MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Usaha Axel



"Udah? Lo mau ngajak gue ketemu cuma mau ngomongin hal yang nggak penting ini" Kata Bella di ikuti dengusan kecil.


"Bel, Apa sih susahnya ngelahirin anak itu, Aku bakal tanggung jawab!" kata Axel lagi dengan bersungguh-sungguh.


"Gue nggak butuh tanggung jawab Lo! Lo mikir nggak sih apa yang gue rasain, Apa kata temen temen gue nanti?. Orang bakal nilai gue tuh cewek apaan yang hamil diluar nikah? Belum lagi keluarga gue" kali ini Bella berbicara dengan suara bergetar, suaranya terdengar lirih. Matanya berkaca-kaca karena membayangkan apa yang akan dia lalui jika sampai semua orang tau dia sudah hamil.


"Kita pasti bisa ngadepin ini semua Bella, percaya sama aku" Axel meraih tangan Bella untuk meyakinkan wanita itu. Dia mengerti apa yang Bella rasakan. Tapi baginya tak mungkin ada masalah yang tak bisa di selesaikan. Semuanya pasti ada jalan selagi kita berusaha.


"Lo pikir ini semua gampang!" Sentak Bella dengan kesal, dia menarik tangannya dari genggaman Axel. Dasar tukang cari kesempatan.


"Aku udah kerja, aku bisa nafkahin kalian berdua, Aku juga bisa ngomong ke orang tua kamu kalau itu yang kamu takutkan" kata Axel dengan entengnya, baginya tak sulit jika harus menghadapi orang tua Bella.


"Tapi gue nggak mau nikah sama Lo!" Bentak Bella merasa ingin meremas batang leher Axel yang dengan seenaknya mengatakan hal itu.


"Oke, Gimana kalau kita menikah diam-diam? Dan Kita akan bercerai setelah anak itu lahir" ucap Axel dengan putus asa karena tak bisa membujuk Bella yang menurutnya keras kepala.


"Aku akan bawa dia pergi sejauh mungkin dari kamu, dan aku nggak akan mengganggu kehidupan kamu lagi" sambung Axel lagi. Mungkin itulah yang di inginkan Bella, dia tak menginginkan anak ini karena masih ingin menikmati masa remajanya. Baginya sudah cukup Bella mau melahirkan anak itu.


Bella menatap tajam pada Axel? Apa yang Axel ucapkan membuat dirinya marah. Jadi pria itu berfikir dia tak mau melahirkan anak ini karena Dia tak ingin di ganggu oleh anak itu?. Ya mungkin memang sedikit rasa itu ada, tapi selebihnya dia tak ingin membuat kedua orang tuanya malu.


"Gampang banget Lo ngomong! Lo pikir pernikahan itu lelucon? Dengan seenaknya ngomong bercerai! Lo enak ngomong gitu karena Lo nggak pernah jadi cewek! Apa Lo mikir di usia gue yang masih muda gue harus jadi janda? Lo cowok memang nggak akan ada bekasnya, Lo bebas mau keliaran dimana aja! Sedangkan gue? Badan gue bengkak dimana-mana dan Nggak akan ada cowok yang mau sama gue lagi! Mendengar ucapan Lo, gue makin yakin untuk ngilangin dia"


"Bella, bukan itu maksud aku, aku cuma nggak mau kalau aku dan bayi itu jadi beban buat kamu" kata Axel mencoba membuat Bella mengerti, dia sendiri cukup bingung harus menghadapi Bella dengan cara seperti apa.


"Lo pikir sekarang ini nggak jadi beban buat gue? Gue mau apa-apa itu susah! Mau kemana aja susah, jadi sebelum anak ini Gedhe gue akan gugurin dia meskipun Lo mau nikahin gue" Bella menatap Nyalang pada pria yang telah menodainya.


"Bella, kamu jangan ngaco! Hal itu resikonya besar, bisa membahayakan nyawa kamu" kata Axel mencekal tangan Bella yang hendak berlalu pergi dari sana.


"Gue nggak perduli, bagi gue hal itu lebih baik dari pada gue harus hidup karena rasa malu" sentak Bella mencoba melepaskan tangannya dari Axel.


"Nggak! Aku nggak akan biarin hal itu terjadi! Sadar bel, dia itu anak kamu juga" kata Axel dengan suara tegas, matanya menatap Bella dengan tajam. Dia mengeluarkan aura dinginnya membuat Bella sedikit takut.


"Bella!" Suara teriakan wanita terdengar memutus kontak mata keduanya. Wanita yang tak lain adalah kedua sahabat Bella, yaitu Karin dan Tiara. Oh my God! Bagaimana bisa mereka ada disini? Bella menatap keduanya dengan wajah pucat.


"Bella! Kak Axel! Kok kalian ada disini?"Tanya Karin begitu mereka sampai depan Bella.


"Ah Iya.. gue.. gue" Bella mendadak gagap bingung harus menjawab pertanyaan Karin. Apalagi tatapan Karin yang terasa mengintimidasinya. Bella menyadari apa yang Karin lihat, dia mencoba melepaskan tangannya yang sedari tadi di pegang Axel.


Axel masih menggenggam tangan Bella dengan erat sebelum dia melepaskannya karena merasa situasinya tak memungkinkan. Tapi dia tak memutus tatapan matanya yang sejak tadi terasa menghujam kearah Bella. Sedetik kemudian matanya membesar karena tubuh Bella tiba-tiba lunglai membuat Axel dengan sigap menangkapnya.


Axel sendiri tak membuang waktunya, dia langsung menggendong tubuh mungil Bella menuju rumah sakit. Dia merasa panik karena Bella yang tadinya biasa saja mendadak pingsan. Apalagi wanita itu sedang hamil, Axel sungguh khawatir di buatnya.


****


Sesampainya di rumah Sakit, Bella langsung ditangani. Axel memilih duduk di salah satu kursi tunggu. Dalam hati dia tak henti berdoa supaya tak terjadi apapun dengan Bella dan bayinya. Meskipun dia sendiri tak tau apakah Tuhan mau mendengar doa pendosa sepertinya.


"Minum dulu kak" Karin menyodorkan air mineral kearah Axel. Dirinya sedari tadi memang terus memperhatikan apa yang pria ini lakukan. Masih banyak tanda tanya besar di benaknya yang ingin ia tau jawabannya. Tapi Karin tau ini bukan waktu yang tepat, mungkin nanti.


Axel melirik wanita yang kini duduk disampingnya. "Terima Kasih" ucapnya cuek saja. Dia langsung meminumnya karena memang cukup haus.


"Sama-Sama" kata Karin lagi, suaranya terdengar lembut sekali. "Eum, Kakak nggak kerja?" tanya Karin ingin tau.


"Nggak!" jawab Axel singkat saja. Dia memang tak suka berbicara terlalu panjang.


"Kira-kita Bella sakit apa ya? Dia udah dua kali loh pingsan" kata Karin lagi.


"Nggak tau"


Karin merapatkan bibirnya, bingung harus bertanya apa lagi karena jawaban Axel yang super cuek. Kenapa dingin banget sih.pikir Karin.


"Gue udah hubungin Tante Anita, dia katanya bakalan Dateng bentar lagi. Gue mau pulang soalnya Nyokap udah nelpon, Lo gimana?" Tanya Tiara yang baru saja datang, Dirinya sebenarnya tak ingin meninggalkan Bella, tapi barusaja Mamanya menelepon kalau ada urusan penting.


"Ehm, gue... " Karin berucap dengan bingung, karena sebenarnya dia ingin disana untuk menemani Bella juga, atau lebih tepatnya ingin berdekatan dengan Axel. Dia merasa tak rela jika pria itu menunggu Bella sendiri.


"Kalian pulang aja, Aku yang bakal jaga dia! Orang tuanya udah mau Dateng kan?" sahut Axel menatap kedua wanita muda didepannya.


"Iya, mungkin bentar lagi Nyampe! Maaf ya kak, aku harus ngerepotin kakak lagi" kata Tiara tak enak hati. Dia lalu menarik Karin yang masih memasang wajah enggannya. "Permisi ya kak"


Axel mengangguk sebagai jawabannya. Setelah kepergian mereka, Tak selang beberapa lama ternyata kedua orang tua Bella datang. Axel langsung berdiri menyongsong keduannya.


***


JANGAN LUPA LIKENYA YA KAKAK..


Happy Reading


TBC