
Seperti janjinya, Hari ini Axel membawa Bella ke dokter kandungan. Meskipun masih mengalami muntah di pagi hari, Axel berusaha menahannya dan menemani sang istri ke dokter.
"Untuk usia kandungan yang masih terlalu dini belum bisa di usg ya, Ini baru masuk minggu ke tiga, Jadi ukurannya masih terlalu kecil. Nanti kalau usia janin sudah masuk trimester kedua baru bisa di lihat" Dokter menjelaskan hal itu ketika Axel menanyakan kenapa Bella tidak di usg.
"Apakah istri saya boleh melakukan penerbangan dok?" tanya Axel lagi.
"Tergantung keadaan Nona, Selama beliau merasa baik-baik saja, hal itu aman kok" jelas Dokter itu lagi. "Ini saya juga meresepkan vitamin dan suplemen makanan untuk Nona Bella, Semoga lancar sampai harinya ya" sambung dokter itu.
"Iya Dok, Terima kasih doanya" sahut Bella tersenyum tipis.
Mereka lalu berpamitan undur diri. Axel tak henti mencium tangan Bella yang ada di genggamannya, padahal banyak sekali orang yang melihat mereka.
"By! Malu ih dilihatin orang" kata Bella mencoba melepaskan tangannya.
"Biarkan saja, Kita tidak kenal mereka" Axel seperti biasa, hanya acuh dengan keadaan sekitar. Baginya ia sangat bahagia hari ini karena sebentar lagi ia akan menjadi Papa, Axel sungguh tak sabar menantikan hari itu.
"Sayang, Kalau kau menginginkan apapun, katakan saja padaku" kata Axel menatap serius pada Bella.
"Iya By"
"Bagaimana kalau kita membeli baju bayi sekarang?" Mata Axel membulat karena menemukan ide yang seru.
"Astaga By, Aku baru hamil 3 minggu. Jenis kelaminnya juga belum terlihat" kata Bella menggelengkan kepalanya mendengar keinginan suaminya.
"Aku hanya ingin anak kita tidak kekurangan sesuatu apapun nantinya"
"Kita bisa menyiapkan nanti kalau mendekati persalinan By. Lagian kan uangmu banyak, Jadi hal itu gampang saja"
"Bukan aku, Tapi uangmu Nyonya. Aku kan sudah bilang kalau aku tidak punya apapun lagi. Modal ku ya cuma ini" kata Axel meraih tangan Bella menyentuhkan pada pusaka nya.
"By!" Bella tersentak dengan tingkah suaminya itu.
"Ya biar kamu tau kalau posisiku sekarang cuma bisa ngasih anak ke kamu doang" kata Axel tertawa membuat Bella ikut tertawa karena tingkah absurd suaminya.
"Sayang, Aku pengen ice Cream" Ucap Bella tiba-tiba saat tak sengaja mobil mereka melintasi toko roti dan ice cream.
"Dimana?"
"Itu disana, Ayo putar balik"
"Baiklah" Axel menyetujui saja apa yang di inginkan istrinya.
"Kau tunggu saja disini, Aku akan membelikan mu, Mau rasa apa?" tanya Axel lagi.
"Apa saja, Coklat, Strawberry, Pokoknya aku mau semua" kata Bella dengan senyumnya yang indah.
"Banyak banget, Awas saja kalau tidak habis" kata Axel menggigit pelan pipi Istrinya yang cukup gembul.
"By!" seru Bella kembali kaget dengan tingkah Axel ini.
Axel hanya tertawa kemudian berlalu masuk ke toko es krim untuk membelikan keinginan istrinya. Toko itu ternyata cukup ramai, ada banyak anak kecil bersama orang tuanya. Setelah cukup lama menunggu, Axel akhirnya mendapatkan ice creamnya. Tapi tak sengaja matanya melihat seorang anak perempuan yang menangis, Ibu anak perempuan itu tampak membujuk putrinya yang entah menginginkan apa.
"Zhia, Besok lagi ya kita kesini nya, Besok pasti ada rasa coklatnya. Mau ya" bujuk Ibu anak itu.
"Nggak mau, Zhia mau sekarang, pokoknya mau sekarang" ucap anak itu malah menjerit dan malah menangis keras.
"Zhia Nggak boleh gitu sayang, Mama kan udah janji kalau besok pasti ada" Ibu anak itu masih membujuk anaknya ketika Axel mengulurkan tangannya dan memberikan ice cream nya.
"Ini" ucap Axel membuat mata anak itu berubah ceria.
"Buat aku om" sahut anak itu menatap Axel dengan matanya yang masih berair.
"Eh Maaf, Seharusnya tidak perlu Tuan" sahut Ibu Anak itu terlihat sungkan karena Anaknya meminta ice cream orang lain. Ia yang semula duduk membelakangi Axel berdiri untuk mengucapkan terima kasih, tapi ia kaget melihat siapa pemberi ice cream untuk putrinya.
"Kamu?"
Axel pun kaget melihat wanita di depannya ini. Tapi ia merubah ekspresi wajahnya biasa saja.
"Iya, Om pamit dulu ya. Habisin Ice cream nya, Selamat tinggal" Axel lebih memilih memusatkan perhatiannya pada anak perempuan yang kini tengah menikmati ice cream nya.
"Iya om, Makasih ya Om, Bye...Bye .." kata Anak perempuan itu memberikan senyum terbaiknya untuk Axel.
Axel sedikit tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya sebagai tanda berpamitan sebelum keluar dari toko es krim.
Wanita itu masih berdiri ditempatnya melihat punggung Axel yang menjauh.
"Dia masih sama seperti tujuh tahun yang lalu" batin Wanita itu memejamkan matanya singkat diiringi hembusan nafas yang berat.
*****
"By, Mana Ice Cream nya?" tanya Bella langsung saat Axel kembali namun tak membawa apapun.
"Ice Cream nya habis Sayang, Besok kita cari lagi ya"
"Kok bisa sih By, Aku maunya sekarang" seru Bella cukup kesal karena keinginannya tak si turuti, padahal ia sudah begitu menginginkannya.
"Tapi ice cream nya beneran habis, Besok aku janji pasti akan membelikannya untukmu, Ya? mau ya?" kata Axel malah kelimpungan saat melihat wajah istrinya yang kesal.
"Tau ah males, Aku udah nggak pengen" kata Bella melipat tangannya di atas perut menandakan ia tengah kesal.
Kekesalan Bella masih berlanjut sampai malam harinya, Padahal ia seharusnya sudah packing untuk kepulangannya. Ia juga selalu menjawab pertanyaan Axel dengan ketus membuat pria itu di buat kebingungan menghadapi Bella yang sedang ngambek itu.
"Sayang, Pesawatnya take off jam 9malam, Apa semuanya sudah siap?" tanya Axel masuk ke dalam kamar setelah ia memastikan jadwal keberangkatannya.
"Hmmm" sahut Bella seraya memainkan ponselnya, ia malas sekali melihat wajah suaminya.
"Masih ngambek ternyata, Kenapa sih istriku ini" Axel mendekati istrinya dan memeluk untuk membujuk.
"Apaan sih, Awas! Ganggu banget" Bella menyingkirkan tangan Axel yang melingkari perutnya.
"Nggak mau" kata Axel malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Udah sana, Aku lagi males lihat kamu By" seru Bella menggunakan sikutnya untuk menyingkirkan Axel.
"Aduh!" Axel mengaduh karena perutnya sakit akibat sikutan Bella.
"Astaga! Maaf..Maaf By.. Apakah sakit?" Bella langsung melemparkan ponselnya dan memeriksa keadaan Axel.
"Sakit..." Axel pura-pura meringis saat melihat wajah Bella yang panik.
"Maaf By, Aku nggak sengaja. Maaf ya" kata Bella merasa bersalah, ia mengelus lembut perut suaminya berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.
"Di maafkan, Tapi kau harus mencium ku dulu" kata Axel menarik kelapa Bella dan mencium bibirnya dengan lembut.
Bella tentu kaget dengan apa yang dilakukan Axel, tapi seperti biasa ia pasti akan luluh begitu saja kalau sudah seperti ini.
Happy Reading.
Tbc.