaan deh, Kamu bisa sakit kalau rambut kamu dibiarkan basah kayak gini" omel Bella mendatangi suaminya yang kini menatapnya terang-terangan.


Axel tak bisa menutupi rasa kagumnya saat melihat Bella yang begitu cantik dengan menggunakan gaun A Line yang tampak sedikit menutupi perutnya yang menonjol. Gaun itu bermodel off shoulder yang menampakkan bahu mulus Bella. Di bagian pinggang gaun itu terdapat taburan Swarovski yang membuat penampilan Bella semakin bersinar.



"Kamu mau kemana dandan se cantik ini?" tanya Axel terlihat tak suka karena istrinya terlalu cantik.


"Kok mau kemana sih By, Ya mau dateng ke pesta pernikahan kak Jofan dong" kata Bella dengan kening berkerut.


"Tapi ini terlalu cantik, Aku nggak suka" kata Axel merengut membayangkan Bella akan menjadi santapan para pria lain diluar sana.


"Emang aku dandan gini cantik ya?" kata Bella malah tersenyum menatap pantulan wajahnya di cermin.


"Pokoknya aku nggak mau kamu pakai baju itu" kata Axel memasang wajah ngambeknya.


"Terus aku pakai baju apa dong By? Jangan aneh-aneh deh, kita udah terlambat loh ini" kata Bella bingung karena Axel malah tidak suka dengan tampilannya.


"Tapi aku nggak suka. Aku nggak rela kalau kamu nanti dilihatin pria lain" kata Axel membuat Bella tertawa kecil.


"Enggak akan ada yang mau sama aku By, Kamu nggak lihat perut aku gede gini. Udah ah, cepetan ganti baju, Atau mau aku tinggal" kata Bella masih dengan tawa kecilnya.


Axel terlihat masih ingin protes tapi ia tak mengatakan hal apapun dan segera memakai bajunya dengan mulut yang sedikit menggerutu. Bella menahan senyumnya saat melihat tingkah Axel, Ia lalu mengambil jam tangan miliknya, Tapi matanya tak sengaja melihat paper bag yang tersimpan di samping tempat tidur.


"Apa ini?" batinnya seraya membuka isinya yang ternyata sebuah kotak perhiasan. Tapi ini bukan perhiasan yang akan diberikannya untuk hadiah.


"By? Ini perhiasannya siapa?" tanya Bella.


"Milik kamu?" sahut Axel tanpa menoleh.


"Ha?" Bella segera membuka kotak perhiasan itu dan ia tak bisa menyembunyikan wajah kagetnya.


"Kamu beliin ini buat aku?" tanya Bella menatap suaminya yang kini ada disampingnya.


"Iya, Suka nggak?"


"Suka nggak? Ya suka dong, Tapi ini mahal banget By. Hanya karena aku pengen kamu jadi kehilangan uang segitu banyak" kata Bella antara bahagia dan merasa tak enak.


"Hanya?" Axel mengerutkan dahinya saat Bella mengatakan hal itu, Ia lalu menarik lembut tangan istrinya agar mereka berhadapan.


"Kamu sangat tidak pantas jika disandingkan dengan kata Hanya sayang. Karena kamu adalah orang yang paling berharga dalam hidupku. Satu-satunya wanita yang aku cintai" kata Axel mencium kedua tangan Bella dengan penuh perasaan.


"Terima kasih By" kata Bella merasa terharu dengan apa yang di ucapkan suaminya.


"Iya. Sini aku bantu pakaikan" kata Axel mengambil kalung itu kemudian berdiri dibelakang istrinya untuk memakaikannya.


"Cantik banget By" puji Bella berdecak kagum saat melihat keindahan kalung itu.


"Cantik karena kamu yang memakainya" kata Axel memeluk tubuh Bella dari belakang dan menatap pantulan mereka di cermin. Axel menyempatkan menyapukan bibirnya di pundak Bella yang terbuka.


"Jadi gimana? Mau begini aja?" Bella terkekeh melihat wajah suaminya yang imut.


"Harusnya. Tapi aku nggak enak sama Jofan. Yaudah kita berangkat aja, tapi sebelum itu..." Axel mengehentikan ucapannya lalu mencium leher Bella dengan keras hingga meninggalkan warna merah yang sangat terlihat jelas.


"Ah! By, Kenapa buat kiss mark disini? Apa kata orang nanti kalau ada yang lihat" wajah Bella berubah panik saat melihat tanda merah di lehernya.


"Biarkan saja. Biar semua orang tau kalau kamu itu milik aku. Nggak usah di tutupin, Kita langsung berangkat sekarang" kata Axel tersenyum puas saat melihat hasil karyanya. Ia lalu menggenggam tangan istrinya untuk pergi ke pernikahan Jofan.


"Dasar Tuan Posesif"


*****


Kedatangan mereka berdua ke acara itu langsung menjadi pusat perhatian. Bella berjalan anggun dengan tangan yang melingkari lengan suaminya. Meskipun dalam keadaan hamil ternyata masih banyak pria yang tampak terpesona dengan kecantikannya. Semua orang tampak tak bisa melepaskan tatapannya pada pasangan itu seolah merekalah bintang malam ini.


Setelah mengikuti acara pernikahan yang khidmad. Axel mengajak Bella untuk menemui Jofan untuk mengucapkan selamat dan memberikan doa terbaik. Jofan melirik Bella yang malam itu memang sangat cantik, ia menyempatkan diri untuk menyenggol bahu Axel dan berbisik.


"Istri lo cantik banget malam ini" bisik Jofan membuat Axel memelototkan matanya kesal.


"Jangan lihat istri gue lebih dari dua detik" desis Axel lalu mengajak istrinya turun dari pelaminan. Jofan hanya terkekeh melihat kekesalan di wajah sahabatnya itu.


"By, Aku haus" kata Bella.


"Kamu duduk disini dulu, Aku yang ambilkan minum" kata Axel mencarikan tempat duduk istrinya.


"Jangan lama" kata Bella dengan gayanya yang manja.


"Janji nggak lama" kata Axel tersenyum kecil seraya mengusap lembut pipi istrinya.


Bella tertawa kecil saat melihat keposesifan suaminya. Ia mungkin cukup merasa tak nyaman, tapi lama-lama ia menikmati karena Bella bisa merasakan cinta yang tulus dari suaminya. Lagipula di posesifin orang se tampan Axel? Siapa yang akan menolak.


"Mba? Kita ketemu lagi?" sapaan riang seorang wanita di sampingnya membuat Bella menoleh.


Bella mencoba mengingat-ingat siapa wanita inu pikirnya. Tapi tak membutuhkan waktu lama untuk mengingatnya. "Mba orang yang di toko perhiasan waktu itu ya?" kata Bella.


"Iya, Nggak nyangka lo ketemu lagi" kata wanita itu lagi.


"Iya nggak nyangka" kata Bella mengulas senyum tipisnya yang sangat anggun.


"Sendirian aja mba?"


Bella mengerutkan dahinya sedikit risih karena wanita ini terlalu kepo menurutnya. "Enggak, Sama suami, Sekarang orangnya lagi ambil minum" kata Bella lalu matanya melihat Axel yang berjalan kearahnya.


"Eh? Itu suami saya udah balik" kata Bella membuat wanita itu menoleh dan sorot matanya terlihat terkejut.


"Axel..." ucapnya lirih.


Happy Reading.


Tbc.