MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Pria Yang Egois.



Axel menatap Bella yang sudah terlelap. Hatinya begitu sakit saat sadar dengan apa yang telah dilakukannya. Ia kembali ke kebiasaan buruknya jika mempunyai masalah akan lupa segalanya. Ia tidak bermaksud memarahi Bella, Ia hanya terlalu khawatir kepada wanita itu.


Setelah membersihkan diri, Axel langsung merebahkan tubuhnya di samping Bella. Ia baru saja ingin memeluk tubuh istrinya saat merasakan ponselnya bergetar. Awalnya dia tak mau mengangkatnya, tapi ponsel itu terus bergetar membuat Axel merasa terganggu.


"Halo?" Axel memutuskan mengangkat panggilan itu. Ia mengecilkan nada suaranya agar tidak menggangu Bella.


Tapi hal itu malah menggangu Bella yang sebenarnya belum tidur. Bella membuka matanya dan air matanya kembali mengalir. Ia mengigit bibir bawahnya untuk meredam suara tangisnya.


"Ada apa? Istriku sedang tidur" kata Axel lagi, Bella tidak bisa mendengar suara siapa yang di telepon itu. Axel lalu turun dari ranjang dan berjalan menjauh.


Mendengar hal itu air mata Bella kembali menetes, Ya Tuhan, Kenapa Axel menjadi pria kejam seperti ini. Dia tega menutupi segalanya darinya. Bella tak tahan jika terus seperti ini. Tak berapa lama, Axel datang kembali dan langsung tertidur. Bella hanya diam meskipun air matanya sudah membasahi wajahnya.


"Bahkan sekarang kau juga tidak memelukku By"


Bella mengubah posisi tidurnya menatap suaminya yang terlelap. Setiap melihat wajah itu bayangan foto dan video itu berputar di kepala Bella membuat dirinya tidak bisa tidur. Bella memutuskan untuk bangun dan menyibukkan dirinya dengan membuat kue membuat makanan yang entah apa gunanya. Yang jelas ia tak ingin merasa gila karena tingkah suaminya.


Axel bangun pukul setengah 7 pagi. Lagi lagi Bella sudah tidak ada di sampingnya. Axel tidak langsung mandi, ia turun untuk mencari istrinya lebih dulu. Sesampainya di ruang makan Axel tertegun saat melihat Bella tertidur di meja makan.


"Nona Bella sudah bangun sejak jam 1 malam Tuan, Beliau memasak dan sepertinya ketiduran" kata Bibi Mauli, Axel hanya mengangguk singkat.


Meskipun dalam tidurnya, Axel bisa melihat kesedihan di wajah istrinya. Apakah Bella sedih karena ia memarahinya kemarin? Axel merasa sangat bersalah, tidak seharusnya ia memarahi Bella dan berbicara begitu kasar pada istrinya.


Dengan perlahan, Ia menggendong tubuh istrinya. Ia kembali menatap wajah Bella yang terlihat pucat, lingkar hitam tampak sangat jelas di matanya. Axel sadar jika dia sudah menjadi pria paling egois di dunia ini. Ia tak memikirkan perasaan Bella sama sekali, Harusnya ia yang malu karena terus membuat istrinya menangis. Istrinya itu pasti tertekan dan merasa tak diperhatikan olehnya.


Axel mencium kening Bella sangat lama, membuat wanita itu terganggu.


"By..." ucap Bella dengan suara serak. Matanya terasa masih sangat lengket karena jam 5 tadi ia baru tidur.


"Kamu istirahat aja, Aku juga mau ke kantor" kata Axel mencegah saat melihat istrinya ingin bangun.


"Iya" sahut Bella menatap suaminya sendu.


"Jangan pergi lagi tanpa sepengetahuanku, Aku sangat mencemaskan mu kemarin" kata Axel memegang kedua tangan istrinya dan menciumnya.


"Aku tidak akan pergi dan tidak akan mengganggumu" kata Bella membuat Axel bingung namun tak mengatakan apapun.


Ia segera bersiap dan berangkat ke kantor. Bella hanya diam memperhatikan punggung Axel yang menjauh.


"Dia akan pergi bekerja atau...." Air mata Bella kembali menetes, sialan memang. Kenapa dia begitu cengeng seperti ini.


*****


Selama perjalanan menuju kantornya, Axel terus memikirkan Bella. Ia sudah menyuruh dua orang pengawal untuk menjaga di rumah mereka.


"Tuan maaf, Ada yang mencari anda" kata Bram saat dirinya baru masuk ke kantor.


"Siapa?" tanya Axel tak ada ramah-ramahnya sama sekali.


"Nona yang kemarin, Beliau sudah menunggu di ruangan anda" kata Bram.


"Kenapa kau membiarkannya masuk!" Bentak Axel begitu kesal, ia menarik kerah baju asistennya itu untuk meluapkan emosinya yang sudah ada di ubun-ubun.


"Dasar Bodoh!!" umpat Axel menghempaskan tubuh Bram dengan kasar.


"Apa yang kalian lihat! Kembali bekerja!" teriak Axel lagi saat melihat kerumunan karyawan yang melihat dirinya dan Bram.


"Usir wanita itu kalau kau masih sayang nyawamu!" kata Axel kemudian berlalu keluar dari kantor. Kepalanya terasa ingin pecah karena banyaknya masalah akhir-akhir ini.


Flashback On.


Axel keluar dari kantor pukul 5 sore, Ia juga sudah mengabarkan pada istrinya kalau akan segera pulang. Sebelum itu, Axel menyempatkan diri membelikan bunga untuk istrinya karena Bella sangat suka jika ia membawakannya. Tapi saat ditengah perjalanan, Ia mendapatkan telepon yang mengejutkan.


"Tuan, Salah satu restoran kita diserang oleh orang yang tidak di kenal. Mereka juga membuat kekacauan hingga menimbulkan kebakaran. Saat ini banyak pengunjung yang terjebak!" Suara Bram terdengar begitu panik.


"Bagaimana bisa? Aku akan kesana sekarang!" ucap Axel langsung panik dan kaget sampai melupakan janjinya untuk mengantar Bella ke dokter.


Sesampainya di tempat kejadian, Suara ambulance dan mobil pemadam tampak sudah berjajar di depan restoran miliknya. Axel menatap beberapa korban yang berhasil di evakuasi. Saat ia sibuk bertanya tentang kronologi kejadiannya pada pegawainya, perhatiannya tak sengaja teralihkan oleh sosok yang sangat dia kenal.


"Naura?" panggilnya saat melihat Naura yang bersimpuh seraya memangku putrinya yang terluka.


"Axel! Tolong bantu aku. Zhia..." Naura tak bisa melanjutkan ucapannya, Ia menangis saat melihat putrinya yang terluka.


"Kita bawa ke rumah sakit sekarang" kata Axel yang tak memikirkan apapun lagi. Ia segera menggendong tubuh mungil Zhia yang kepala dan tangannya terluka cukup parah.


"Dokter tolong selamatkan anak saya dokter" kata Naura menatap dokter itu penuh harap, air matanya terus mengalir memikirkan nasib putrinya.


"Kami pasti akan melakukan yang terbaik Nona" kata Dokter itu lagi.


Naura tak menyahut, Ia hanya menatap nanar saat putrinya di dorong masuk untuk di obati. Ia lalu menatap Axel yang masih ada disana. Naura langsung menubruk Axel dan menangis di pelukan pria itu.


"Zhia.. Zhia terluka gara-gara aku Axel, Harusnya aku bisa menjaganya. Dia pasti kesakitan sekarang" kata Naura memeluk tubuh Axel dengan erat.


Axel hanya diam mematung, ia tahu apa yang di rasakan Naura karena di pun pernah dalam posisi yang sama. "Zhia pasti baik-baik saja" kata Axel menepuk-nepuk punggung Naura yang terisak.


"Makasih, Makasih kamu udah mau bantu aku" kata Naura lagi.


"Iya, Itu memang tanggung jawabku karena kalian terluka di restoran ku" kata Axel melepaskan tangan Naura yang melingkar di pinggangnya.


"Maaf, Aku hanya terbawa suasana" kata Naura mengulum bibirnya.


"Iya nggak apa-apa. Aku mau pulang dulu. Nanti Asistenku yang akan ngurus semuanya. Kamu tenang aja, Zhia pasti akan mendapatkan perawatan terbaik" kata Axel tentu harus memberikan kompensasi untuk mereka karena mereka mengalami kecelakaan di restoran miliknya.


"Kamu nggak mau disini dulu? Aku udah nggak punya siapa-siapa Axel, Aku takut nanti kalau Zhia butuh apa-apa" kata Naura menatap mantan kekasihnya penuh harap.


"Maaf Ra, Istriku di rumah juga sendirian. Aku harus pulang sekarang"


Happy Reading.


Tbc.