
Ia terdiam sesaat melihat bunga itu, Ia tertawa kecil dan menerima nya membuat wanita itu tersenyum. Sedetik kemudian tubuh wanita itu sudah dalam pelukannya.
"Maaf sudah membuatmu menunggu terlalu lama" ucapnya menghirup aroma tubuh yang sangat ia rindukan.
Bella hanya mengangguk dan mengeratkan pelukannya. Air matanya bahkan langsung mengalir sesaat Axel memeluk dirinya. Ia sangat bahagia bisa melihat Axel kembali sembuh.
"Sttt...Jangan menangis lagi" ucap Axel menghapus air mata Bella.
"Biar, Kau kan senang kalau lihat aku menangis" ujarnya sedikit mencibir.
"Tidak, Aku nggak mau melihatmu menangis lagi. Udah cukup kamu nangisin pria brengsek kaya aku" kata Axel menatap Bella dengan tatapan teduhnya.
"Mulai lagi" cetus Bella tak suka Axel selalu menyebut dirinya brengsek.
"Itu memang kenyataan Bella..
"Aku tau, Tapi se brengsek apapun dirimu nggak akan buat aku berhenti mencintaimu. Asal kau tau, Aku mencintai seluruh kelemahan dan kelebihan mu. Jadi jangan pernah menganggap dirimu tak pantas untukku. Kau sangat pantas, dan lebih pantas untukku melebihi apapun" kata Bella lalu mencium bibir Axel dengan lembut.
Bella ingin Axel yakin kalau ia sangat mencintai pria itu. Ia tak ingin selalu rendah diri dan terus menyalahkan dirinya sendiri. Bella ingin melupakan semua hal yang menyakitkan ini dan memulai lembaran baru.
Hati Axel menghangat karena persembahan cinta terindah yang Bella berikan padanya. Ia membalas ciuman itu tak kalah lembutnya. Tak ada nafsu sama sekali, hanya ada rasa cinta, sayang dan kerinduan yang mendalam.
"Ehem! Tau tempat woy!" Terdengar suara sesorang membuat ciuman mereka terlepas.
Bella melihat seorang yang tak sengaja melihat mereka berciuman. Wajahnya langsung memerah, dan menyembunyikannya di dada Axel. Axel hanya tersenyum mengecup kening Bella.
"Kita pulang sekarang" ujarnya lagi dibalas anggukan oleh Bella.
*****
Sesampainya di rumah, Axel kembali di kejutkan dengan rumahnya yang dihias begitu indah. Balon-balon tampak bertebaran dilantai. Selain itu ada tulisan di dinding yang juga dihias, bertuliskan.
"Welcome Back To Home Axel"
Ternyata bukan hanya rumah yang di hias menjadi kejutan, tapi seluruh keluarga dan sahabatnya sudah berkumpul disana.
"Suprise!!!!!" kata Bella tersenyum senang melihat Axel yang terkaget-kaget.
"Bella ini...." Axel bahkan tak bisa berkata-kata karena mendapatkan kejutan seperti ini. Bella benar-benar membuat dirinya tersanjung dnegan sikap manisnya.
"Selamat datang kembali Axel" ucap Ibu Tamara yang pertama kali memberikan pelukan hangat. Ia langsung menangis karena bahagia melihat anaknya sudah kembali.
Ayah Indra juga memeluk erat Anaknya. "Maafkan Ayah, Karena selama ini selalu bersikap keras padamu. Ayah tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanmu. Maafkan Ayah" ujar Ayah menyesali sikapnya yang selama ini keterlaluan.
"Nggak. Ayah nggak salah Ayah sudah melakukan hal yang terbaik untukku" kata Axel entah kenapa ingin sekali menangis karena mendapatkan pelukan hangat Ayahnya.
Selama ini hubungan mereka sangat kaku dan hampir tak pernah berbicara. Tapi sekarang ini, Mereka berdua membuang seluruh batasan yang selama ini ada diantara mereka. Axel merasa sangat bahagia karena sejujurnya inilah yang diharapkannya dari dulu.
Keinginan sederhana yang hampir ia lupakan dan semua ini bisa terwujud karena Bella. Wanita yang saat ini tengah berusaha keras menyusut air matanya agar tidak keluar. Ia sangat terharu melihat pemandangan itu.
*****
Ia baru saja menyelesaikan mandinya ketika pintu kamar terbuka. Axel terlihat baru saja kembali. Pria itu kini sedang berjalan kearahnya. Entah kenapa Bella gugup sekali melihat tatapan Axel yang ia rasa membuat jantungnya berdetak kencang.
"Baru selesai mandi?" tanya Axel begitu sampai di depan Bella. Ia bisa mencium bau segar shampoo yang sangat harum.
"Ya, Kau juga mandilah. Sudah malam, tak baik mandi terlalu malam" kata Bella memilih menghindari Axel karena jantungnya berlompatan ingin keluar dari tempatnya.
Axel menahan senyum saat melihat kegugupan Bella. Ia menatap Bella yang kini pura-pura sibuk mengeringkan rambutnya.
"Biar ku bantu" ucapnya tanpa menunggu jawaban langsung mengambil alih hair dryer dari tangan Bella.
"Eh, Tidak perlu. Aku bisa sendiri" kata Bella benar-benar merasa mati kutu saat bersama Axel.
"Tidak apa-apa" sahut Axel santai saja.
Bella menggigit bibirnya saat melihat pantulan wajah Axel dari kaca di depannya. Sial sekali! Kenapa ia jadi salah tingkah seperti ini.
Axel dengan telaten mengeringkan rambut Bella. Ia memegang rambut itu sangat hati-hati seolah rambut Bella sangat berharga.
"Sudah cukup" kata Bella merasa rambutnya sudah cukup kering.
Axel segera mematikan hair dryer itu dan meletakkannya di meja rias. Lalu memeluk tubuh Bella dari belakang. Ia menatap wajah Bella yang memerah.
"Mau beralasan apalagi untuk menghindari ku" bisiknya diiringi hembusan nafas yang membuat Bella meremang.
"Aku tidak menghindari mu" bantah Bella hanya bisa memejamkan matanya saat Axel kini mencium tengkuknya. "Axel..Aku..
"Hmmmm" Axel hanya bergumam dan semakin menyusuri tengkuk Bella dengan bibirnya yang basah. Menghirup wangi tubuh Bella yang memabukkan nya. Bella menggelinjang geli karena perlakuan Axel ini, geli namun mengasikan.
Saat Axel melakukan hal itu, tangannya bergerak perlahan melepas ikatan handuk kimono yang dipakai Bella. Dengan satu tarikan, Axel berhasil membuat tubuh indah bagian depan Bella terpampang di cermin di depan mereka.
Bella kaget mencoba menutup tubuhnya yang terekspos apalagi kini ia bisa melihat kilatan nafsu di mata Axel. Dengan lembut Axel menyingkirkan tangan Bella dan membalikan tubuhnya. Tanpa banyak berkata, bahkan sedikit kasar، Axel langsung mencium bibir Bella yang membuatnya ketagihan. Rasanya Axel semakin menggila merasakan kenyal dan manisnya bibir Bella.
Bella pun ikut terpancing dengan permainan yang Axel lakukan. Apalagi kini tangan Axel sudah melepaskan handuk kimono yang di pakainya. Ia pun tak mau sendirian tanpa sehelai benang, dengan tergesa Bella meraba tubuh Axel mencari ujung kaos yang di pakai Axel. Melihat Bella yang berinisiatif itu, membuat Axel ingin membantunya dan meloloskan pakaiannya sendiri.
"Ah .." suara itu langsung lolos begitu kulit mereka saling bersentuhan. Rasanya pegal di badan Bella langsung hilang karena kehangatan yang Axel berikan.
Axel merasa sudah tak bisa menahan dirinya, ia langsung menggendong tubuh Bella dan meletakkannya dikasur. Tanpa meminta izin, Axel langsung menerjang Bella hingga membuat Bella menggila. Des*hannya tak terkontrol membuat suara gaduh yang membuat Axel semakin semangat dan ingin menjadikan de*ahan itu menjadi lebih liar lagi.
"Axel!" Bibirnya terus mengulang nama itu sepanjang malam.
Entah karena sudah terlalu lama tak melakukannya, atau memang hasrat Axel yang tiada habisnya. Malam itu Axel benar-benar liar dan menggila. Ia sudah seperti orang yang kehausan dipandang pasir. Begitupun Bella yang tak memperdulikan tubuhnya yang remuk, ia mengimbangi permainan Axel dengan sama liarnya.
Happy Reading.
TBC