MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Hiding Something



Jagat maya tengah di hebohkan tentang berita tentang skandal foto-foto Axel yang telanjang. Meskipun ia sudah membungkam beberapa media yang menggunggah berita tentang dirinya. Namun masih banyak situs online ilegal yang memberitakan tentang Axel Hingga berita itu kini semakin menjadi-jadi.


Berita ini banyak membawa dampak buruk bagi kantornya. Saham di perusahaannya pun langsung anjlok karena banyak yang memilih untuk menjualnya. Seminggu ini Axel belum keluar kemanapun karena para wartawan itu sudah seperti lebah yang terus menerus mendatangi kantor dan rumahnya. Lagipula, keluar saat ini bukan waktu yang tepat, menghindar pun tak akan menyelesaikan semuanya. Axel benar-benar tak bisa berkutik sekarang.


"Axel! Masa iya aku tidak boleh lihat ponsel. Terus aku ngapain dong, bete tau nggak" itu adalah protes Bella waktu pertama kali ia melarang untuk memegang ponsel.


"Kan udah ada aku, Aku nggak mau waktu kita terganggu dengan telepon yang tidak penting" Axel menjawab dengan alasan yang masuk akal.


Bella mengerti dan tak lagi protes. Tapi sebagai gantinya ia harus meladeni keinginan Bella yang terkadang random. Seperti saat ini, Bella sedang mengajaknya bermain monopoli yang baru saja dibelinya via online. Yang benar saja? Ia seorang CEO diajak bermain macam ini.


"Udah deh diem aja. Pokoknya kali ini pasti seru" kata Bella dengan semangat mengajak Axel bermain.


"Ini permainan anak kecil, Apa tidak ada permainan lain" Axel memasang wajahnya yang ogah-ogahan.


"Ah, tidak juga. Aku ngambek nih kalau kau tidak mau" lagi-lagi Bella mengeluarkan ancamannya yang membuat Axel tak berkutik.


"Baiklah" sahut Axel menyetujui dengan sangat terpaksa.


"Nah gitu dong. Nanti yang kalah wajahnya harus di olesi tepung, setuju?"


Axel hanya bergumam. Ia yang tak niat bermain harus terus menerima kekalahan dan wajahnya terus di olesi tepung. Kini wajahnya bahkan seperti donat gula dan Bella terbahak karena melihat wajah Axel yang begitu lucu.


"Ututututu.... Kau menggemaskan sekali. Aku jadi ingin memakan mu" ujar Bella mencubit kedua pipi Axel yang terus saja cemberut.


"Puas kau sekarang?" gerutu Axel sebal karena mau-maunya diajak bermain seperti ini.


"Hahaha, Kau lucu sekali. Lagian bermain seperti ini saja tidak bisa" ledek Bella masih dengan tawanya.


"Aku hanya malas bermain ini. Apakah kau sudah selesai?" kata Axel benar-benar malas bermain. Hati dan pikirannya sedang tak tenang saat ini.


"Ah begitu saja udah nyerah! Payah! Satu kali putaran, kalau kau menang maka permainan selesai" tantang Bella merasa tidak seru jika Axel menyerah begitu saja. Lagipula permainan itu sangat mudah.


Axel berfikir sebentar, Ia menatap permainan monopoli yang di jejer di atas kasur. Ia tentu bisa bermain itu, hanya saja ia malas melakukannya tadi.


"Baiklah" Axel menyetujui.


Bella tersenyum senang karena Axel mau diajak bermain lagi. Tiga kali putaran, Axel belum menang sama sekali membuatnya kesal karena wajahnya terus di olesi tepung.


"Kenapa kau belum kalah sama sekali" protes Axel kesal karena Bella belum kalah sama sekali. Wajahnya pun masih bersih, tidak seperti dirinya yang penuh tepung.


"Karena aku memang pintar, tidak sepertimu" ejek Bella kembali melemparkan dadunya dan menjalankan pion nya. Tapi sayang sekali nasib tak berpihak padanya, Ia malah singgah di kawasan milik Axel dan ia harus membayar denda.


"Kau kalah...! Akhirnya kau kalah juga, Lihat Kau kalah!" seru Axel begitu heboh karena melihat Bella kalah.


"Menyebalkan" cetus Bella kesal.


"Sekarang giliran ku menghukum mu" kata Axel lagi dengan semangat ingin mengambil tepung dan mengoleskan di wajah Bella. Tapi melihat wajah Bella yang memelas membuatnya tak tega.


"Ayo, Kenapa kau diam saja? Bukannya kau senang bisa menghukum ku" seru Bella sudah siap menerima hukumannya.


"Hukumannya aku ganti saja" kata Axel mengganti hukumannya dengan mencium pipi Bella.


"Eh? Hukumannya kau ganti ciuman?" Bella sedikit kaget dengan tingkah Axel.


Mereka kembali melanjutkan permainan dan Bella terus saja kalah hingga ia mendapatkan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.


"Yah, Sayang...Aku kalah lagi" kata Bella mengerucutkan bibirnya. Ia memang sengaja mengalah karena Axel akan menghukumnya dengan ciuman.


Axel menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bella, tanpa berkata ia menarik tubuh Bella merebahkannya dengan hati-hati.


"Kau sengaja mengalah agar aku terus menghukum mu kan?" bisik Axel membuat Bella kegelian.


"Enggak, Lagipula aku memang kalah kan" sahut Bella tertawa kecil karena melihat wajah Axel yang benar-benar lucu.


"Baiklah, Karena kau kalah, Aku harus menghukum mu lagi....


Axel sudah tak bisa mengondisikan tangannya hingga membuat Bella menjadi santapan siangnya. Meskipun tidak melakukan hal itu, Tapi Bella melayani suaminya dengan cara cara lain yang di terapkan.


****


Sore harinya, Axel dibuat kebingungan karena tidak menemukan Bella. Axel mencari keseluruh sudut ruangan namun tak menemukan istrinya tersebut. Axel lalu mengecek mobilnya yang ternyata tidak ada di garasi. Axel tentu kaget dan panik menyadari jika Bella pergi dari rumah menggunakan mobilnya.


"Bibi, Apakah Bibi melihat Bella pergi?" tanya Axel tanpa sadar membentak Bibi Mauli saat berpapasan dengan wanita paruh baya itu di ruang tengah.


"Tidak Tuan, Saya tadi sedang menyetrika Baju, Jadi saya tidak tau kemana perginya Nona Bella" Bibi Mauli menjawab takut-takut karena melihat Axel yang begitu marah.


"Sial! Kemana perginya Bella!" umpat Axel segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Bram.


Namun saat ia hendak berjalan ke kamar, Ia melihat mobilnya datang. Tak selang berapa lama, Bella muncul dengan menenteng kantong plastik. Axel mengendurkan bahunya yang tegang saat melihat Bella baik-baik saja.


"Dari mana saja kau!" serunya antara kesal namum juga khawatir.


"Oh, Aku hanya mencari angin. Di rumah terus bosen" sahut Bella dengan santainya. Ia melenggang masuk kedalam rumah tanpa melihat ekspresi Axel yang begitu kesal.


"Kenapa kau keluar rumah? Apa kau tidak tau kalau diluar itu sangat berbahaya! Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?" cerca Axel lagi tanpa sadar terus berbicara dengan nada tinggi karena sangking khawatirnya.


"Kau terlalu berlebihan Axel, Aku hanya ke indoMei depan komplek bukan ke luar negeri" cetus Bella merasa kesal karena Axel malah memarahinya. Lagipula ia tidak melakukan kesalahan apapun.


"Terserah kau darimana! Yang jelas jangan pernah lagi keluar tanpa se izinku" titah Axel tegas seolah tak bisa dibantah.


"Kenapa tidak boleh? Lagipula aku istrimu bukan tahanan mu yang tidak boleh keluar rumah! Sebenarnya ada apa denganmu?" Bella tentu tak bisa menerima keputusan Axel begitu saja.


"Aku hanya mengkhawatirkan mu! Tidak bisakah kau bersikap lebih dewasa, jangan seperti anak kecil yang harus mengulangi perintah dan baru akan paham" Axel mulai tak bisa mengendalikan dirinya. Ucapan yang keluar dari mulutnya pun tak tekontrol.


Bella tentu sangat terkejut mendengar ucapan Axel yang termasuk kasar. Emosinya semakin tersulut karena merasa Axel begitu egois.


"Aku memang anak kecil! Kenapa sekarang kau baru sadar!" seru Bella berapi-api.


"Sudahlah! Aku lelah dan tak ingin membahas ini! Sekarang sebaiknya kau masuk ke kamarmu" sahut Axel ingin mengakhiri perdebatan ini.


Bella tak menyahut namun ia beranjak untuk naik ke kamar. Wajahnya begitu kesal karena sikap Axel yang semena-mena menurutnya. Bella merasa akhir-akhir ini Axel mulai berubah, seperti menyembunyikan sesuatu darinya.


Happy Reading


TBC