MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Will You Marry Me?



"Wow! Axel! Ini sangat indah sekali! Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini" kata Bella menatap Axel.


"Sudah lama. Aku biasanya kesini jika ingin menenangkan diri. Dan kau orang pertama yang aku ajak kesini" kata Axel memasukan kedua tangannya didalam saku dan berjalan mendekati Bella.


"Benarkah?" tanya Bella tersenyum dan kembali melihat pemandangan di depannya. Angin tampak begitu kencang menerbangkan rambut Bella.


Axel hanya mengangguk dan meraih tangan Bella kemudian ia berlutut membuat Bella sangat kaget.


"Bella, Aku memang tidak romantis. Tapi percayalah, Aku selalu mencintaimu melebihi apapun di dunia ini. Bella, Maafkan aku karena sebelumya tak melamar mu dengan benar. Tapi sampai detik ini aku tak pernah menyesal telah melakukan hal itu" kata Axel sedikit gugup saat mengeluarkan kotak kecil yang dibawanya disaku baju. Axel segera mengeluarkannya hingga membuat Bella kaget hingga menutup matanya.


"Kalung itu?" ujar Bella kaget. Padahal ia sudah mencari kalung itu kemanapun tapi tak menemukannya. Lalu kenapa bisa di bawa Axel?


"Ya, Kalung ini tertinggal saat pertemuan kita pertama kali. Aku menyimpannya. Aku selalu berpikir kalau kalung ini memang sengaja tertinggal agar aku bisa mengembalikannya langsung kepada pemiliknya" kata Axel masih dengan sikap berlutut nya.


"Terima kasih. Kalung itu sangat berarti untukku" kata Bella merasa terharu. Kalung itu adalah pemberian dari Papanya yang sangat berharga.


"Jadi Bella, Dengan kalung ini yang menjadi saksi. Will You Marry me?" kata Axel menatap Bella dengan senyumannya yang akan bisa meluluhkan hati semua wanita.


Bella masih terpaku dengan apa yang Axel lakukan. Mereka sudah menikah, tapi kenapa Axel malah melamarnya. Bella rasanya ingin menangis namun juga tersenyum secara bersamaan. Axel ini, Kenapa bisa membuatnya seperti ini?


"Will You Marry Me?" tanya Axel sekali lagi karena Bella masih diam saja.


"Of Course, Yes! I Will" teriak Bella dengan lantang.


Axel tersenyum bahagia mendengar jawaban Bella. Ia lalu bangkit dan memeluk Bella erat. Axel melepaskan pelukannya dan memakaikan kalung itu di leher Bella yang putih. Keduanya lalu berciuman dengan lembut di iringi suara angin yang berisik seolah memberi selamat untuk cinta keduanya.


Axel melepaskan ciumannya dan mengusap lembut bibir Bella yang basah. Keduanya melempar senyum lalu kembali menikmati pemandangan didepannya dengan rasa cinta yang kuat di dada mereka.


"Kapan kau merencanakan ini? Tidak mungkin kan setelah aku bilang tidak romantis kau langsung menyiapkan ini semua?" tanya Bella melirik Axel.


"Entahlah, Aku juga lupa. Hanya saja aku pernah berjanji jika aku sudah menemukan orang yang spesial aku akan mengajaknya kesini" kata Axel menatap lurus pemandangan laut yang indah.


"Benarkah? Apa selama ini kau memang tidak punya pacar?" tanya Bella sedikit penasaran.


"Tidak ada. Aku tidak pernah berpacaran dengan siapapun" kata Axel seadanya saja.


"Kau bohong. Lalu siapa yang kemarin menemui mu di taman hiburan. Kau terlihat sangat dekat dengannya" kata Bella mencibir merasa Axel hanya membual saja.


"Itu beda cerita. Selama ini belum ada yang pernah menyentuh hatiku dan membuatku ingin memiliki. Aku juga tidak pernah berpikir untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi saat kau datang semuanya terasa berubah. Aku bisa dengan mudah jatuh cinta padamu. Padahal sebenarnya kau bukan tipeku" kata Axel dengan sengaja ingin membuat Bella kesal.


Dan benar saja, Bella langsung berontak dari pelukannya dan menatapnya kesal. "Kalau aku bukan tipemu kenapa kau mau denganku" seru Bella kesal sekali.


"Kalau kita bisa memilih dengan siapa kita akan jatuh cinta, Aku bisa saja memilih wanita yang sesuai ekspektasi ku. Tapi kau lihat? Aku jatuh cinta padamu. Itu berarti, Tuhan memang mentakdirkan untuk kita bersama kan" kata Axel dengan senyum usilnya. Ia suka sekali melihat wajah Bella yang kesal.


"Memangnya seperti apa wanita yang kau inginkan?" kata Bella masih dengan kekesalannya.


Pria ini benar-benar membingungkan. Padahal tadi baru saja melamarnya tapi sekarang malah seenaknya mengatakan kalau ia bukan tipenya.


"Aku tidak menginginkan wanita manapun. Cukup satu, Hanya kau wanita yang aku inginkan. Tidak ada yang bisa melebihi apapun yang kau miliki saat ini. Karena dimata ku kau segalanya Bella. Percayalah" kata Axel dengan wajahnya yang serius.


"Gombal!" kata Bella mendorong tubuh Axel menjauh. Ia kemudian tertawa dan berlari meninggalkan Axel.


Axel hanya tersenyum melihat tingkah Bella yang seperti anak kecil. Ia segera ikut berlari dan menyusul Bella. Dengan kaki panjangnya, Axel bisa dengan mudah mendapatkan Bella. Ia langsung memeluknya dari belakang. Axel lalu memutar tubuh Bella yang masih didalam pelukannya membuat Bella tertawa dan berteriak senang. Ia sangat bahagia hari ini.


****


Persiapan resepsi pernikahan mereka cukup menyita waktu bagi Bella dan Axel. Apalagi Axel yang sudah kembali ke kantor membuat waktu mereka cukup tersita. Mereka akan bertemu dimalam hari dengan tubuh yang sama lelahnya. Seperti malam ini, Axel baru saja pulang dari kantor dan Bella menyambutnya.


Biasanya Axel akan langsung mandi dan tidur. Tapi entahlah, Malam itu Axel malah mengajaknya bergelut di ranjang dengan begitu panasnya. Bahkan hingga membuat mereka bangun kesiangan.


"Tuh kan. Aku kesiangan. Padahal kemarin Ibu udah bilang mau ngajak aku mencari souvernir" gerutu Bella ingin cepat-cepat mandi dan bersiap. Namun karena begitu terburu-buru, kakinya malah tersangkut di selimut membuatnya jatuh.


"Aduh!!" Pekik Bella merasakan tangannya begitu sakit karena ia gunakan untuk menyangga tubuhnya.


"Astaga sayang. Kenapa kau tidur dilantai?" Axel terbangun saat mendengar suara Teriakan Bella. Tapi ia malah kaget melihat Bella yang tidur dilantai.


"Kau pikir aku bodoh tidur dilantai. Kakiku tadi tersangkut. Tolong, bantu aku" kata Bella melirik kesal pada suaminya.


"Ya. Siapa suruh kau ceroboh" sahut Axel sekenanya. Ia membantu Bella untuk bangkit. "Apa kau tidak apa-apa?" tanya Axel menatap keseluruhan tubuh Bella yang pagi itu masih polos seperti bayi baru lahir.


"Kyaa.....Kau ini mesum sekali. Apa yang kau lihat!" kata Bella sedikit risih saat Axel menatap tubuhnya seperti ini. Padahal jika sudah dalam balutan gairah, ia tak memperdulikan hal itu.


"Aku hanya melihat keadaanmu, Mana yang sakit" kata Axel cuek saja. Ia sudah biasa dengan tingkah istrinya yang malu-malu tapi mau.


"Aku baik-baik saja" kata Bella segera berlari kecil untuk masuk kedalam kamar mandi. Melihat hal itu, Axel mengembangkan senyum usilnya. Ia menunggu beberapa saat dan menyusul untuk masuk dengan gerakan pelan agar tak menimbulkan suara.


Dilihatnya Bella yang kini tengah berendam dengan mata tertutup. Axel lalu dengan cepat ikut bergabung didalam bath up. Mendengar suara riak air membuat Bella membuka matanya. Ia sedikit kaget namun sedikit berubah masam.


"Kau ini, Mau apalagi?" cetus Bella yang sebetulnya tak perlu bertanya karena kini Axel sudah meraih tubuhnya dengan gerakan lihai yang sangat berpengalaman. Beberapa menit kemudian, keduanya sudah asyik dalam kenikmatan dunia.


Happy Reading


Tbc


****


BONUS VISUAL


_BELLA




_AXEL




_Ini bukit cinta mereka 😂😂