Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 18: Contrast, part 1



...—7th July, E642 | Karna Great Empire—...


KASTIL Asura terletak tepat di antara tiga bukit yang berdiri di barat laut Nareya, ibukota Karna Great Empire yang berjaya. Tiga bukit itu terletak di kiri, kanan, dan belakang kastil—di belakang bukit itu adalah pegunungan yang terbentuk atas enam gunung. Sementera itu, di bagian depan kastil adalah lembah. Lembah itu tidak gersang, tetapi hijau oleh kehidupan.


Dua bukit di kanan dan kirinya seolah bertindak sebagai kedua kaki tebing berlumut dan berbatu. Jika bukan karena dataran tinggi yang memanjang di kanan dan kiri kedua bukit tersebut, tentu Kastil Asura akan terlihat seolah-olah hidup dan berdiri dengan sendirinya. Agak seram jika seseorang melihat kastil itu di malam hari, meskipun sejatinya kastil itu masih relatif baru dan terawat dengan sangat baik.


Air pegunungan mengalir dari dalam kastik membentuk sungai kecil yang kemudian menuruni tebing dan menjadi air terjun kecil. Danau kecil adalah muara air terjun tersebut, letaknya sekitar dua ratus meter di bawah tebing di mana Kastil Asura berdiri. Ujung danau kecil itu membentuk sungai. Dari atas air terjun tersebut, terlihat samar perumahan berdiri berjejer dan berpencar di sepanjang aliran sungai itu.


Xavier—dirinya yang original—mendarat di atas bukit di kanan Kastil Asura. Belahan dirinya yang tadi malam berjaga sudah ia hilangkan, tetapi ia sudah menciptakan belahan diri lain untuk menemani Monica dalam tugas mereka mengumpulkan informasi. Monica bukan Kanna, dan jelas dia bukan Nizivia. Karenanya, Xavier tidak khawatir jika gadis itu menyadari kalau kekuatannya telah terbagi tiga.


Xavier membuat tubuhnya menjadi tak terlihat, lalu melesat ke atas kastil. [Reverse Law] adalah sihir serbaguna. Xavier tak merisaukan pijakan kakinya akan memberitahu penjaga akan kehadirannya; gelombang bunyi yang disebabkan oleh pertemuan antara kakinya dan atap kastil telah terlebih dahulu menghilang. Terlebih dengan statusnya yang saat ini tak bisa dilihat mata telanjang, penyusupannya akan aman.


Ada total 44 prajurit berseragam coklat bergaris-garis hijau-merah yang berjaga di sekeliling kastil.


Meski tanpa melihat mereka bertarung, Xavier bisa mengasumsikan kualitas mereka sama dengan mantan anak buahnya di Chiron Army. Tapi itu tak mengejutkan. Untuk menjaga tempat seperti kastil tempatnya berpijak ini, kuantitas tidak bisa diandalkan; yang harus diandalkan adalah kualitas.


Namun begitu, pastinya, Xavier tidak berpikir dan tak memuji mereka lebih dari itu. Jika mereka semua sekuat seorang commander, mungkin ia akan diam dan lebih banyak berkomentar. Jika hanya segitu…. Xavier melompat dan mendarat di depan kastil—tepat di samping aliran air yang hendak jatuh—tanpa menimbulkan sedikit pun bunyi.


Xavier tak berhenti lama; beberapa detik setelah mendarat ia langsung melangkah lurus menuju pintu masuk dengan kepala tegak. Tindakan Xavier akan menjengkelkan assassin atau mata-mata mana pun. Bagaimana tidak? Para assassin atau mata-mata akan bersusah payah jika mereka berada di posisi Xavier saat ini. Namun, Xavier hanya melangkah maju secara leluasa dan dengan kepala tegak.


[Sensory Magic] memang merepotkan, tetapi [Reverse Law] Xavier mampu menipu sihir sensorik terhebat sekalipun—tentu saja [Complete Sensory] adalah pengecualian.


...* * *...


Koridor itu temaram, sangat lembap, dan agak menurun dengan sudut kemiringan 11 hingga 13 derajat. Artemys dan Jenny berjalan beriringan di dalamnya mengikuti seorang wanita berkulit tan berselendang violet. Kata wanita itu, yang tidak mau menyebutkan namanya, mereka akan menuju ke ruangan luas yang terletak lima puluh meter di bawah permukaan kastil. Ruangan yang menjadi tujuan mereka bahkan lebih rendah posisinya dibandingkan mayoritas penjara.


“Yang Mulia telah menunggu di sana.” Begitu kata sang wanita saat Artemys tanya tentang keberadaan Shiva. “Dan tolong jangan banyak tanya, saya malas menjawabnya.” Itu tambah sang wanita.


Karenanya, tidak ada kata yang tertukar dalam perjalanan mereka. Hanyalah gesekan sol sandal/sepatu dengan lantai yang menjadi latar suaranya. Dengan curah cahaya yang rendah, kelembapan yang tinggi, dan keheningan yang menulikan, suasana koridor panjang yang melingkar-lingkar itu sangat pantas disimpulkan dengan kata “mencekam”.


Namun, itu bisa dimengerti. Kastil Asura adalah penjara bagi penjahat kelas kakap, bukan saja bagi penjahat di kekaisaran ini, melainkan juga bagi penjahat seluruh Veria.


...* * *...


Ia setengah kecewa karena tak mendapatkan [Transformation Magic] dari para kriminal; Xavier2 hanya menemukan dua pengguna [Sensory Magic]—dan ia telah mengambil sihir tersebut dari mereka berdua. Sementara itu, setengah kepuasannya berasal dari [Space Magic] dan [Gravity Magic] yang ia dapatkan dalam pencariannya.


Menghela napas, Xavier2 seketika melepaskan [Sensory Magic]-nya dalam kekuatan penuh. Radius 2 km. Itu jarak yang mampu Xavier2 jangkau. Namun, tidak mengejutkan sama sekali, ada beberapa titik yang tak bisa sihirnya tembus. Beberapa titik itu mencakup area kecil, tetapi yang terbesar memiliki luas lebih dari 2500 meter persegi. Tak ragu itu kinerja formula rune anti [Sensory Magic].


Xavier2 merasakan keberadaan Artemys di salah satu lorong yang menuju area luas yang dilindungi rune itu. Dia bersama Jenny dan seorang wanita dengan kapasitas mana yang setara dengan dirinya saat ia baru menjadi commander. Xavier2 tahu kapasitas mananya dulu termasuk sangat besar untuk manusia seusianya. Karena itu, siapa pun wanita itu, bisa ia asumsikan dia berada dalam kelas yang sama dengan seorang commander.


Mengangguk pada dirinya sendiri, Xavier2 memutuskan menuju ruang yang sedang Artemys tuju. Ia tidak tahu jika Xavier original sudah tiba atau belum. Karenanya, ia harus memastikan berada dalam jarak di mana ia bisa langsung menyelamatkan Artemys dan Jenny.


Namun begitu, meski Xavier2 telah mengambil langkah mantap ke sana, pikirannya tak henti menanyakan pertanyaan yang sudah dari semalam menggeliat di kepalanya.


Jika [Reverse Law] tak mampu memblok kekuatan [Complete Sensory], apa artinya kekuatan [Divine Insight] juga tak mampu sihirnya blok?


...* * *...


Xavier3 mengangguk mendengar saran Monica untuk langsung pergi ke Nareya, ibukota Karna Great Empire. Jika mereka ingin mendapat informasi yang akurat, tidak ada tempat yang lebih tepat untuk memulai ekspedisi selaian di sana. Terlebih lagi, status mereka sebagai kota terbesar—bukan saja di Karna Great Empire, melainkan juga di seantero Veria—tmenuntut mereka memiliki sektor informasi yang lebih besar.


Namun, mengingat tujuan utamanya ke sini tidak ada sangkut pautnya dengan mengumpulkan informasi, itu tidak penting jika mereka ke desa kecil atau kota besar. Bisa dibilang sekarang tugasnya hanyalah menyenangkan hati Monica saja, pergi ke mana pun yang gadis di sampingnya ini usulkan. Mengumpulkan informasi adalah alibi yang sempurna; Monica takkan berpikir ia punya tujuan lain—tentu saja selama ia tidak melakukan kebodohan yang membuat Monica curiga.


Tidak jujur? Mungkin. Namun, di antara kejujuran yang melunturkan kesenangan dan kebohongan yang menyenangkan semuanya, tentu pilihannya sangat jelas.


[Division Magic]…sihir ini tidak saja berguna untuk hal-hal rumit, tetapi juga untuk mengatasi masalah dengan para wanita.


Xavier3 membiarkan dirinya tersenyum puas. Dengan [Division Magic], ia tidak perlu memilih satu dari dua. Dengan [Division Magic] Xavier akan bisa menghabiskan waktu dengan semuanya pada saat yang bersamaan.


Sihir yang paling diinginkan oleh para playboy, Xavier yakin Reinhart akan mengatakan itu jika ia memberitahunya tentang [Division Magic].


Dan, Xavier bukan playboy. Ia tidak pernah menggoda para wanita. Merekalah yang menggodanya. Ia adalah gentleman; ia berusaha keras untuk tak menyakiti siapa pun.


...#####...


Wkwkwkw, Xavier macam Boboboi kuase tiga.