Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 25: The Knight Templar, part 1



...VOLUME 4...


...»»»» The Invincible Emiliel Holy Kingdom ««««...


...⸸\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=—ж—\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=⸸...


...—1st January, E643 | Eden, Emiliel Holy Kingdom—...


TAHUN BARU lumrah disambut dengan sukacita oleh setiap negeri. Orang-orang mengadakan berbagai acara untuk memeriahkan hari pertama dalam tahun yang baru. Mulai dari makan-makan bersama hingga festival besar, baik itu di desa maupun di kota. Bagaimanapun keadaannya, tahun baru tidak pernah sepi.


Kota-kota yang ada di Emiliel Holy Kingdom—yang notabenenya negeri dengan nilai religius yang paling tinggi—pun tak terkecuali.


Bersama Axellibra, total kota yang ada di negeri ini ada tujuh. Ephron. Carmel. Eden. Abilene. Canaan. Dan Sheba. Axellibra berada di tengah-tengah keenam kota itu, sementara kota-kota tersebut mengawal Axellibra dalam formasi bintang segi enam. Kota tersuci tentu saja Axellibra, tetapi di dunia ini tidak ada yang lebih indah dari Kota Eden. Kota yang konsep dan perwujudannya dicetuskan oleh Nueva Vermillion ini adalah personifikasi nyata dari kata “surga”.


Namun begitu, bahkan di kota yang dijuluki taman surga ini, kemeriahan tahun baru tetap nyata terasa.


Bersama salju yang masih turun memutihi jalan-jalan dan atap-atap rumah, orang-orang sibuk meramaikan kota—membuatnya seolah benar-benar hidup. Axellibra adalah kota paling aman dalam sejarah Islan. Bahkan saat Danau Deus masih ada, Axellibra sejak terbentuknya selalu menjadi yang teraman. Eksistensi Fie Axellibra menjamin hal itu. Bahkan saat tensi Islan meninggi, penduduk Axellibra hidup lepas tanpa beban. Lihatlah bagaimana senangnya mereka merayakan tahun baru!


Sayangnya itu tak berlaku bagi mereka yang tergabung dalam pasukan elite Knight Templar. Dengan peperangan yang di depan horizon, mereka tidak punya waktu untuk merayakan tahun baru bersama keluarga. Setiap hari sibuk. Memastikan fisik tetap bugar. Melatih teknik agar tetap tajam. Melatih pergerakan dalam formasi. Penjejalan materi-materi tentang taktik dan siasat dari juru strategi. Dan hal-hal lainnya.


Mayoritas aktivitas para prajurit berada di luar kota, hanya aktivitas yang tak menuntut mereka untuk aktif bergeraklah yang dilaksanakan di kota.


Knight Templar terbagi ke dalam dua belas divisi, masing-masing divisi diberi nama Ordo 1 sampai Ordo 12. Masing-masing divisi dipimpin oleh seorang Saint. Satu divisi dengan divisi lain tidak sama jumlahnya.Yang paling rendah adalah Ordo 11 Knight Templar, Ordo yang sebelumnya dipimpin Saint Marcus Vehelmi Vandiesell. Sebelumnya mereka berjumlah 30.000, tetapi dua per tiganya kemudian tewas dan menyisakan 10.000 saja. Sekarang, di bawah komando Saint Rossia Himera, jumlah mereka meningkat menjadi 40.000.


Divisi dengan jumlah anggota terbanyak dipegang Ordo 1, Ordo yang dikomandoi oleh Saint terkuat saat ini: Arthur Lancedragon. Ordo ini memiliki total prajurit 120.000. Dari enam Ordo yang tidak bermarkas pusat di Axellibra, Ordo 1 adalah salah satunya. Ordo Knight Templar dengan jumlah pasukan terbanyak ini bermarkas di kota surgawi, Eden.


Arthur Lancedragon, pemimpin Ordo 1 tersebut, adalah pemuda berusia dua puluh satu tahun. Ia baru resmi menjadi Saint pada tiga bulan yang lalu. Arthur menggantikan kakeknya, Ulbath Lancedragon (pemegang status Saint terkuat sebelumnya). Sebagaimana tradisi mereka sejak awal pergantian pemimpin Ordo 1, Arthur menewaskan Ulbath dalam duel penuh kehormatan yang disaksikan langsung oleh Pope dan juga Fie Axellibra.


Arthur, sebagaimana keluarga Lancedragon lainnya, memiliki rambut berwarna biru gelap. Rambut Arthur pendek setelinga, tetapi jambangnya memanjang hingga melewati dagu. Jambang itu membingkai wajah berkulit putih maskulinnya—seolah menjadi pengawal bagi hidung mancungnya. Mata Arthur tajam, irisnya biru pekat, dan warna gelap di kantung mata itu menunjukkan betapa tipe pekerja kerasnya sang Saint.


Saint termuda kedua ini mengenakan celana semi karet berwarna hitam—dengan sepatu yang juga sewarna. Bajunya khas bangsawan, lengannya panjang dan warnanya biru. Di dalam baju itu dia memakai kaos hitam. Melapisi pakaiannya itu adalah jubah putih berbulu tebal di bagian leher—jubah tersebut bagian depannya terbuka, tiada satu pun kancing yang mengait. Sebuah simbol pedang berbilah ganda dengan ujung menghadap ke bawah tergambar jelas di punggung jubah itu.


Berjalan bersamanya melewati jalan bersalju adalah Merlin Cameleon, seorang wanita seusia Arthur dengan rambut ungunya yang panjang sepinggang dan menggelombang.


Wanita berwajah cantik bertubuh aduhai ini mengenakan jubah tebal tertutup berwarna ungu kehitaman. Di tangan kirinya terpegang erat lembaran kertas dengan goresan-goresan tinta di atasnya, sementara tangan kanannya bergerak-gerak memberi penekanan pada apa yang mulutnya gumamkan.


Merlin adalah tangan kanan Arthur dalam Ordo 1 Knight Templar, dia tidak jauh lebih lemah daripada Arthur sendiri.


“Itu artinya Lembah Terlarang Ed takkan bisa menjadi medan perang utama,” timpal Arthur.


“Dengan pergerakan pasukan Warebeast Great Kingdom dan Vladivta Kingdom yang aktif di sisi barat laut Ekralina, kesimpulanmu tepat sasaran. Favilifna Kingdom bersekutu dengan kekaisaran. Jika Warebeast Great Kingdom menduduki Ekralina, Favilifna Kingdom akan berada dalam bahaya. Mereka tak mungkin membiarkan hal itu terjadi. Imperial Army akan menduduki Ekralina. Kita tak bisa membiarkan salah satu dari mereka menduduki kerajaan itu.”


“Yang artinya Ekralina Kingdom tak terelakkan akan menjadi medan perang,” simpul Arthur. “Dengan mengambil alih Ekralina, kita bisa memulai perang dengan Favilifna Kingdom. Mereka telah menolak menerima hukuman yang harus mereka terima, memulainya dari kerajaan itu takkan mencoreng nama Knight Templar.”


“Tetapi itu bukan berarti kita harus meninggalkan Lembah Terlarang Ed,” lanjut Merlin. “Ordo 1 Knight Templar akan tetap memusatkan posisi di sana. Tugas kita mengamankan wilayah itu, mempersiapkannya sebagai ibukota Islan. Malam ini aku akan langsung ke sana; kemarin Saint Rossia telah mengirim pesan kalau semua kontruksi untuk pangkalan militer kita sudah selesai.”


“Ordo 1 adalah kekuatan tempur utama Knight Templar. Jika Ekralina Kingdom menjadi medan perang utama, kita juga harus berada di sana.” Arthur menyanggah. “Tidak bisakah Ordo 2 atau 3 mengambil alih tugas kita di Lembah Terlarang?”


“…Jangan bilang kalau kau belum selesai membaca semua buku tentang Ordo 1 Knight Templar, Arthur.” Merlin mengirim pandangan tajam pada Arthur, kemudian menghela napas panjang. “Kau sekarang Saint Ordo 1. Ordo kita bertanggungjawab mempesiapkan Lembah Terlarang Ed sebagai ibukota Islan. Tugas mulia ini telah dicita-citakan oleh para pendahulumu. Kau sebagai penerus mereka harusnya mengerti….”


“Kau tak bisa menyalahkanku karena belum selesai membaca semua buku-buku itu,” komplain Arthur.


“Kakekmu pemalasnya memang luar biasa: dia mati meninggalkan begitu banyak pekerjaan untukmu.” Sekali lagi Merlin menghela napas panjang. “Aku akan mengurus semua hal itu untukmu; kau hanya perlu mendengar instruksi-instruksi dariku saja. Tapi tentu saja ini tidak gratis. Setelah konflik ini selesai, kau harus menemaniku menemui kedua orangtuaku.”


“Tentu saja, aku tak punya masalah dengan itu. Tapi Merlin, kau benar-benar luar biasa. Aku sangat tertolong dengan kehadiranmu.”


“Kalau begitu ingat ucapanmu itu baik-baik. Tidak ada yang lebih baik dariku yang bisa kau temukan.”


“Ha-ha-ha. Tentu saja, Merlin, tentu saja.”


Mereka melanjutkan berbincang hal yang tidak serius sembari kaki mereka tetap melangkah. Arthur dan Merlin baru tiba di tempat destinasi mereka belasan menit setelah itu. Tempat tersebut adalah gereja berukuran sedang, tetapi menaranya adalah yang tertinggi dari menara semua gereja yang ada di Kota Eden.


“Cukup sampai di sini saja, Merlin, kau bisa kembali ke markas.”


“Aku harus memastikan kau benar-benar berteleportasi ke Axellibra. Seperti yang kukatakan, kakekmu terkenal dengan tabiatnya yang suka mengelebui bawahannya. Dia acapkali memanfaatkan sistem teleportasi untuk meninggalkan tugasnya dan menghindari pertemuan dengan alasan salah tujuan teleportasi.”


“Jangan samakan aku dengan pria tua itu! Aku pria yang bertanggung jawab. Ayahku memastikan aku tidak tumbuh menjadi pemalas seperti kakekku.”


“Kalau begitu jangan banyak komplain. Ayo masuk. Aku akan melihat apa kau benar-benar berbeda dari kakekmu atau tidak.”


Arthur mendesah pasrah mendengar Merlin bersikeras. Akhirnya ia hanya bisa mengangguk, bersama-sama mereka melangkah memasuki gereja.