
Tapi disaat Axel sedang begitu fokus, Mawar tak sengaja menumpahkan minuman di atas berkasnya hingga basah sampai mengenai celannya.
"Astaga, Maaf Tuan saya tidak sengaja" kata Mawar mengambil tisu dan mengusap lembut paha Axel.
Axel begitu kesal, Ia sangat tau kalau hal itu bukanlah kesengajaan. Ia langsung menepis tangan mawar yang ini menyentuh dirinya.
"Singkirkan tanganmu!" Sentaknya kesal.
"Saya akan membersihkannya Tuan, Celana anda basah" kata Mawar masih tak menyerah. Ingin kembali menyentuh Axel meskipun pria itu sudah menolak berkali-kali.
"By?" Axel mengangkat wajahnya saat mendengar suara yang sangat familiar berada dibelakangnya. Tiba-tiba Axel merasakan punggungnya dialiri keringat padahal AC kafe itu begitu dingin.
****
Bella baru saja keluar dari salon langganannya. Ia baru saja melakukan treatment mencuci rambut dan mengecat kukunya yang indah. Akhir-akhir ini ia memang tidak percaya diri karena tubuhnya yang membengkak, maka dari itu Ia sering menghabiskan waktunya di salon untuk mempercantik diri.
Bella tersenyum puas saat melihat tampilan dirinya yang ia rasa sudah cantik dan siap untuk menemui Axel. Ia sengaja ingin memberi kejutan untuk suaminya itu. Tapi sebelum datang ke kantor, Ia menyempatkan mampir ke restoran untuk mengisi perutnya yang lapar.
Tapi ia tak menyangka bisa bertemu suaminya disini. Wajah Bella langsung berubah saat melihat ada seorang wanita yang ingin menyentuh suaminya. Dengan langkah cepat, Bella langsung mendatanginya.
"By?" panggilnya membuat Axel mengangkat pandangannya.
"Bella.." ucap Axel lirih.
"Disini juga? Aku baru aja mau ke kantor nemuin kamu" kata Bella melirik tajam pada wanita di depannya, tapi tak mengatakan apapun.
"Iya, Aku lagi ada meeting. Tuan Harun, Perkenalkan ini istri saya" Axel bergegas mendatangi istrinya dan mengusap-usap lembut lengannya saat melihat tatapan istrinya yang tajam menusuk.
"Oh iya, Istri anda sangat cantik. Senang berkenalan dengan anda Nona" kata Tuan Harun tersenyum tipis pada Bella.
"Yaudah, Aku mau pulang dulu By, Capek banget seharian di luar terus, kamu lanjutin aja pekerjaan kamu" kata Bella melirik suaminya sebentar lalu berjalan keluar dari restoran.
"Maaf, Saya tinggal sebentar" kata Axel sebelum menyusul istrinya.
"Bella..." panggilnya membuat wanita itu berhenti.
"Ada apa lagi?"
"Pulang bareng sekalian aja, Aku tinggal dikit lagi, setelah tanda tangan langsung pulang. Mau ya?" kata Axel sudah hafal dengan wajah istrinya yang merajuk itu.
"Enggak mau, Aku mau pulang sendiri aja. Hubby kenapa diem aja waktu wanita itu pegang-pegang, Hubby seneng? Iya?" kata Bella mulai bersungut-sungut.
"Astaga Yang, Tadi itu nggak sengaja. Aku lagi kerja" kata Axel menatap istrinya serius.
"Hubby yang kerja, Tapi wanita itu mikirnya kemana-mana. Udah, Aku mau pulang" kata Bella melenggang pergi begitu saja.
Itu adalah kejadian yang entah keberapa kalinya. Istrinya selalu ngambek tiap Axel berdekatan dengan wanita lain. Padahal seharian dia sudah begitu capek dan ingin langsung istirahat. Sesampainya di rumah, di lihatnya Bella sedang tiduran sambil memejamkan mata. Ia tau kalau wanita itu belum tidur.
"Sayang... Udah tidur?" tanya Axel dari belakang tubuh istrinya. Ia membelai perut istrinya.
"Kamu jangan ngambek terus dong, Aku itu kerja buat kamu, Aku nggak ada main-main di luar" kata Axel lagi.
Bella membuka matanya, menatap wajah suaminya yang terlihat lelah. Ia sebenarnya merasa kasihan, tapi juga kesal mengingat wanita tadi menyentuh suaminya. Entahlah, Bella merasa kehamilannya ini, Ingin sekali melihat suaminya menderita.
"Yaudah aku minta maaf terlalu cemburuan, Aku mau tidur" kata Bella menyingkirkan tangan Axel dari perutnya.
"Ckkk!!" Axel berdecak kesal dengan tingkah istrinya ini. Lalu bangkit untuk membersihkan diri karena ia butuh kesegaran untuk membujuk istrinya.
Setelah beberapa menit, Axel sudah kembali dengan wajah yang segar dengan rambut setengah basah. Ia merangkak naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang..." bisik Axel mengecup telinga istrinya.
"Enggak, Aku mau itu..." Axel merasa kesabarannya sudah habis, Ia menarik lengan Bella agar telentang.
"Apaan sih..." kata Bella mendongak menatap sang suami yang sialnya malah terlihat begitu tampan dengan rambut setengah basah.
"Aku mau, Kamu nggak boleh nolak" kata Axel langsung mencium bibir Bella dengan ganas.
Seperti tersihir, Bella malah terbawa suasana dan menyambut ciuman suaminya. Beberapa menit saja, tubuhnya sudah lemas.
"Udah By..." kata Bella yang malam itu sudah keluar tiga kali.
"Mau lagi..?"
"Enggak...Aku udah lemes" kata Bella.
"Biar nggak cemburuan lagi, Aku siap nambahin nya..." bisik Axel kembali memasuki tubuh istrinya.
"Ampun By..." ucap Bella lirih dengan mata terpejam.
*****
Keesokan harinya suami istri itu tampak sudah kembali akur. Bella juga sudah melupakan kejadian kemarin sore. Ia kini sedang bersiap-siap karena akan memeriksakan kandungan dengan di temani suaminya.
"Kamu nggak apa-apa By hari ini libur?" tanya Bella setelah ia menyelesaikan acara dandannya.
"Siapa yang mau ngelarang, Aku kan CEO nya. Jadi terserah aku mau libur atau enggak. Udah?" kata Axel tersenyum sedikit sombong.
"Udah, Tapi aku rasa badan aku kok besar banget ya By, Pipi aku perasaan makin gembung" kata Bella saat menatap dirinya di kaca.
"Enggak, Kamu makin cantik, Apalagi kamu lagi hamil anak aku. Makin tambah cantiknya" puji Axel seraya memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Axel tidak berbohong, Semenjak hamil Bella memang semakin terlihat cantik dan segar. Meskipun tubuhnya bertambah, Tapi menurut Axel, Bella malah semakin seksi dan ia sangat menyukainya.
"Ya hamil anak kamu, Memangnya anak siapa lagi" kata Bella masih cemberut.
"Aku bercanda yang, serius banget sih" kata Axel menguyel-uyel pipi istrinya.
"Aku juga bercanda, Ayo, berangkat. Katanya nanti mau sekalian cari kado pernikahan buat kak Jofan" kata Bella tersenyum tipis saat melihat wajah suaminya yang serius.
Axel mengiyakan dan segera mengajak istrinya ke dokter kandungan. Karena sudah melakukan reservasi sebelumnya, Axel dan Bella tak perlu mengantri. Mereka langsung masuk dan segera di periksa.
"Bayinya sehat sekali ini. Perkiraan beratnya sudah 1 kilogram lebih, Dilihat dari samping hidungnya kelihatan mancung sekali. Mau tau jenis kelaminnya enggak?" Kata Dokter Evelyn menatap layar monitor yang menampakkan bayi Bella dan Axel.
"Enggak usah sus, Biar jadi kejutan aja" kata Axel dan Bella memang sudah sepakat untuk merahasiakan jenis kelamin anak mereka.
"Baik. Rencananya mau lahiran normal kan?" kata Dokter Evelyn lagi.
"Iya dok, Saya mau lahiran normal" sahut Bella sudah memikirkan hal itu.
"Kalau lahiran normal sakit nggak dok? Saya mau istri saya nggak ngerasain sakit dan cepet, bisakah?" kata Axel sedikit meringis saat mengatakan hal itu membuat Dokter Evelyn tertawa.
"Orang melahirkan ya pasti sakit. Tapi kondisi Nona Bella dan Bayi anda sehat. Air ketuban dan letak kepala bayi sudah ada di tempatnya. Jadi saya sarankan untuk lahiran normal saja" kata Dokter Evelyn lagi lalu menyerahkan. selembar foto usg yang baru dicetak.
Axel menerima foto itu dengan perasaan bahagia dan juga bangga. Ia merasa seperti dejavu, tapi juga terasa berbeda. Hal sama tapi situasi berbeda.
Happy Reading.
Tbc.