MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Rasakan!!



Keesokkan harinya, Bella terbangun dari tidurnya. Ia menatap sekeliling seolah mencari sesuatu. Ya dia memang sedang mencari Axel. Karena seingatnya semalam ia tidur di pelukan pria itu. Tapi kenapa sekarang orangnya tak ada. Bella menghela nafas, tak mau memikirkan pria itu.


"Mungkin hanya mimpi" gumamnya seraya beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Ini hari pertamanya sekolah setelah mengambil cuti seminggu. Dan Bella tak ingin sampai terlambat, selain itu ia juga tak sabar ingin bertemu kedua sahabatnya.


Tak membutuhkan waktu lama, Bella sudah siap dengan seragamnya. Namun ia merasa roknya terasa sesak, Bella menatap perutnya di kaca, ia memiringkan tubuhnya dan ternyata memang sudah sedikit menonjol. Bella menjadi was was, takut jika teman nya akan curiga.


"Sudah bangun?" Axel baru saja masuk ke kamar membawa senampan makanan. Ia baru saja memasak untuk sarapan.


Bella sedikit kaget saat Axel datang, ia menatap Axel yang masih menggunakan kaos oblong dengan rambut acak-acakan. Kenapa malah terlihat semakin ganteng?. Bella mengalihkan pandangannya dari wajah Axel, ia melirik nampan yang berisi nasi goreng dan susu?


"Aku membawa sarapan untukmu, Ehm dan aku juga membuatkan susu untuk ibu hamil, aku tidak tau kau suka rasa apa" kata Axel mengusap tengkuknya menutupi rasa malu yang ia tak tau entah karena apa.


Ya, saat mengetahui Bella hamil. Axel langsung mencari apa saja yang di butuhkan oleh ibu hamil di situs pencarian. Satu hal yang di ingat adalah susu untuk menguatkan kandungan dan juga nutrisi untuk ibunya. Jadi beberapa hari yang lalu Axel sudah membelikannya, tapi ia belum memberikan pada Bella. Dia juga merasa ragu karena takut Bella akan menolaknya.


"Kau membuat sarapan ini sendiri?" tanya Bella menatap ragu pada nasi goreng yang masih mengepulkan asap. Tampilannya begitu tak meyakinkan.


"Ya" kata Axel melirik wajah Bella yang terlihat meragukan masakannya. Ya dia memang tak pernah memasak. Tapi dulu waktu kuliah di luar negeri, Axel biasa memasak sendiri.


"Coba saja dulu, kau boleh membuangnya jika tak menyukainya. Aku ingin mandi dulu" kata Axel berlalu pergi meninggalkan Bella yang masih terbengong bengong.


Bella mengikuti Axel dengan pandangannya. Lalu mengalihkan tatapannya pada nasi goreng yang Axel buat. Bella lalu mengambilnya dan mencoba mencicipi. Mata Bella membesar merasakan nasi goreng yang ternyata begitu enak. Bella tak menyangka jika nasi goreng itu terasa enak, tidak seperti tampilannya yang buruk.


Bella kembali menyuapkan nasi itu ke mulutnya hingga tandas. Ia juga meminum susu yang dibuatkan Axel. Hah, perutnya benar benar kenyang. Tapi kenapa masih kurang?. Tak selang beberapa lama, Axel keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di perutnya. Bella hampir saja berteriak karena kaget, tapi ia memilih membuang muka saat matanya bersitatap dengan Axel.


"Apa kau tidak bisa pakai baju dulu sebelum keluar kamar mandi" cetus Bella risih melihat Axel yang bertelanjang ria.


"Aku tak suka ganti baju di kamar mandi" jawab Axel tersenyum sedikit melihat tingkah Bella. Lalu ia melihat piring dan gelas yang sudah kosong. Ia kembali tersenyum lega karena Bella mau memakan sarapan buatannya.


"Apa kau selalu tak tau malu begitu" gerutu Bella sebal membayangkan Axel selalu bertelanjang di depan para wanita lain.


"Bisa jadi" Axel menyahut dengan santai, ia mengambil setelan jas dan kemeja untuk bekerja.


Sebenarnya hari ini jadwal sangat sibuk, tapi entah kenapa ia biasa sesantai ini. Biasanya ia akan berangkat ke kantor saat matahari belum muncul dan pulang saat matahari sudah tak ada.


"Dasar! Ah sudahlah, aku mau berangkat sekolah" Dengan perasaan dongkol Bella mengambil tas miliknya dan segera pergi meninggalkan Axel yang tak tau malu.


"Tunggu! Kau ingin naik apa?"


Bella menghentikan langkahnya, ia baru sadar jika mobilnya ada di rumah. Sial! Kenapa ia sampai lupa. Sekarang dia harus naik apa dong. Ah kenapa juga harus bingung, ia bisa memesan taksi online.


"Bukan urusanmu" sahut Bella dengan ketusnya.


Axel menghela nafas melihat tingkah Bella yang random. Terkadang baik, terkadang membuat emosi. Tapi Axel menyadari jika Bella masih muda, dan biasa bersifat labil. Meskipun dia sendiri sampai dibuat kebingungan harus bersikap seperti apa pada wanita itu.


*****


"Sial! Ayo dong, kenapa nggak ada yang nyantol gini sih"


Bella tak henti mengumpat karena sejak tadi ia belum mendapatkan taksi. Mana sekarang sudah jam setengah 7 lebih. Dan ia harus sampai di sekolah pukul 7. Benar-Benar Sial. Saat Bella mulai putus asa, tiba tiba terdengar suara klakson yang mengejutkannya. Bella rasanya ingin memaki siapa pemilik mobil yang kini berada tepat disampingnya.


Saat kaca mobil di turunkan Bella langsung mendengus melihat Axel yang sudah begitu rapi dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.


"Belum dapet juga?" tanya Axel menatap Bella.


"Belum"


"Nggak perlu" Tidak mungkin Bella membiarkan Axel mengantarnya ke sekolah. Bisa gawat kalau teman-temannya tau.


Axel mengerutkan dahinya mendengar penolakan Bella. Benar benar wanita keras kepala, pikirnya. Padahal waktu sudah begitu mepet begini.


"Kau yakin? Sebentar lagi jam 7, kau akan terlambat dan pintu gerbang sekolah mu akan di tutup....


Brak


Axel menahan tawanya melihat Bella yang sudah duduk manis di sampingnya. Bella sendiri tak mendengarkan apapun yang pria itu ucapkan, yang jelas ia tak mau terlambat. Karena selama ia sekolah disana ia tak pernah sekalipun terlambat. Apalagi dia harus menjalani hukuman untuk mengepel seluruh kamar mandi.


Iyuhh...


"Tunggu apa lagi? Kau mau aku terlambat" seru Bella melirik sebal pada Axel.


"Hei, kau mau apa?" teriak Bella kaget saat Axel mendekatkan tubuhnya.


"Jangan macam-macam" seru Bella lagi melotot pada Axel.


Axel mengerutkan dahinya mendengar teriakan Bella. Apa yang sebenarnya wanita itu pikirkan.


"Menurutmu aku mau apa?" Axel menyeringai menyadari apa yang sedang di pikirkan Bella.


"Tidak tau, dan cepat menyingkirlah" Bella mulai gugup saat wajah Axel begitu dekat dengannya.


"Kalau aku tidak mau?" Axel sengaja mendekatkan wajahnya membuat Bella menutup matanya.


Tawa Axel langsung pecah saat melihat Bella menutup matanya. "Hahaha, kenapa kau menutup matamu?"


Bella langsung membuka matanya saat melihat Axel tertawa. "Aku pikir kau ...." Bella mengutuk kebodohannya karena sudah berfikir jika Axel akan menciumnya seperti adegan yang sering ia tonton di drakor. Tapi..


"Kau pikir aku akan mencium mu? Hahaha, ternyata otakmu tak sepolos yang ku kira Nona Bella" Axel masih belum berhenti tertawa hingga matanya berair.


"Apaan sih, Kau juga kenapa mepet ke aku terus?" seru Bella tak terima Axel menertawakannya.


"Aku hanya ingin memasangkan sabuk pengaman mu" jawab Axel melirik sabuk pengaman Bella yang belum terpasang. Mungkin karena wanita itu terburu-buru


"Sial!" umpat Bella merasa malu. Menyadari jika dia sudah berfikiran mesum.


"Udah diem deh, udah siang nih, buruan anterin aku ke sekolah" seru Bella tak ingin meladeni Axel yang bertingkah absurd.


"Baik Tuan Putri" kata Axel melajukan mobilnya karena memang hari semakin siang.


"Ngejek terus" cetus Bella mencubit keras bahu Axel, kekesalannya sudah di tingkat dewa.


"Aw...." Axel meringis kesakitan, ia tak menyangka Bella akan mencubitnya.


"Rasakan!!" Bella tersenyum senang melihat Axel yang kini mengusap-usap bahunya yang pasti akan membiru karena cubitan Bella yang begitu keras.


****


Jangan lupa like dan komen..


Happy Reading


TBC