
"Gue..Hamil" guman Bella dengan suara pelan, tenggorokannya seperti tercekik.
"Apa?" Axel merasa perlu bertanya kembali, bukan, bukan dia tak mendengar. Tapi lebih tepatnya ingin memastikan apa dia tidak salah dengar.
"Gue Hamil! Anak Lo!" kali ini Bella berkata dengan suara sedikit keras. Matanya menatap sengit kearah Axel yang memasang wajah pias.
"Bagaimana bisa?" Sungguh pertanyaan bodoh yang terlontar dari mulut Axel membuat Bella marah.
"Mana gue tau! Kan Lo yang udah ngelakuin ini! Apa Lo pikir gue itu ngelakuin hal kayak begitu sama semua cowok" kata Bella semakin emosi.
Axel terdiam, dia sibuk dengan pemikirannya sendiri. Lalu dia menatap wajah Bella yang terlihat lelah, marah dan juga pucat. Dia sampai bingung harus menjawab apa. Axel memejamkan matanya seraya menghembuskan nafasnya pelan.
"Kenapa Lo diem aja? Oh gue tau, Lo pasti udah biasa ngehamilin anak orang makanya Lo tenang aja" suara Bella malah semakin meninggi karena kekesalannya meningkat melihat sikap diam Axel.
Axel menggelengkan kepalanya. Dia memang sering bermain wanita tapi dia selalu bermain aman. Tapi malam saat bersama Bella, dia lupa tak menggunakannya karena asik denngan eurofia keperawanan Bella. Sialan!
"Terus kamu maunya gimana?" Mengulang kembali pertanyaan bodoh, di saat seperti ini, kenapa tak bisa digunakan untuk berpikir.
"Ya harus tanggung jawab lah!!" Bentak Bella semakin berapi-api.
"Oke.. oke aku akan tanggung jawab!" kata Axel melucur begitu saja. "Aku akan menikahi kamu" sambungnya lagi.
"Eh an*ing.. Gue nggak mau nikah sama Lo! Lo bego apa gimana sih, gue itu masih sekolah" bentak Bella merasa ucapan Axel begitu konyol.
"Lo bilang mau gue tanggung jawab! Tapi Lo nggak mau gue nikahin, Maksud Lo apaan sih, Lo gila" Axel mengacak rambutnya frustasi. Dia bingung harus menghadapi sikap Bella yang menurutnya terlalu meledak-ledak.
"Lo yang gila!" Bella mendorong tubuh Axel untuk melampiaskan emosinya.
"Lo bilang mau gue tanggung jawab, tapi setelah gue mau nikahin Lo, kenapa Lo malah nggak mau? Apa itu nggak gila namanya" Disaat panik seperti ini, Axel tak bisa mengontrol ucapannya.
"Iya, tapi Lo nggak harus nikahin gue! Lo cuma perlu kasih gue uang untuk gugurin anak ini" kata Bella membuat mata Axel membulat sempurna.
"Jangan gila!" Axel begitu terkejut dengan apa yang akan Bella lakukan.
"Lo yang gila! Gue masih SMA, masa depan gue masih panjang! Dan gue nggak mau ngelahirin anak pria brengsek kayak Lo" perkataan Bella menyulut emosi yang Axel coba pendam dari tadi.
"Gue tau gue salah! Tapi Lo jangan benci anak itu, dia itu anak Lo juga" Tanpa sadar Axel membentak Bella membuat dia sedikit kaget.
"Gue nggak menginginkan dia! Dia ada karena Lo!" Entah karena hormon kehamilan atau apa emosi Bella begitu meledak hari ini.
Sepanjang malam Axel tak bisa tidur. Kepalanya terasa berdenyut memikirkan cara membujuk Bella untuk mau di nikahi. Dia tau ke khawatiran Bella. Dia pasti tak ingin masa depannya hancur hanya karena pria seperti dirinya. Tapi anak itu jelas tak bersalah apapun. Jadi apakah pantas jika dia yang harus menerima imbasnya.
Tidak! Itu tidak boleh terjadi! Sudah cukup dia membuat kesalahan. Dia tak ingin menambah daftar dosanya dengan menjadi pembunuh darah dagingnya sendiri. Dia harus membujuk wanita itu untuk mau melahirkan anak itu untuknya.
Ini bukan saatnya dia menyesali apa yang sudah terjadi. Dia harus cepat menyelesaikan masalah ini sebelum semuanya terlambat. Axel mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu pada asistennya. Semoga cara ini berhasil pikirnya.
****
"Mbok! Semua orang kemana kok sepi?" tanya Bella begitu dia sampai di meja makan. Dia mengambil satu lembar roti dan mengolesinya dengan selai coklat. Ternyata tenaganya cukup terkuras karena menangis.
"Ada di depan neng, tadi ada tamu nyari neng Bella" kata Mbok nah membuat Bella mengernyit.
"Tamu? Cewek apa cowok Mbok?" tanya Bella lagi.
"Cowok Neng, orangnya cakep pisan, kayak artis, Pacarnya neng Bella ya?"
uhukkk uhukkk.. Bella langsung terbatuk mendenge ucapan mbok Nah. "Ngaco!" cetusnya seraya berpikir, siapa gerangan yang mencarinya di pagi buta begini.
Cowok kayak artis? Siapa? Dio? Tapi tak mungkin pria itu datang kerumahnya? Lalu siapa?. Karena tak ingin sibuk menebak, Bella memutuskan langsung melihatnya. Toh sebenarnya dia kan yang di cari orang itu.
Dari ruang tengah, Bella mendengar suara Papanya yang berbicara begitu antusias. Bella semakin penasaran siapa orang yang membuat Papanya yang kaku itu bisa berbicara dengan santai. Setelah sampai di ruang tamu, Bella di kejutkan dengan pemandangan Papa dan Mamanya sedang berbicara akrab dengan Axel?.
"Ngapain Lo kesini?" Bella begitu kesal sampai lupa kalau masih ada orang tuanya di situ. Papa dan Mamanya tentu terkejut dengan sikap tak tau sopan santunnya itu.
"Bella, kamu udah bangun? Kenapa ngomongnya kasar begitu?" tutur Mama Anita merasa tingkah putrinya keterlaluan.
"Ah, Maaf Ma, Bella cuma kaget ada dia disini" kata Bella melirik tajam pada Axel membuat pria itu meringis.
"Iya, Nak Axel Baru aja Dateng, Katanya ada yang mau di omongin sama kamu. Eh ternyata dia itu salah satu klien Papa kamu di kantor" jelas Mama Anita tersenyum hangat pada Axel, berbeda sekali dengan Bella yang memasang wajah sengit.
"Papa juga nggak nyangka bisa kedatangan pengusaha muda sibuk ini, sekalian Papa ajak ngopi aja mumpung ada disini" Papa Nugraha ikut menyahut, dia cukup senang rumahnya bisa disambangi oleh anak muda yang tentu sudah terkenal di kalangan pembisnis seperti dirinya. Meski dalam hati dia sedikit bertanya tentang apa yang membuat Axel datang kerumahnya dan mencari putrinya.
"Om bisa aja" Axel mengulum senyumnya, merasa pujian itu tak pantas untuknya. Mungkin jika mereka tau apa yang sudah di perbuatnya. Dia pasti akan dihabisi sekarang juga.
Bella mencibir pelan melihat gaya sok baik Axel. Setelah berbasa basi sejenak akhirnya Papa dan Mama Bella pamit untuk memberi mereka privasi untuk bicara.
"Maksud Lo apa Dateng kesini? Lo mau semua orang tau tentang kita?" Mulut Bella rasanya sudah gatal sejak tadi untuk mengomeli Axel yang ia rasa cukup lancang. Dan Ya bagaimana pria itu tau alamat rumahnya? Apa dia menguntit dirinya?. Bella menyipitkan matanya menatap sinis ke arah Axel.
******
Like dan Komen jangan lupa ya..
Supaya semakin semangat aku nulisnya...
Hehee...
Happy Reading..
TBC