
...—Kastil Lucifer, Neraka—...
Asmodeus. Leviathan. Beelzebub. Belphegor. Dari enam jendral iblis bawahan Malaikat Jatuh Lucifer, hanya mereka berempat yang masih berada di kastil yang menjadi pusat pemerintahan di neraka—atau yang lebih cocok dengan sebutan Underworld, Dunia Bawah.
Mammon telah meninggalkan neraka lebih dari tiga belas abad yang lalu, dia punya tugas penting dari Lucifer yang mesti dilaksanakan. Tidak ada dari mereka yang tahu tugas apa itu. Pun tiada yang memedulikan. Sementara Sataniciela…mantan pemimpin neraka sebelum Lucifer diusir dari surga itu telah menghilang secara tiba-tiba—kemungkinan seseorang telah berhasil memanggilnya ke dunia tengah.
Hanya mereka berempat saja yang tersisa. Tentu saja ada Belial, Abaddon, Mephisto, Paimon, Beleth, dan lain-lain. Tetapi hanya mereka berempat saja yang diberi gelar Jendral Iblis.
Dari keempat jendral iblis itu, sangat bisa dikatakan hanya Asmodeus seorang saja yang serius menjalankan peran sebagai jendral. Bahkan saat Sataniciela dan Mammon masih di sini, hal itu tak berubah. Asmodeus paling rajin, paling patuh, paling pekerja keras, dan yang paling bisa diandalkan untuk mengurus sistem administrasi pemerintahan bangsa iblis. Jika diibaratkan dengan kerajaan yang ada di dunia tengah, Asmodeus bisa disetarakan sebagai perdana menteri.
Asmodeus adalah iblis tak bertanduk; karakteristik iblisnya hanyalah ekor, sayap, dan pupilnya yang vertikal.
Fisiknya terlihat seperti pria dewasa berusia dua puluhan. Kulitnya putih cerah, hidungnya mancung, bibirnya tipis, dan ia memiliki rambut hijau bercampur biru pendek seleher. Asmodeus memiliki simbol salib terbalik di dahi, warnanya hitam dengan garis samping merah. Dan, seperti sifatnya yang rajin, pakaian yang dikenakan Asmodeus juga rapi dan sangat formal. Pria berkacamata ini bukan tipikal yang bisa diajak untuk bercanda ‒ Asmodeus tipikal iblis yang super serius.
Pemilik sihir [Infinite Bliss] yang sangat ditakuti para malaikat ini biasa menghabiskan mayoritas waktunya di ruang kerjanya di Kastil Lucifer. Hampir-hampir Asmodeus tidak pernah keluar dari kastil. Jika ada keperluan di luar, ia selalu mengutus asisten kepercayaannya: Vignetteusa. Asmodeus merasa perlu untuk selalu ada di kastil ‒ hanya dirinya yang bisa diandalkan untuk membuat keputusan yang pasti akan disetujui Lucifer.
Namun, hari ini berbeda.
Tentu saja tidak ada hari dan malam di neraka; waktu berjalan dengan keadaan langit yang selalu konstan. Bagaimana pertemuan antra siang dan malam terlihat, begitulah keadaan langit di neraka. Bahkan sejak iblis pertama membuka mata, keadaannya selalu sama. Dunia tanpa perubahan, dunia konstan. Itulah neraka.
Namun begitu, ada sistem waktu yang membagi hari dalam dunia para iblis dan makhluk neraka lainnya. Satu hari sama dengan 26 jam. Tidak ada waktu yang dibagikan untuk malam; semuanya hari. Ketika berakhir 26 jam, hari telah resmi berakhir dan hari yang baru pun dimulai.
Hari ini, untuk pertama kali dalam beberapa lama, Asmodeus melangkahkan kaki keluar dari Kastil Lucifer yang tinggi menjulang dan luas melebar. Ia berhati-hati agar tak ada yang mengenalinya. Ia bahkan memakai jubah hitam usang untuk menambah kerasahasian diri. Asmodeus diam-diam meninggalkan kastil ke arah pemukiman terpinggir para iblis.
Kehati-hatian Asmodeus bukan tanpa alasan. Meskipun Lucifer memercayakannya mengambil keputusan dan mengurus berbagai hal penting, kesetiaan Asmodeus tidak melekat pada sang malaikat jatuh. Asmodeus hanya setia pada Sataniciela. Dan, dari keempat Jendral Iblis yang tersisa, hanya Asmodeus sendiri yang memiliki kesetiaan pada pemimpin pertama para iblis. Demi menghindari perpecahan, ia tak boleh menunjukkan hal yang memberi kesan penggulingan atas kuasa Lucifer.
Neraka sebagian besar wilayahnya seperti daerah di kawasan pegunungan berapi. Sungai lava mengalir di sana-sini, dari yang besar sampai yang kecil, dan bahkan danau-danau lava bisa ditemui dengan sangat mudah. Ikan-ikan dan berbagai hewan anti lava berenang dengan bebas. Iblis beresistensi tinggi akan panas kerap memanfaatkan mereka sebagai makanan, sementara iblis yang rentan panas sama sekali tak bisa ditemui di sekitar sungai atau danau lava.
Ada juga wilayah yang dipenuhi kawah asam dan beracun. Wilayah bersalju pun ada, dan ini sama banyaknya dengan wilayah lava. Para iblis rentan panas umumnya bermukim di wilayah ini. Leviathan, iblis yang menguasai air dan es, katanya dilahirkan di lembah terdalam di wilayah bersalju.
Tempat yang Asmodeus tuju berada di persimpangan antara wilayah berlava dan bersalju, tepat satu kilometer di depan jalan lurus yang menuju ke wilayah terdalam dan terlarang dari neraka. Itu kediaman peramal nomor satu di neraka, Goetia Rasmuella. Di antara banyak iblis yang Asmodeus kenal, Goetia adalah yang paling setia pada Sataniciela. Dalam rencana Asmodeus untuk mengembalikan tahta neraka pada Sataniciela, tidak ada sekutu yang paling bisa ia andalkan selain Goetia.
“Tuan Asmodeus, Nona Goetia sudah menunggu kedatangan Tuan.” Anjing berkepala tiga dan berekor ular yang juga tiga jumlahnya berkata dengan sopan. “Beliau baru saja mendapatkan penglihatan terbaru tentang Nona Sataniciela. Masuklah, cepat.”
“Asmodeus! Gawat! Kita perlu mempersiapkan altar sekarang juga! Aku akan pergi ke tempat asal Nona Sataniciela sekarang juga; kau pergilah cari Behemoth kembar muda dan bawa mereka menyusulku ke wilayah terdalam neraka. Mempersiapkan altar butuh waktu yang lama; kita harus bergegas!”
“Tunggu dulu, jelaskan padaku apa yang terja—”
Asmodeus tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena Goetia sudah menghilang dari hadapannya. Ia tidak tahu apa yang terjadi, tetapi kepanikan dan kekhawatiran di wajah Goetia bukanlah pertanda yang bagus. Ia jadi sangat mengkawatirkan ratu mereka sekarang. Apa yang sebenarnya dilihat Goetia?
Mendecih, Asmodeus langsung bergegas keluar dari bangunan besar dan kuno milik Goetia. “Kerberoos, pergilah ke wilayah terdalam neraka jika ada iblis asing kuat ke sini," pesannya pada peliharaan Goetia sebelum bergegas mencari Behemoth kembar yang masih muda.
Mencari Behemoth kembar susahnya minta ampun. Namun, jika itu diperlukan untuk kepentingan yang berhubungan dengan ratu mereka, Asmodeus akan mengusahakan mendapatkannya apa pun yang terjadi. Tidak ada yang lebih penting baginya selain melihat kembalinya Sataniciela ke atas singgasana neraka.
...⸸ ⸸ ⸸...
—Beberapa Karakter dan Sihir Utama Mereka—
[1] Alforalis Grammolia – [Particle Magic] ----- Bisa menghancurkan sesuatu hingga ke level partikel. Prinsipnya mirip “Dust Release” yang dimiliki Oonoki dari Naruto Shippuden, tetapi jauh lebih fleksibel.
[2] Cainabel – [Particle World] ----- [Particle World] lebih superior dan lebih multi fungsi daripada [Particle Magic]. Pengguna bisa merekonstruksi ulang segala materi. Pengguna juga bisa mengecilkan tubuh seukuran partikel yang tak mungkin dilihat mata, tetapi pengguna tak bisa mengecilkan selain dirinya.
[3] Pope Genea – [Grand Clairvoyance] ----- Sihir kewaskitaan tingkat tertinggi, jika mengecualikan [Divine Insight].
[4] Lilithia – [Absolute Gravity] ----- Puncak sihir gravitasi. Jika tidak bisa menerka sekuat apa sihir ini, google saja “Black Hole/Lubang Hitam/Singularitas”.
[5] Arthur Lancedragon – [Size Manipulation] ----- Bisa memanipulasi ukuran apa saja selain makhluk hidup. Nonton Boruto? Ini terinspirasi dari kemampuannya Isshiki Ootsutsuki.
[6] Evillia – [Star Creation] ----- Ini sihir penciptaan bintang. Jika punya mana yang cukup, Evillia bisa menciptakan bintang dan planet akan lenyap. Semua keidupan di planet mati binasa. Ini versi yang jauh lebih superior dari [Stardust Magic] punya Atland.
[7] Lumeira – [Synthesis Magic] ----- Ini sihir yang menciptakan sihir lain, tetapi dengan kemampuan maksimum 90 persen sihir aslinya. Ini terinspirasi dari Ultimate Skill [Prideful King Lucifer] yang dimiliki Guy Crimson dari “Tensei Shitara Slime Datta Ken”.
…Dan lain-lain.