
Axel merasa sudah sangat tak tahan, tapi ia juga tak enak jika harus memuntahkan nasi goreng yang di buat mertuanya. Ini sungguh aneh, karena tadi ia baik-baik saja. Kenapa sekarang merasa mual.
"Axel kenapa?" Tanya Papa Nugraha yang menyadari wajah menantunya yang pucat.
"Astaga By, kamu kenapa pucat banget gini? Sakit?" kata Bella meletakan sendoknya dan memegang dahi suaminya.
"Mual..." kata Axel tak bisa menahan diri lagi dan langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
Semua orang tampak kaget melihat Axel yang tiba-tiba muntah, Apalagi Mama Anita, karena menantunya muntah setelah memakan masakannya.
"Aku lihat dulu" kata Bella ikut menyusul suaminya.
Axel memuntahkan isi perutnya hingga mulutnya pahit, tubuhnya pun terasa lemas dan kepalanya pusing. Bella mengambil tisu dan membantu mengelap bibir suaminya.
"Kamu kenapa By? Masakannya nggak enak?" tanya Bella dengan raut khawatir.
"Bukan...tiba-tiba mual" kata Axel dengan suara lemah.
"Ya udah, kamu tiduran dulu di kamar. Aku buatin air jahe ya" kata Bella mengajak suaminya ke kamar.
"Tadi kamu juga belum selesai makan By, Aku bawain kesini mau?" kata Bella mengusap-usap pelan kepala Axel yang kini terpejam untuk mengurai rasa mualnya.
"Enggak usah, Aku mau tidur aja" kata Axel tak bertenaga, ia merasa harus tidur agar tak kembali mudah.
Bella mengerutkan dahinya saat mendengar perkataan Axel. "Atau mau ke dokter aja? Ntar biar di kasih obat" kata Bella lagi.
"Obatnya udah ada" kata Axel membuka matanya dan melihat istrinya.
"Serius ada? Mana?" tanya Bella dengan wajah polosnya.
Axel mengulas senyum, ia lalu menarik tangan Bella membuat wanita terjatuh dan secepat kilat ia langsung melu mat bibir tipis merah jambu istrinya. Tangannya menekan tengkuk Bella membuat Bella gelagapan. Ia memukul lengan suaminya karena ciuman mengagetkan ini.
"Makasih obatnya, Aku bentar lagi sembuh" kata Axel mengusap bibir Bella yang basah.
"Bisa-bisanya ih!" seru Bella menjewer telinga Axel pelan tapi pria itu hanya tertawa dan kembali menarik tangannya.
"Mau apalagi? Aku mau turun, Rendra nanti nyariin" kata Bella kembali melotot.
"Memangnya mau apalagi? Ya tidur, Kalau kamu mau yang lain juga boleh, Aku siap" kata Axel kini sudah berhasil merengkuh tubuh Bella dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.
"Enggak....Ini masih pagi, Nggak enak sama Mama juga" kata Bella dengan mata terpejam menikmati sapuan manis di sepanjang lehernya.
Tapi Axel tetaplah Axel yang tak pernah berubah. Kalau dia sudah menginginkannya, pasti punya 1001 satu cara untuk membuat istrinya bertekuk lutut. Bella sampai heran karena meski sakit, kekuatan suaminya ini tak berkurang sama sekali.
"By....Cepet...Nanti...Mama Nunggu" ucap Bella dengan nafas terputus dan mere mas lengan Axel yang mengayun di atas dirinya.
"Bentar lagi..." kata Axel kembali mencium bibir Bella dan memeluk tubuh istrinya erat saat ia sudah menyelesaikannya.
Dan Bella untuk ke dua kalinya harus mengigit pundak Axel untuk melampiaskan gelombang kenikmatan yang membuat tubuhnya luluh lantak. Axel yang melihat istrinya memejamkan mata dengan mulut setengah terbuka menyeringai.
"Tadi katanya nggak mau, tapi sampek dua kali" kata Axel dengan nada mengejeknya.
"Diem!" Sungut Bella mendorong tubuh tegap Axel agar menyingkir dari tubuhnya membuat Axel semakin tertawa melihat wajah Bella yang malu bercampur kesal, sungguh menggemaskan.
*****
Bella turun ke ruang tengah setelah membersihkan dirinya, Papa dan Mamanya tampak menatap dirinya yang datang dengan rambut setengah basah, namun tak mengatakan apapun.
"Lumayan, sekarang lagi tidur. Anak Mama sini" kata Bella meraih Rendra yang terlihat sudah mengantuk.
"Muntah-muntah kenapa? Apa sakit? Atau gara-gara nasi goreng Mama" kata Mama Anita dengan raut khawatir.
"Enggak, Nasi goreng Mama enak kok. Lagi nggak enak badan aja dia" kata Bella seadanya karena ia juga ikut makan nasi goreng, tapi dia baik-baik aja.
"Apa kamu hamil lagi? Gejalanya kayak waktu kamu hamil Rendra" kata Mama Anita membuat Bella membesarkan matanya.
Hamil lagi?
"Enggak mungkin Ma, Aku pake KB" kata Bella malah merasa tidak yakin dengan ucapan Mamanya, atau tidak yakin dengan dirinya sendiri.
Tapi semenjak kedatangannya ke rumah Mamanya beberapa minggu lalu, Axel terus mengalami mual dan muntah setiap harinya persis seperti waktu ia hamil dulu membuat Bella merasa sedikit cemas.
Hamil lagi?
Hamil lagi?
Kata-kata itu terus berputar di kepalanya, Daripada menerka-nerka, Bella langsung menemui Dokter Evelyn untuk periksa tanpa sepengetahuan Axel karena ingin memastikannya terlebih dulu. Ia menelan ludahnya gugup, cemas dan tentu bingung.
"Positif" kata Dokter Evelyn tersenyum menyerahkan testpack yang menunjukan hasil dua garis merah.
"Ba..bagaimana bisa dok?" Wajah Bella berubah pias, Rendra bahkan masih berumur 6 bulan, ini sungguh di luar dugaannya.
"Bukanya saya sudah memakai IUD?" tanya Bella bingung.
"Ya keberhasilan alat kontrasepsi IUD memang 99%, tapi peluang ibu hamil masih ada, meskipun sangat jarang, mungkin hanya 5%" kata Dokter Evelyn.
"Jadi? Saya termasuk 5persen itu dok?" tanya Bella lagi.
"Bisa jadi, Habis ini kita usg ya, biasanya terjadi kehamilan karena IUD bergeser" kata Dokter Evelyn tersenyum.
"Apakah aman dokter? Saya baru saja melakukan operasi SC enam bulan lalu?" tanya Bella lagi.
"Perkembangan ilmu kedokteran sudah sangat canggih Nona Bella, Jadi tidak ada di khawatirkan. Apalagi sekarang di obat-obatan yang efektif, jadi tidak masalah ya" kata Dokter Evelyn lagi.
Bella merasa sepertinya baru kemarin, ia merebahkan tubuhnya di ranjang rumah sakit setelah operasi anaknya, kini ia merasakan Dokter Evelyn memutar-mutar alat usg di atas perutnya yang sudah di olesi Gel.
"Iya benar, IUD bergeser sedikit. Kita lihat sekarang....Nona Bella memang subur sekali" kata Dokter Evelyn membuat Bella terpaku pada bulatan kecil di layar monitor.
"Kehamilan yang sehat, kantung rahim bagus, detak jantung bagus... sekarang panjangnya udah 6mm dan usianya 7 minggu" kata Dokter Evelyn menyerahkan selembar foto hitam putih padanya.
"Selamat ya Nona Bella atas kehamilannya, Yang kedua atau ketiga?"
****
Bella tiba di rumah pukul delapan malam, Dilihatnya Rendra sudah tidur bersama Axel. Tumben banget, pikirnya. Biasanya Axel sangat jarang tidur sore. Bella mencium kening Axel dan Rendra bergantian sebelum membersihkan diri dan ikut bergabung dengan dua orang terpenting dalam hidupnya.
Keesokan harinya, Seperti biasa Bella langsung ke dapur dan memasak, Ia baru saja selesai membuat menu yang pertama ketika mendengar suara Axel yang berteriak dari dalam kamar, Bella hanya tersenyum. Axel pasti sudah melihat foto usg dan testpack yang sengaja ia letakan di wastafel kamar mandi, karena Axel pasti akan muntah setelah bangun tidur.
Happy Reading.
TBC.