MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) Misi Selesai.



"Aku akan tetap disini" kata Dio yang melihat semua polisi tampak menyiapkan protokol penyergapan untuk Nathan.


"Tidak bisa Tuan, Kami harus mengutamakan keselamatan anda. Kami tidak ingin mengambil resiko jika nanti Nathan akan mencelakai anda" kata Jendral polisi sedikit kaget dengan permintaan Dio.


"Kalian ingin menjebak Nathan kan? Jika dia kesini dan tidak melihatku ada disini, dia pasti akan curiga dan bisa mengelak. Tapi jika aku disini dan ingin mencelakai ku kalian bisa menyergapnya langsung dan dia tak akan bisa mengelak lagi" kata Dio merasa ingin melampiaskan amarahnya ada pria itu.


Jenderal polisi itu tampak berpikir sejenak sebelum mengangguk. "Baiklah, tapi keselamatan anda tetap prioritas kami sekarang" kata Jendral polisi setuju.


Dio mengangguk dan membiarkan para polisi itu mengembalikan seperti semula seolah tidak terjadi apapun. Ia juga pura-pura di ikat dan pingsan di sudut ruangan tadi.


Kepala kelompok penculik tadi juga sudah siap dengan instruksi polisi. Seluruh tempat itu sudah di kepung oleh pasukan polisi yang siap menembak pada ketua kelompok itu jika melakukan kesalahan.


******


Satu jam kemudian, Nathan terlihat turun dari mobilnya dan masuk kedalam Gudang tempat penyekapan Dio. Wajahnya tampak tak ramah dan kesal.


"Dimana dia?" tanya Nathan pada ketua kelompok yang tampak pucat wajahnya.


"Dia masih di dalam Tuan" kata ketua kelompok itu dengan jantung berdebar. Nyalinya benar-benar ciut saat melirik banyaknya moncong pistol yang di arahkan padanya.


"Kenapa dengan wajahmu? Kenapa kau ketakutan? Kau bilang kau sudah biasa menculik orang" kata Nathan tampak memandang pria itu aneh.


"Tidak Tuan, Dia masih pingsan sejak tadi" kata ketua kelompok itu semakin cemas karena Nathan mencurigainya.


Nathan tak menyahut dan segera masuk kedalam ruangan dimana tempat Dio di sekap. Nathan tersenyum sinis saat melihat Dio yang terlihat lunglai di sudut ruangan. Ia segera berjalan mendekati Dio dan berjongkok untuk melihat keadaan pria itu.


"Bangun!" Bentaknya menepuk pipi Dio agak keras hingga mata Dio seketika terbuka.


"Kenapa kau ada disini?" tanya Dio memasang wajah pura-pura bingungnya.


"Hah! Hanya karena satu pukulan kau melupakan segalanya. Akhirnya kau tau siapa diriku Dio" kata Nathan memegang dagu Dio dengan kasar.


"Kenapa kau menculik ku?" kata Dio ingin Nathan membongkar kejahatannya sendiri.


"Kau lupa karena apa? Baiklah, akan ku ingatkan padamu. Aku melakukan ini karena kau sudah menghalangi tujuanku" kata Nathan menatap Dio remeh. Karena ia puas melihat Dio yang tampak lemah.


"Tujuan?" Dio mencoba mengorek lagi informasi dari Nathan agar pria ini tak mengelak nanti.


"Ya, Tujuanku mendapatkan Karin. Kau pikir siapa dirimu bisa menghalangiku" kata Nathan menghempaskan wajah Dio dengan kasar.


Dio hanya diam dan tanpa peringatan ia melayangkan pukulan yang sangat keras ke wajah Nathan. Nathan tentu kaget melihat hal itu, ia pikir Dio masih terikat tangannya.


Nathan memegang pipinya yang sangat sakit karena pukulan Dio yang sangat keras hingga ia terpental kebelakang.


Dio lalu berdiri dan memandang marah pada Nathan yang masih kaget itu. Bersamaan dengan itu, 7 orang polisi yang sudah berada di dekat mereka segera keluar dan mengacungkan senjatanya pada Nathan yang semakin kaget, dia benar-benar terjebak.


"Sekarang kau tau siapa aku Nathan?" kata Dio meludah ke arah Nathan.


"Tuan Nathan, Anda di tangkap atas kasus penculikan dan penganiyaan terhadap Tuan Ardio Abimanyu. Setiap kata yang anda keluarkan akan menjadi bukti pengadilan nanti" kata Jendral polisi itu dengan lugas.


"Anda bisa menjelaskan nanti di kantor. Sekarang ikuti semua protokol yang ada. Jika anda terus melawan, hal itu bisa memberatkan anda di persidangan nanti" kata Jendral polisi segera menyuruh anak buahnya untuk membawa Nathan pergi.


Nathan masih berontak dan menatap Dio dengan sorot mata kebencian. Ia benar-benar ingin membunuh pria itu segera. Dio hanya membalas itu dengan senyum sinisnya.


"Tuan Dio semua sudah selesai. Kami akan kembali ke kantor pusat. Anda akan di kawal anak buah kami dan keluarga anda sudah menunggu di Rumah sakit" kata Jenderal polisi itu mengulurkan tangannya pada Dio.


"Baik, Terima kasih" kata Dio menyambut uluran tangan itu. Akhirnya walau bisa memukul wajah Nathan sedikit emosinya yang tertahan terlampiaskan.


Setelah misi penyelamatan itu selesai, Dio segera di bawa di rumah sakit dan tangannya mengalami retak tulang dan harus di sangga. Sedangkan kepalanya untung tidak mengalami hal serius.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Abimanyu pada putranya.


"Lumayan Baik, Bagaimana Papa bisa tau aku di culik?" tanya Dio masih penasaran akan hal itu.


"Angga yang memberitahuku, dan aku langsung berangkat kesini" kata Abimanyu membuat Dio tak puas.


Meskipun Papanya Kaya raya, Tapi Papanya tak mungkin punya kekuasaan yang begitu besar hingga bisa memerintah seluruh polisi dari satu batalion hanya untuk menyelamatkannya.


"Suami Bella yang udah membantu kita" kata Angga tau apa yang di pikirkan Dio.


"Suami Bella?" Dio sangat kaget mendengar hal itu.


"Ya, asistennya menghubungiku dan merencanakan ini semua. Tapi dia tidak mau namanya sampai tersebut dan terbawa dalam masalah ini karena demi keselamatan keluarganya. Setelah ini, Axel juga sudah menyuruh Tuan Abimanyu untuk melakukan konferensi pers tentang kasus penculikan ini. Dia ingin semua kasus ini tuntas sampai akarnya" kata Angga menjelaskan keadaanya.


Dio sama sekali tak menyangka kalau Axel di balik semua penyelamatan ini. Pertemuan mereka terakhir kali adalah saat ia menghajar habis pria itu karena emosinya. Nyatanya sekarang pria itu yang menolongnya. Ia benar-benar berhutang budi pada pria itu.


"Dio? Bagaimana kamu nak?" Mama Dio tampak baru saja masuk kedalam ruang rawat Dio. Wajahnya sudah basah karena air matanya.


Ia baru saja di beritahu oleh Angga masalah ini, membuat ia langsung datang kemari.


"Sayang, bagaimana kamu bisa seperti ini?" kata Mama Dio sangat sedih karena melihat tangan anaknya yang di sangga.


"Aku baik-baik saja Ma" kata Dio tersenyum menenangkan.


"Baik-baik saja bagaimana? Kau terluka seperti ini. Apa benar yang melakukan semua ini Nathan?" tanya Mama Dio tak percaya saat Angga memberi tahunya.


"Ya, dia ingin mendapatkan Karin makanya dia melakukan ini" kata Dio seadanya. Ia melirik Papanya yang sejak tadi bungkam. Membuat Mama Dio ikut meliriknya dan kaget melihat sosok suaminya ada disana.


"Kau! Untuk apa kau disini? Puas kau sekarang? Lihatlah apa yang di lakukan saudaramu itu" kata Mama Dio tampak kesal.


"Jangan membawa kata saudara, setelah ini aku pasti akan segera menyelesaikan segalanya" kata Abimanyu dengan tegas. Ia tak akan melepaskan Ayah Nathan apapun alasannya. Jika pria itu tak pandang bulu, maka ia pun bisa melakukanya.


Happy Reading.


Tbc.