MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Perasaan Apa Ini?



Bella menatap wajah Axel yang kini sudah berbaring di sampingnya. Dalam remangnya cahaya kamar, ia bisa melihat wajah Axel yang begitu sempurna. Dari mata hidung dan bibirnya tak ada cacat sama sekali. Bella menggerakkan tangannya untuk mengecek apakah pria itu sudah tidur atau belum.


Saat tak ada respon, Bella mendekatkan tubuhnya. Ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Axel. Ia menekan-nekan pipi Axel namun tak membuat pria itu terbangun membuat Bella tertawa kecil. Dia mengulangi lagi di bagian wajah Axel yang lain, tapi pria itu sama sekali tak terusik.


Bella di buat gemas dengan wajah Axel yang begitu imut. Ia tanpa sadar mengecup pipi Axel. Saat Bella ingin menjauhkan tubuhnya, tangannya tiba-tiba di tangkap oleh tangan Axel. Mata Bella seketika membulat sempurna melihat Axel yang kini menatapnya tajam namun lembut.


"Kau .kau sudah bangun?" Hell no, pertanyaan apa itu. Karena jelas kini mata Axel telah terbuka lebar. Bella seketika gugup.


"Menurutmu?" Axel malah bertanya balik. Ia menatap wajah cantik Bella yang mulai panik.


"Haha, Ya .. tidurlah lagi. Aku juga mau tidur" Bella mencoba melepaskan tangannya. Ia begitu malu karena kembali tertangkap basah.


Tapi bukannya melepaskan tangan Bella, Axel malah menarik tangan Bella hingga membentur dada bidangnya. Axel bisa merasakan jantung Bella yang berdegup kencang. Wajah Bella semakin panik.


"Kau mau apa?" Pikiran Bella sudah traveling kemana-kemana.


"Menginginkanmu" jawab Axel membuat Bella semakin kaget. Ia bisa melihat kilatan nafsu di mata Axel.


"Ha? Kau bilang kau lelah"


"Tidak untuk yang satu ini" kata Axel lagi kembali mencium bibir Bella. Ia mengangkat tangan Bella ke atas dan menggenggamnya erat.


Yang dilakukan Bella apa lagi selain pasrah. Kini ia menyesal telah membangunkan harimau tidur. Axel pasti akan menghabisi mu malam ini Bella. pikir Bella seraya memejamkan matanya merasakan sensasi ciuman Axel yang memabukkan.


Axel mencium Bella dengan ganas. Tangannya ikut bekerja melepaskan kain tipis yang melekat pada tubuh Bella. Sejak tadi dia sebenarnya belum tidur, tapi Bella malah memancingnya. Axel menurunkan ciumannya ke dagu dan leher jenjang yang begitu putih. Axel mencium tubuh Bella tanpa terkecuali.


Bella semakin tak bisa mengontrol desahannya saat Axel membenamkan wajahnya di bawah sana. Ia hampir saja menjerit saat merasakan lidah Axel memainkan miliknya membuat Bella semakin melayang. Sebentar lagi saja, ia pasti akan meledak.


"Axel..Udah.." Ucap Bella dengan nafas tersengal. Ia tak bisa menahannya. Ia menjambak rambut Axel untuk menghentikan apa yang di lakukan.


Axel tak mengindahkan permintaan Bella. Ia malah sengaja mengecupnya dengan keras hingga menimbulkan suara berdecak. Bella semakin blingsatan di buatnya.


"Ah..Axel... aku nggak kuat" Bella menggelengkan kepalanya. Menahan sekuat tenaga agar tak membasahi Axel. Tapi Axel jelas pemain lama yang membuat tubuh Bella takluk berkali-kali.


Axel menghentikan kegiatannya saat merasakan denyutan dari milik Bella. Wanita itu lemas karena baru saja mendapatkan pelepasan. Tapi Axel tak melepaskan Bella begitu saja. Ia kembali mencium paha Bella, Saat Axel melihat perut Bella yang menonjol. Pandangannya melembut melihat hal itu.


"Sehat-sehat di perut Mama" ucapnya dengan suara pelan.


Axel mengecup lembut perut Bella sebelum ia melakukan penyatuan. Axel melenguh merasakan sensasi luar biasa dari milik Bella yang legit nan ranum. Malam ini Axel memberikan pengalaman berbeda pada Bella. Suara ******* mereka saling bersautan menggambarkan betapa panasnya percintaan mereka malam ini.


Axel juga meminta Bella untuk bermain di atas membuat sensasi yang berbeda bagi keduanya. Meskipun sempat malu-malu, akhirnya Bella mau melakukannya. Entahlah, malam ini Bella merasa baik Axel maupun dirinya menjadi lebih liar dari kemarin malam.


*****


Bella merasa terganggu tidurnya tatkala mendengar suara dering ponsel yang memecah kesunyian pagi. Ia merasa beban berat menimpa tubuhnya, dan ternyata Axel sedang tidur dengan posisi telungkup dengan tangan yang menimpa perutnya.


Tapi pria itu sama sekali tak merespon. Ia hanya menggeliat saja membuat Bella gemas. Tapi ponsel di nakas yang terus berdering membuat Bella mau tak mau membangunkannya karena ponsel itu milik Axel.


"Axel!" Panggilnya dengan suara keras dan terbukti ampuh.


Axel seketika terjingkat kaget hingga terduduk membuat kepalanya berdenyut seketika. Tapi Bella malah tertawa melihat hal itu.


"Kau ini, Ada apa sih? Apa kau mau lagi?" cetus Axel merasa kesal dengan tingkah Bella.


"Apa hal itu saja yang ada di otakmu! Dasar mesum!" cibir Bella seraya melemparkan bantal ke arah Axel.


"Lalu kenapa kau membangunkan ku?" kata Axel menguap karena ia benar-benar masih mengantuk.


"Ponselmu sejak tadi berdering, Kau sih tidur kayak orang mati aja" kata Bella lagi.


Axel terdiam sesaat, ia mengambil ponselnya dan melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dan spam chat dari nomor yang sama. Wajah Axel seketika berubah membaca isi pesan yang di kirimkan.


"Apa ada masalah?" tanya Bella melihat perubahan di wajah Axel.


"Tidak ada" kata Axel tak ingin sampai Bella tau masalah ini. Ia memberikan senyuman tipis untuk membuat Bella tak curiga.


"Benarkah? Jika iya, kau boleh bercerita padaku. Mungkin aku tak bisa membantumu, tapi dengan bercerita kau bisa mengurangi sedikit beban mu" kata Bella mendadak sok bijak. Tapi bukankah sebagai istri ia harus siap untuk meringankan beban suaminya?


"Woho.. Apa ini Bella yang aku kenal? Kemana wanita galak yang selalu berbicara meledak-ledak?" kata Axel mengejek Bella membuat wanita itu mendengus.


"Jadi kau lebih senang aku marahi begitu?" cetus Bella sebal niat baiknya malah di anggap tak serius oleh Axel.


"Ya tidak juga, Aku heran saja. Kenapa kau begitu cepat berubah? Jangan bilang kau jatuh cinta padaku" kata Axel asal saja.


Namun hal itu membuat Bella terdiam. Jatuh cinta? Dia bahkan tak memikirkannya. Semua terjadi begitu saja, Ia pun sama seperti wanita lainya yang mudah terbawa perasaan. Lalu kenapa dia seolah begitu peduli pada Axel?.


"Ngaco! Ya enggak lah, Lo kan tau sendiri kalau hubungan kita cuma sampai anak ini lahir. Jadi lo nggak perlu berharap hal lebih. Kalau masalah gue perduli itu cuma rasa kemanusiaan aja" kata Bella meluncur begitu saja. Tapi entah kenapa hatinya merasa sesak saat mengatakan hal itu.


Axel menatap Bella tajam, Ia tak suka mendengar perkataan Bella. Tapi bukankah itu memang kenyataannya. Lagipula itu malah lebih bagus, karena dia juga takut tak bisa membahagiakan wanita itu. Bagaimanapun juga, ia belum tentu bisa memberikan cinta pada Bella karena rasa trauma yang mendalam.


"Ya, Baguslah! Aku pikir kau jatuh cinta padaku. Jika iya pasti akan sangat merepotkan" kata Axel sebelum beranjak pergi ke kamar mandi. Biarlah, dia membuat Bella membencinya sekarang daripada ia harus menyakiti wanita itu nantinya.


Bella menggigit bibirnya untuk menahan tangis yang entah kenapa keluar begitu saja. Stop Bella! Berhenti menangisi hal yang tidak penting. Axel itu hanya pria brengsek yang tak pantas ia tangisi. Seharusnya ia menjaga hatinya dari pesona Axel yang hanya tipu muslihat saja. Kenapa dadanya merasa sesak, Perasaan apa ini?


Happy Reading


TBC