
LUCIFER tidak suka bagaimana Luciel menyarankan Edenia untuk menyuruh para malaikat turun dan berinteraksi dengan para manusia dan makhluk fana lainnya. Ia percaya kalau tak seharusnya bagi surga untuk ikut campur dengan kehidupan manusia dan sekutu mereka. Jika para iblis berhasil menguasai dunia mereka, itu hanya menunjukkan kalau manusia dan makhluk fana lainnya tak pantas menghuni dunia fana.
Lucifer selalu memegang teguh pendiriannya: tugas mereka adalah mengawasi dan menjadi saksi bagi keberlangsungan kehidupan hingga akhirnya Edenia sendiri memutuskan mengakhiri semua kehidupan. Seorang dewa dan para malaikat harus menunjukkan dan melambangkan keadilan, dan bepihak pada salah satu makhluk fana sama saja mencampakkan keadilan itu.
Karena itu, Lucifer membenci apa yang dilakukan Luciel. Saudaranya itu membujuk Edenia agar dirinya diizinkan memimpin para malaikat untuk membantu penduduk Islan mengatasi para iblis. Dan Lucifer lebih membenci Edenia yang memilih mendengarkan Luciel dibandingkan dirinya. Sebagai dewa, dia harusnya mengerti kalau tugas seorang dewa adalah mengawasi, bukan ikut campur. Tetapi Edenia menuruti Luciel seolah dia sendiri tak punya pendirian.
Pada detik itu, Lucifer memutuskan mengabaikan segala rasa hormatnya pada dunia dan turun dari surga. Jika Edenia membiarkan Luciel mencoreng asas keadilan, dia seharusnya juga membiarkan dirinya mengembalikan keadilan itu. Karenanya, Lucifer memutuskan membantu para iblis untuk mengatasi Luciel dan bala tentaranya. Namun, mengejutkan Lucifer, Edenia memanggil namanya dan melarang melakukan apa yang ia niatkan.
Lebih dari itu, sang dewa mengancam mengusirnya dari surga jika ia nekat membantu para iblis.
Ancaman itu tak menghentikan langkah Lucifer. Hari demi hari rasa hormatnya pada Edenia berkurang. Jika Edenia serius dengan ancamannya, Lucifer akan berhenti memandangnya sebagai dewa. Ia akan menjadi musuh Edenia jika perlu. Lucifer lebih mementingkan prinsipnya dibandingkan apa pun. Ia akan membunuh Luciel jika itu diperlukan.
Pada hari itu, sayap putih suci Lucifer menjadi hitam kelam, dan “halo” di atas kepalanya menjadi sirna.
Peperangan berakhir dengan pengusiran para iblis kembali ke neraka. Lucifer juga diseret langsung ke neraka. Ia memang berhasil menghentikan Luciel dari membantai para iblis, tetapi mereka mustahil menang saat Edenia datang bersama dua belas seraphim penjaga Throne of Heaven. Jika Lucifer nekat melawan, hanya pembantaian yang akan ia dapatkan. Maka, ia membiarkan diri mereka dicampakkan ke neraka.
Di neraka, Lucifer langsung mengklaim dirinya sebagai penguasa neraka. Ia menantang siapa pun yang tak setuju. Para iblis telah melihat aksi Lucifer. Mereka tahu melawannya akan sia-sia. Tetapi Sataniciela berbeda. Sebagai penguasa para iblis, Sataniciela tak bisa menerimanya. Pertarungan pun terjadi. Lucifer sempat dikejutkan saat [Complete Annihilation]-nya tak mampu menghancurkan tubuh sang iblis, tapi pada akhirnya Sataniciela bisa ia tumbangkan.
Setelah membawa neraka dalam kontrolnya, Lucifer hanya memfokuskan pikirannya pada satu hal: bagaimana caranya mengalahkan Edenia?
Lucifer tentu saja tahu bagaimana caranya menjadi dewa seperti Edenia. Ia hanya perlu memiliki kesembilan Supreme Magic lain dan kemudian merebut Throne of Heaven. Namun, Luciel tentu saja takkan diam membiarkan. Ia juga perlu mendapatkan separuh jiwa Thevetat yang dibakar Phoenix agar bisa mendapatkan [Eternal Zero] dalam kekuatan penuh. Lebih dari itu, Phoenix bukan makhluk yang bisa ia kalahkan.
Kesimpulannya, Lucifer tak cukup kuat untuk mendapatkan semua Supreme Magic. Ia tentu saja punya peluang jika bisa mendapatkan Supreme Magic lain terlebih dahulu, tetapi Luciel pasti akan berusaha menghentikannya. Saudaranya itu memang sangat kurang ajar.
Lucifer akhirnya menemukan solusi setelah beberapa ratus tahun. Ia ingat kalau dulu Edenia pernah turun tangan langsung menangani Vermyna Hellvarossa. Makhluk yang diklaim sang dewa bisa mengalahkan Lucifer dan Luciel sekaligus dengan mudah. Edenia menyebutnya anomali. Jika ia bisa menjadi anomali, Lucifer yakin takkan ada lagi yang bisa menghalanginya mendapatkan semua Supreme Magic.
Namun, Lucifer tidak punya cara. Ia tidak tahu bagaimana caranya menjadi anomali. Tidak ada jejak apa pun tentang Vermyna Hellvarossa. Lucifer bahkan tak tahu rupanya karena Edenia melarang mereka turun tangan. Jadi, Lucifer tak punya petunju apa-apa.
Petunjuk itu akhirnya datang ratusan tahun kemudian. Petunjuk itu ada dalam wujud Fie Axellibra. Kekuatannya yang luar biasa sampai ke telinga Lucifer, dan Lucifer memutuskan mengobservasinya sendiri. Petunjuk itu pun ia dapatkan. Lucifer mendapati dua jiwa dalam tubuh sang nephilim, tapi kedua jiwa itu pada saat yang bersamaan adalah satu jiwa. Mengamati lebih jauh, Lucifer akhirnya mengetahui kalau Fie dilahirkan dua kali.
Lucifer menghabiskan beberapa tahun memikirkan dan membandingkan Fie Axellibra dengan Vermyna Hellvarossa, berusaha mencari titik temu.
Akan tetapi, itu sulit. Ia tidak memiliki apa-apa yang bisa menghubungkan waktu yang sekarang dengan yang dulu. Ia tidak tahu apa yang dilakukan Edenia pada Vermyna Hellvarossa. Jadi, Lucifer tak bisa mengandalkan Beelzebub untuk menggunakan sihir perputaran waktunya. Ia harus memikirkannya sendiri.
Beberapa dekade kemudian, Lucifer berhenti berpikir tentang bagaimana menjadi anomali. Ia mengganti pertanyaannya: mengapa Edenia menyebut Vermyna Hellvarossa sebagai anomali? Apa anomali sebenarnya?
Memikirkan kedua pertanyaan itu, Lucifer jadi kembali mengingat perkataan Edenia. Dia tak bisa menjangkau Vermyna Hellvarossa dengan Throne of Heaven. Biasanya Edenia hanya akan menggunakan Throne of Heaven untuk melakukan sesuatu pada makhluk fana. Namun, terhadap Vermyna dia sampai turun tangan sendiri. Apa menjadi anomali artinya berada di luar pengaruh Throne of Heaven?
Untuk memastikannya, Lucifer kembali menyuruh Beelzebub untuk menggunakan sihir perputaran waktu. Ia meminta sang iblis untuk memperlihatkan padanya waktu Fie hingga ke masa depan. Namun, sang nephilim tak memiliki masa depan yang nyata. Garis waktunya semu, dan itu pun hanya memperlihatkan Fie dengan kedua sayap putihnya. Beelzebub tak bisa memperlihatkan Fie bersayap hitam atau putih-hitam. Dia bisa memutar ke masa lalu, tapi ke masa depan tidak bisa.
Mengetahui hal itu sudah cukup untuk membuat Lucifer menarik kesimpulan: menjadi anomali artinya berada di luar garis waktu yang ditentukan Throne of Heaven. Menjadi anomali berarti berada dalam dimensi yang tak terpengaruh waktu, menjadi makhluk empat dimensi. Dalam kata lain, ia harus bertransendensasi menjadi makhluk empat dimensi jika ingin menjadi anomali.
Mengetahui hal itu, pertanyaan lain datang: bagaimana ia bisa meloloskan diri dari garis waktu (atau takdir) yang ditentukan Throne of Heaven?
Dan bersamaan dengan datangnya pertanyaan itu, pikiran Lucifer kembali pada ingatan saat Beelzebub memperlihatkan Fie yang terlahir dua kali dalam satu waktu. Saat itu pula dia tertawa sampai membuat bingung Beelzebub dan Mammon.
Untuk menjadi anomali, syarat utama harus terlahir dua kali. Kelahiran pertama membuat seseorang berada dalam pengaruh Throne of Heaven, dan kelahiran kedua membuat pengaruh itu hilang. Begitu kesimpulan yang muncul di kepala Lucifer bersamaan dengan tawanya yang tak biasa.
Namun, tawa itu dengan cepat mereda. Lucifer adalah malaikat (jatuh), dan semua malaikat diciptakan langsung oleh Edenia. Malaikat tidak dilahirkan. Jika begitu, bukankah ia tidak pernah berada dalam pengaruh Throne of Heaven?
…Dan Lucifer pun kembali tenggelam dalam pemikiran panjang.
...*******...
#Well, lagi merangkum. Part II masih akan merangkum. Kalau dituliskan seperti biasa, ini akan jadi satu volume. Kalian tak ingin membaca satu volume tentang masa lalu Lucifer, kan? Jadi, dirangkum sajalah.