
Axel membuka surat itu sekilas lalu, Ia menatap Bella yang menatapnya marah dengan air mata yang masih mengalir.
"Bisakah kau menjelaskan itu?" kata Bella mengintrogasi.
"Surat ini jelas palsu, Naura sengaja melakukannya agar membuat kita salah paham" kata Axel masih belum membuat Bella puas.
"Lalu bagaimana dengan video itu? Kalian berdua berciuman" Hati Bella kembali panas jika melihat video itu.
"Video itu memang asli, Waktu itu aku juga kaget saat Naura mencium ku, Semuanya terjadi begitu cepat dan Aku tak sempat menghindar. Bella, Percayalah padaku, Aku tidak melakukan apapun dengannya" kata Axel menatap lembut mata istrinya membuat Bella tak bisa membalasnya.
"Aku butuh bukti kalau kalian memang tak melakukan apapun" kata Bella dengan mantap, ia tak bisa percaya begitu saja.
"Akan ku buktikan"
*****
Malam mulai datang menggerus cahaya matahari berganti cahaya rembulan yang indah. Axel tampak keluar dari mobilnya, Wajahnya tampak begitu dingin dan angkuh. Ia berjalan memasuki sebuah club malam yang sudah cukup ramai, padahal masih jam enam malam. Ia mengedarkan pandangannya pada sosok wanita yang kini sedang mengulas senyum memuakkan.
Axel mengepalkan tangannya erat sebelum mendekati Naura yang kini sedang sibuk dengan seroang pria. Tanpa basa-basi, Axel langsung menarik lengan wanita itu membuat Naura kaget.
"Axel? Kau disini?" kata Naura tak menutupi wajah kagetnya.
"Pertanyaan bodoh, Tentu saja aku disini. Kenapa? Apa kau terkejut?" kata Axel dengan wajahnya yang dingin. Ia lalu melirik minuman yang di pegang Naura.
"Minum alkohol juga? Di Kondisimu seperti ini? Bukankah itu tidak bagus untuk ibu hamil?" kata Axel sedikit berbisik membuat Naura merasa tak nyaman.
"Apa yang kau katakan?" kata Naura entah kenapa tak bisa berkutik di depan Axel. Ia merasa takut saat melihat sorot mata Axel yang tajam menyeramkan.
"Masih bertingkah seolah tidak tau apa-apa? Aku sekarang mengajakmu ikut denganku dengan baik-baik. Tapi jika kau menolak, aku tak berjanji untuk tak menyakitimu" kata Axel dengan nada mengancamnya.
Naura mengepalkan tangannya erat, dia begitu kesal karena Axel malah mengancamnya Dengan menghentakkan kakinya, Naura terpaksa ikut bersama Axel.
"Pelan-pelan jalannya, Kau kan sedang hamil" kata Axel dengan sinisnya saat melihat Naura berjalan begitu cepat.
"Kau akan membawaku kemana?" seru Naura saat Axel menariknya kedalam mobil.
"Diam dan jangan banyak bertanya" kata Axel langsung mendorong tubuh Naura untuk segera masuk ke mobil.
Naura ingin sekali mengumpat kata-kata kasar namun ia menahannya. Ia hanya diam sepanjang perjalanan, ingin bertanya pun takut karena wajah Axel yang begitu dingin. Naura tak pernah melihat wajah Axel se dingin ini dulu.
"Untuk apa kita kesini?" tanya Naura bingung saat mobil mereka berhenti di sebuah restoran.
Sebuah tempat yang sama sekali tak terlintas di pikiran Naura. Tadinya ia berpikir Axel akan membawanya ke rumah sakit atau apa. Tapi untuk apa ke Restoran?
"Tentu saja untuk makan? Ibu hamil harus banyak makan kan?" kata Axel langsung menyeret lengan Naura tak perduli wanita itu kesakitan atau tidak.
"Axel Leander" ujarnya pada pegawai Restoran.
"Ruangan anda sudah siap, Saya akan mengantarkan anda. Silahkan" kata Pegawai itu membimbing jalannya untuk ke lantai 2.
"Baik Tuan"
Axel langsung masuk kedalam ruangan yang tertutup itu. Ia langsung menghempaskan tubuh Naura ke sofa yang ada disana. Naura mulai ketakutan saat melihat perangai Axel yang begitu menyeramkan.
"Axel! Kau ini mau apa?" bentak Naura antara kesal dan takut. Apalagi kini ia melihat Axel sudah menggulung kemejanya sampai kesiku.
"Mau apa? Tidak ada, Bukankah kau senang bisa berduaan denganku?" bisik Axel ingin menyergap Naura namun ia sebisa mungkin menghindar.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Naura malah ketakutan Axel akan memperkosa dirinya. Meskipun ia sangat ingin melakukan hal itu dengan Axel, tapi Naura tak ingin dengan cara seperti ini. Ia memundurkan tubuhnya namun Axel dengan sigap menangkap tangannya.
"Kenapa? Bukankah kita sudah sering melakukannya? Bahkan aku sudah membuatmu hamil. Jadi tak masalahkan kita mengulanginya lagi?" bisik Axel kembali mendorong tubuh Naura ke sofa dan menindihnya.
Naura benar-benar ketakutan saat melihat sorot mata Axel yang seperti serigala yang ingin menerkamnya hidup-hidup.
"Kau takut ya? Tenang saja, Aku pasti akan menyenangkan mu. Oh ya, bagaimana biasanya kita melakukannya? dengan cara halus atau kasar?" kata Axel sedikit menekan tangan Naura membuat wanita itu kesakitan.
"Axel! Stop, aku tidak ingin melakukannya denganmu! Menyingkir lah!" kata Naura menahan dada Axel.
"Aku hanya ingin memastikan kalau kita memang sudah melakukanya, Aku bahkan sudah membuatmu hamil, Ayolah. Aku janji tak akan membuatmu kelelahan" kata Axel pura-pura ingin membuka baju Naura, tapi Naura dengan cepat menepisnya.
"Berhentilah melakukan hal bodoh ini Axel! Kau jelas-jelas sudah tau kalau aku tidak hamil! Kenapa kau terus mengulangi kata-kata yang sama" teriak Naura begitu emosi tanpa sadar malah keceplosan.
"Akhirnya kau mengaku juga" kata Axel tersenyum sinis.
BRAK!!!
Pintu ruangan terbuka membuat Naura kaget, ia semakin kaget melihat Bella yang berdiri disana. Axel yang melihat itu langsung bangkit dan sedikit menepuk bajunya seolah ia begitu jijik setelah bersentuhan dengan Naura.
"Bella...." ucap Naura kaget dan juga ingin marah karena Axel ternyata menjebak dirinya. Matanya menatap tajam pada Bella yang kini berjalan ke arahnya.
"Axel! Apa-apaan ini?" teriak Naura emosi karena merasa di permainkan.
"Diamlah perempuan licik! Sebegitu rendahnya dirimu sampai melakukan segala cara untuk memisahkan aku dan Axel" kata Bella juga tak kalah emosinya, gara-gara wanita ini ia sudah tak mempercayai suaminya. Hah, kenapa sekarang ia merasa begitu bodoh.
"Memangnya kau tau apa Ha? Kau tidak pernah tau sakitnya aku saat melihat kalian berdua bahagia. Bella, Aku yang sudah lebih dulu mencintai Axel dan aku rela melakukan segalanya untuknya" teriak Naura langsung mendapatkan hadiah tamparan yang sangat keras dari Bella. Kekuatannya pun bukan main-main, sangat keras hingga membuat Naura terhuyung ke belakang.
"Kau memang perempuan hina! Bisa-bisanya kau ingin merusak rumah tangga orang lain dengan mengatasnamakan cinta?" Bella menarik tangan Naura dan memegang lengannya agar menghadap ke arahnya.
"Kau menyebut itu Cinta Naura? Itu bukan cinta! Tapi hanya sebuah KEBUSUKAN" teriak Bella mengguncang lengan Naura dan mendorongnya dengan keras.
Axel yang melihat istrinya emosi langsung menenangkannya dengan memeluk tubuhnya. "Tenang sayang, Mulutmu terlalu berharga untuk berbicara dengan wanita ini" kata Axel membuat Naura meliriknya tajam, wajahnya memerah karena amarah.
"Lepaskan aku By, biarkan aku memberi pelajaran pada perempuan busuk ini! Dia Bahkan perempuan paling hina dari semua yang terhina di dunia ini" kata Bella masih begitu emosi, tangannya sudah gatal ingin mencakar habis wajah Naura.
Happy Reading.
Tbc.