MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Kenyataan Yang Menyakitkan.



Ayah merupakan sosok yang berharga bagi setiap anak-anaknya, bahkan anak perempuan kerap menyebut ayahnya sebagai cinta pertamanya. Bagi anak perempuan ayahnya adalah sosok super hero dalam hidupnya, sosok yang sering kali lebih mengerti perasaannya dibanding orang-orang di sekelilingnya.


Tapi bagi Nugraha sendiri Bella adalah cinta kedua setelah Mamanya. Seharian ini ia sengaja meluangkan waktunya untuk menemani putrinya.


"Maafkan Aku Pa, Aku nggak bisa menjaga kepercayaan Papa. Hari ini aku mengembalikan Bella baik-baik seperti dulu aku memintanya. Aku hanya tidak mau dia semakin terluka jika bersama ku. Axel benar-benar minta maaf"


Ucapan Menantunya saat mengantarkan Bella kembali teringat di kepalanya. Sebagai seorang Papa ia sangat tau apa yang dirasakan putrinya, Namun disisi lain ia juga tak menyalahkan Axel sepenuhnya tentang keputusan yang di ambilnya.


"Axel! Kau benar-benar Bodoh!"


"Kau pria terjahat yang pernah aku kenal!"


"Aku sangat membencimu Axel!"


Bella menumpahkan seluruh amarahnya dengan berteriak begitu kencang. Nafasnya terengah engah namun hatinya begitu lega. Saat ini ia sedang berada di pantai. Papanya seolah tau apa yang sedang ia butuhkan. Ternyata memang benar, tidak ada cinta yang lebih tulus dari cinta seorang ayah kepada anak perempuannya.


"Sudah Puas?" Papa Nugraha datang menjajari Bella yang menatap lautan lepas.


"Ya! Terima kasih Papa udah Ajak Bella kesini" kata Bella memberikan senyum terbaiknya.


Papa Nugraha balas tersenyum. "Bagaimana perasaanmu?" tanya Papa Nugraha melirik anaknya.


"Udah agak lega. Tapi masih kayak ada sesuatu yang mengganggu" sahut Bella menyelipkan sulur rambutnya yang terbang terkena semilir angin.


"Ditinggalkan tanpa alasan yang jelas itu memang sangat menyakitkan. Tapi terkadang kita sebagai pria mempunyai pertimbangan tersendiri dalam mengambil keputusan" ucap Papa Nugraha membuat Bella menatapnya serius.


"Apa Papa juga melakukan hal yang sama ke Mama kalau sedang ada masalah?"


"Bisa jadi, Itu memang Naluri kita sebagai seorang pria yang tak ingin membuat pasangan kita khawatir" sahut Papa Nugraha lagi.


"Papa belain Axel?" Bella sedikit mencibir perkataan Papanya.


"Bukan. Papa hanya berbicara pengalaman Papa. Tapi itu terserah kamu, Karena Kalian yang menjalani. Kalau memang nggak bisa dilanjut yang sudah. Lepaskan jika ingin melepaskan, dan perjuangkan kalau masih ingin mempertahankan. Jangan berdiri ditengah-tengah, Itu akan menyakiti hatimu sendiri. Karena didalam cinta akan pernah ada yang setengah-setengah" kata Papa Nugraha dengan bijaksana. Ia tidak ingin membebani atau menghalangi Apa yang Bella lakukan. Ia sebagai orang tua akan mendukung jika itu memang terbaik untuk anaknya.


Bella masih terdiam di keheningan malam ketika ucapan Papanya berputar di kepalanya. Hatinya begitu bingung harus bersikap bagaimana. Akhirnya keesokan harinya ia memberanikan diri untuk datang ke rumah mereka yang sudah cukup ditinggalkan. Tapi jawaban yang di peroleh mengejutkan.


"Tuan Axel udah nggak pulang beberapa hari Ini Non, Tiga hari lalu Pulang juga cuma ganti baju terus balik lagi"


"Dia nggak bilang mau kemana Bi?" tanyanya sedikit mendesak.


"Enggak Non, Cuma bilang suruh membersihkan rumahnya setiap hari, itu saja" jelas Bibi Mauli membuat Bella tak puas.


Bella mengucapkan terima kasih dan segera masuk kedalam kamar yang sudah cukup lama ia tinggalkan. Kamar tempat dimana mereka menghabiskan waktu bersama. Tanpa sadar air mata Bella meleleh mengingat jika tak ada lagi seseorang yang mengganggunya setiap malam. Sikap dinginnya yang tak tertebak. Wajah lucunya saat mereka bermain, semuanya tentang pria itu ternyata dia begitu merindukannya.


Pandangan Bella lalu beralih pada meja kecil yang ada di samping ranjang. Terdapat satu obat yang sepertinya ia pernah melihatnya. Bella mengambilnya dan mengamati obat itu, Bella ingat jika obat ini sama seperti yang di temukan nya di apartemen. Bella penasaran sebenarnya itu obat apa? Kenapa Axel selalu menyimpannya?.


****


Bella membawa obat itu ketempat dimana teman ayahnya bekerja. Hubungan keduanya cukup dekat dan Bella juga sudah mengenalnya. Jadi ia bisa cukup mudah untuk membuat janji temu.


"Ini adalah sintesis turunan obat amfetamin yang dikenal karena efek halusinasi dan stimulannya (membuat bersemangat). Jenis narkoba ini berisiko tinggi disalahgunakan dan bisa menyebabkan ketergantungan. Darimana kau mendapatkan ini? Ini tidak diperjual belikan?"


"Narkoba?" Bella begitu syok mendengar penjelasan dokter tentang obat yang ditemuinya di kamar Axel.


"Ya, Ini namanya pil Ekstasi. Obat ini dapat meningkatkan suasana hati, energi, nafsu makan, dan gairah seksual. Namun, ketika efek tersebut berakhir, akan muncul gejala, seperti kebingungan, depresi, kecemasan, dan gangguan tidur yang membuat penggunanya membutuhkan dosis tambahan" jelas dokter itu lagi membuat Bella menggelengkan kepalanya.


Axel ternyata pengguna narkoba? Bagaimana bisa? Axel yang selalu terlihat baik-baik saja itu ternyata memiliki rahasia yang mengerikan. Bella merasa dirinya begitu bersalah karena tak pernah mengerti apa yang Axel alami.


"Apakah obat ini berbahaya?" tanyanya lagi.


"Ketika seseorang sudah menggunakan ekstasi dalam jangka lama, ia akan membutuhkan dosis yang semakin tinggi untuk mencapai rasa bahagia yang diinginkan. Apabila dosis itu tidak bisa tercapai, misalnya jika ia berhenti memakai ekstasi, ia akan mengalami efek putus obat atau sakau"


"Gejala putus obat yang bisa dirasakan antara lain gelisah, bingung, lelah, sulit konsentrasi, hingga depresi berat. Rasa tidak nyaman inilah yang bisa membuat orang ingin terus menggunakan ekstasi hingga akhirnya mengalami overdosis. Jadi obat ini sangat berbahaya jika terus dikonsumsi"


Penjelasan-penjelasan tentang obat yang di konsumsi Axel membuat tubuh Bella terasa lemas seperti ada sesuatu yang menghantam hatinya dengan pukulan yang keras.


"Ini yang terbaik buat kamu" Ia ingat bagaimana Axel menatapnya penuh luka. Air matanya menggenang membayangkan bagaimana Axel ternyata memikirkan perasaannya diatas segalanya.


Tapi ada sesuatu yang lebih besar seperti gelombang tsunami menghancurkan hatinya menjadi semakin luluh lantak. Ia tak sengaja membaca berita online yang membuat seluruh tubuhnya bergetar.


"Update terbaru! Sekretaris AL di duga dipecat karena kasus Skandalnya mencuat!"


Dengan meneguhkan hati, Bella membaca seluruh berita yang menyangkut orang tercintanya itu.


JAKARTA, EveryDay.Com. Dugaan skandal asmara antara AL (25th) dan sekretaris pribadinya itu ramai diperbincangkan di situs microblogging Twitter. Gosip di Twitter malah menyebut video yang beredar luas adalah foto keduanya saat masih menjalin hubungan. Isu yang beredar, AL telah memecat sekretarisnya itu setelah video mereka tersebar.


Sampai berita ini ditulis AL sama sekali belum memberikan klarifikasi apapun. Netizen menduga jika video itu memang benar adalah dirinya.


Bella membaca seluruh berita yang menyangkut nama Axel. Ditambah komentar pedas yang menghakimi dan menyudutkan membuat ia sepeti mendapatkan tamparan bertubi-tubi yang luar biasa menyakitkan. Sangat-sangat menyakitkan.


"Ra? Lo dimana? Gue butuh bantuan Lo" Ia merasa sudah tak mampu lagi menahan ini sendiri. Ia hanya berharap agar Axel kuat sampai gelombang tsunami ini mereda.


"Be Strong .. Be Brave ...


Happy Reading


TBC