
"Eh, tapi sebaiknya kau didalam saja, Aku tidak ingin Angga melihatmu seperti ini" kata Dio baru sadar kalau istrinya masih menggunakan bathrobe.
"Tapi aku pengen ketemu Tiara Abang" kata Karin langsung merengek karena Dio melarangnya.
"Nanti aja ketemunya kalau kamu udah pakai baju" kata Dio tegas pertanda tak bisa di bantah.
Karin langsung manyun karena Dio tetap tak mengizinkannya. Ia akhirnya mau tak mau menunggu di dalam kamar sedangkan Dio membukakan pintu untuk Angga.
"Ehem!" Dio berdehem keras saat melihat Angga dan Tiara masih bermesraan di depan vila.
Keduanya tampak kaget dan salah tingkah, tapi secepat mungkin menormalkan ekspresi wajahnya. Dio menahan senyum saat melihat wajah mereka berdua, tapi ia sebisa mungkin memasang wajah dinginnya.
"Tiara juga ikut?" tanya Dio dengan sengaja.
"Ehm, iya. Angga mengajakku untuk menyiapkan kejutan kemarin" Tiara langsung menjawab seraya melempar pandang dengan Angga.
Dio hanya mengangguk tipis. "Apa kau sudah membawakan yang aku mau?" tanya Dio langsung.
"Ya, Aku membawakannya" kata Angga mengulurkan paper bag yang berisi semua kebutuhan yang dibutukan Dio.
"Baiklah, kalian masuklah dulu. Setelah ini, kita akan pergi ke perusahaan Papaku" kata Dio menerima paper bag itu dan mengajak mereka masuk.
"Karin mana?" tanya Tiara celingukan mencari sahabatnya.
"Aku disini" kata Karin merasa tak betah jika menunggu di kamar saja, ia memutuskan untuk langsung ke luar.
Dio tampak kaget melihat istrinya disana, wanita itu benar-benar keras kepala sekali. "Apa yang kau lakukan? Aku sudah menyuruhmu untuk menunggu di dalam" kata Dio cukup kesal. Ia segera menghalangi pandangan Angga dari tubuh istrinya.
"Ayo, masuk sekarang" kata Dio mendorong Karin untuk masuk kembali.
"Abang apaan sih, Aku mau ketemu Tiara" kata Karin protes.
"Sudah aku bilang nanti saja ketemunya" kata Dio tak perduli istrinya memprotes. Ia malah mengangkat Karin untuk segera naik ke kamar mereka.
"Abang! Aku pusing! Turunin!" Karin berteriak saat Dio mengangkatnya seperti karung beras.
Tingkah keduanya itu tak lepas dari pandangan Angga dan Tiara, mereka berdua ikut tersenyum karena tingkah Dio dan Karin lucu dan menggemaskan sekali.
Setelah ganti baju dan bersiap, Dio baru mengajak Karin turun untuk menemui Angga dan Tiara.
"Aku mau pergi sama Angga, Nanti kamu ke SPA di temenin Tiara aja, aku juga sudah menyiapkan supir untuk mengantarmu nanti" kata Dio menatap istrinya serius sebelum pergi meninggalkan vila.
"Iya" kata Karin mengangguk.
"Ini" Dio menyerahkan sebuah kartu pada Karin.
"Aku udah punya, Abang kan sudah pernah kasih" kata Karin menolak saat Dio memberikan dia kartu debit lagi.
"Tidak apa-apa, Ini hadiah khusus Anniversary kita yang ke satu tahun" kata Dio lagi.
"Apa? Abang gila ya kasih aku hadiah ini?" kata Karin tak habis pikir karena Dio memberinya kartu debit sebagai hadiah.
Angga dan Tiara saja heran kenapa Dio memberi hadiah itu.
"Kamu mau tau kenapa aku kasih kartu ini?" kata Dio membuat Karin langsung mengangguk.
"Ini adalah black card, Kartu ini sama seperti cintaku padamu, sama-sama tidak ada batasnya" kata Dio mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum sombong.
Karin menatap suaminya tak percaya, mulutnya bahkan mengaga karena syok dengan tingkah Dio Apa ini? Menggombal ala sultan?
Merasakan sentuhan dari suaminya, Karin tersadar dari kebengongannya, ia menatap punggung suaminya yang kini sudah berjalan menjauh.
"Daebak! Dio kasih hadiah Aniv black card? Suami kamu emang bukan kaleng-kaleng" seru Tiara menggelengkan kepalanya melihat apa yang dilakukan Dio untuk Karin.
"Aku aja heran, Dio memang selalu penuh kejutan" kata Karin tersenyum manis.
"Aku tidak iri denganmu, Tapi aku juga ingin punya suami kayak Dio gitu nanti" kata Tiara masih terpesona dengan tingkah Dio ternyata.
"Ya buruan nikah, kan udah ada tuh gandengannya" kata Karin menggoda sahabatnya.
"Eh? Siapa?" Tiara mendadak kaget saat Karin mengatakan itu.
"Nggak usah pura-pura, Jahat ya kamu, udah punya pacar nggak bilang sama aku" kata Karin memasang wajah cemberutnya.
"Kamu tau darimana? Aku nggak punya pacar" kata Tiara mengelak.
"Masa? Masih mau tidak mengaku juga? Aku doain putus biar tau rasa" kata Karin.
"Jangan dong, tega banget sih" kata Tiara kaget.
"Biarin, siapa suruh nggak mau ngaku. Jangan lupa pajak jadian, Aku mau kasih tau Bella juga" kata Karin tersenyum karena melihat wajah Tiara.
"Dasar! Sahabat apa itu" kata Tiara mencibir.
"Realistis guys, Sekarang ayo cerita sama aku, gimana kamu bisa jadian sama Angga?" Karin menarik tangan Tiara untuk duduk di sofa. Ia ingin mengorek informasi dari sahabatnya ini.
"Ya gitulah, kamu sendiri gimana jadiannya sama Dio?" kata Tiara malu jika menceritakan bagaimana dia dan Angga jadian.
"Aku mah beda cerita, Ayo dong cerita" kata Karin mendesak sahabatnya.
"Engga, kamu nanti pasti ngetawain aku. Mendingan kita pergi ke SPA nya sekarang aja, nanti malah kesiangan lagi" kata Tiara masih enggan.
"Ish, Gayanya pakai rahasia an segala" kata Karin sebal karena tak mendapatkan informasi dari sahabatnya.
Tiara hanya tertawa kecil melihat kekesalan sahabatnya, Tiara tak ingin bercerita karena ingin menyimpan kenangan manis itu di hatinya, cukup dia dan Angga saja yang tau.
Hari itu, Tiara menemani Karin untuk melakukan SPA dan pijit terapi. Tapi karena hari masih cukup sore, Karin malah mengajak Tiara untuk berbelanja.
"Waktunya kita habisin duitnya Dio" kata Karin tertawa kecil membayangkan bagaimana reaksi Dio kalau ia membelanjakan banyak uangnya.
"Ya, Tapi kamu serius kan mau bayarin aku?" kata Tiara oke saja saat diajak berbelanja. Apalagi itu juga hobinya.
"Tentu, tapi jangan banyak-banyak ya, nanti kamu ketagihan lagi" kata Karin tertawa geli saat melihat wajah Tiara yang berubah bersungut-sungut.
Mereka menghabiskan waktunya untuk masuk ke outlet satu ke outlet lainnya. Semua wanita pasti akan kalap jika sudah berhadapan dengan baju, tas, sepatu. Apalagi Karin dan Tiara yang notabennya suka berbelanja, malah keasikan karena tinggal menggesek kartu tanpa batas dari Dio.
"Aku capek banget, tapi gaun yang itu kayaknya cantik banget, Ayo kita kemon" kata Karin berbinar saat melihat gaun yang sangat indah dipajang di salah satu toko.
"Siap" kata Tiara ikut saja kemana bosnya pergi.
Karin segera masuk kedalam toko itu, ia langsung menuju baju yang di lihatnya tadi, tapi ia sama sekali tak menyangka akan bertemu Renata disana. Wanita itu juga tampak sedang hang out bersama teman-temannya.
Happy Reading.
Tbc.