Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 23: The Laugh of the King, part 1



...—15th July, E642 | Royal Palace, Dragonoa, Warebeast Kingdom—...


MINNER ERTHAROSSA telah hidup cukup lama. Bahkan dalam masa hidup warebeast yang notabenenya beberapa kali lebih besar dari manusia, Minner termasuk tua, sangat tua. Di antara semua warebeast yang masih hidup, tidak ada yang lebih tua melebihi Minner. Bahkan, yang paling tua dari mereka tak mampu menyamai setengah usia sang raja. Minner Ertharossa benar-benar tua, walaupun penampilannya terlihat masih cukup muda dalam standar warebeast.


Selain tua, ia juga telah berkuasa sangat lama. 1086 tahun. Telah selama itu pria berambut keemasan acak-acakan sebahu ini menjadi raja. Sklera coklat keemasan dengan pupil hitam vertikalnya telah dipenuhi oleh pengalaman dan kebijaksanaan. Namun begitu, tubuhnya yang menjadi saksi dalam masa mudanya masih kekar dan bugar. Ia seolah telah sangat lama berhenti menua.


Minner sedang duduk dengan khidmat di kursi meja kerjanya yang dipenuhi tumpukan dokumen.


Perebutan posisi pemimpin New World Order yang dilakukan Vermyna mengjutkan, tetapi lebih menguntungkan di satu sisi. Minner bukannya tidak menyukai El, hanya saja Vermyna adalah rekannya. Meskipun Vermyna yang sekarang tubuhnya asing di mata Minner, tetapi kepribadiannya tidak berbeda dengan Vermyna yang ia kenal. Ia sama sekali tidak memberikan nada keberatan saat wanita itu memproklamirkan diri sebagai preseden New World Order yang baru.


Hanya satu hal yang tak Minner terima dari perebuatan kekuasan New World Order oleh Vermyna dari El: mengapa harus dirinya yang berperan sebagai komandan utama Pasukan Aliansi New World Order? Jika orang lain bisa dia pilih, mengapa harus dirinya?


Minner untuk kesekian kalinya menggerutu, kesal dengan banyaknya dokumen yang menumpuk di mejanya. Sangat mudah untuk mengabaikan semua itu, akan sangat menyenangkan untuk membakar semua dokumen tersebut. Sayangnya, Minner tidak bisa melakukannya. Dokumen-dokumen itu semuanya penting. Sebagian menyangkut kepentingan Warebeast Kingdom, sebagian lagi tentang persiapan mereka dalam menghadapi peperangan yang akan datang.


Betapa jua kesalnya Minner, bersungguh pun ia menggerutu, rasa tanggung jawab Minner sebagai seorang raja menuntut berkutat dengan dokumen-dokumen itu.


Selagi matanya mengecek lembaran dokumen itu satu per satu, pikiran Minner kembali mengulas tentang pertemuan New World Order dua hari yang lalu di Haikal Solomon, Pulau Utama Baal, Kepulauan Haikal.


Vermyna dengan sangat jelas mengatakan: “Vermillion Empire hanyalah anak kecil yang coba turut berikai dengan dua saudari tuanya, keberadaan dirinya tidak ada arti dalam skala yang signifikan. Diri mereka ada hanya untuk memberi bumbu dalam pertempuran antara New World Order dan Emiliel Holy Kingdom. Baik diriku maupun diri Fie bisa melenyapkan eksistensi diri mereka dengan mudah.


“Namun begitu, sebagaimana pertikaian antara dua saudari, anak kecil itu bisa dimanfaatkan. Lemah dirinya memang, tetapi bukan tidak berguna. Kirim surat pada diri mereka kalau New World Order akan turut menyerang Emiliel Holy Kingdom di hari yang sama di mana kekaisaran memutuskan menyerang mereka. Sertakan juga dalam surat itu kalau New World Order takkan menyentuh kekaisaran sebelum Axellibra hancur. Pastikan surat itu sudah sampai ke Nevada sebelum August tiba, dan pastikan itu dilakukan dengan rahasia.”


Peperangan yang sebelumnya diperkirakan menjadi peperangan tiga sisi akan berubah drastis jika Vermillion Empire menerima maksud New World Order. Dan, dengan adanya konflik antara Elf Kingdom dan Vermillion Empire, agak susah bagi Emiliel Holy Kingdom untuk berpikir kalau mereka melakukan gencatan senjata. Namun, mengingat pria tua yang memiliki [Clairvoyance Magic] itu….


“Tidak mengherankan Vermyna menekankan kerahasiaan,” gumam Minner sembari menyampingkan dokumen yang sudah ia cek dan menarik dokumen yang lain lagi. “Namun begitu, mengetahui atau tidak sama saja bagi Emiliel Holy Kingdom. Dengan Vermyna menangani Fie Axellibra, sisanya takkan mungkin selamat dari gabungan kekuatan Imperial Army dan New World Or—ah, Khrometh….”


Minner menggelengkan kepala mengingat dwarf tengil nan angkuh itu. Meski mereka pernah menghabiskan waktu saat masih bekerja sama dalam Deus Guardian dulu, Minner tak bisa mengatakan antara dirinya dan dia punya hubungan yang baik. Dengan Stakhneth, mungkin ya, tetapi tidak dengan Khrometh. Jika ia ingat-ingat, ia selalu suka mengejek Khrometh, merasa terhibur dengan reaksi yang ditunjukkan pria cebol itu.


“Aku sudah tak melihatnya dalam jangka waktu yang sangat lama. Apa dia sudah berkembang menjadi lebih kuat dari waktu itu? Apa dia sudah menciptakan senjata yang melampaui kreasinya waktu itu?”


Minner tak sabar ingin bertemu Khrometh di medan perang nanti. Ia akan menghancurkan senjata yang dwarf itu buat, kemudian akan ia kalahkan cebol itu setelah mempertontonkan kehancuran senjata kreasinya. Minner telah menjadi lebih kuat sejak terakhir kali ia bertarung dengan Nueva dan Edward, Khrometh akan bertekuk lutut di hadapannya dalam sekejap jika pria tua itu tidak meningkatka kemampuannya.


Sibuk dengan pikiran dan dokumen-dokumen di meja, waktu berlalu tanpa terasa bagi Minner.


Ketika sang raja menghadapkan wajahnya ke arah jendela yang gordennya terbuka, langit cerah sudah menjadi senja. Saat itu pula Minner memutuskan berhenti bekerja. Lembaran dokumen yang sudah ia beri keputusan atasnya ia letakkan di sudut meja, sedang sisanya ia turunkan ke bawah meja. Besok akan ia lanjutkan kembali. Ah…betapa rutinitas yang melelahkan.


“Yang Mulia, terima kasih untuk pekerjaan Anda hari ini!” sambut seorang Lionman wanita berpakaian maid saat Minner keluar dari ruangannya.


Namanya Leostya. Wanita tersebut adalah sepupu cucunya, Hyenas. Leostya dua belas tahun lebih tua dari Hyenas, dan dia lebih kuat serta lebih dewasa dan lebih cerdas. Karena itu pula dia terpilih ajudan Minner. Pakaian maid yang dia pakai bukan pakaian yang Minner haruskan dia pakai; Leostya murni menyukai pakaian maid, karena itu dia mengenakannya saat bertugas.


“Bagaimana dengan hasil turnamen hari ini? Siapa yang akan berlaga di final malam nanti?” tanya Minner tanpa membalas sambutan yang selalu Leostya ucapkan itu saat ia selesai dengan pekerjaannya hari ini.


“Hamba harus memberikan jawaban yang mengecewakan, Yang Mulia, kedua finalis yang akan berlaga malam ini adalah manusia. Mereka katanya berasal dari Vladivta Kingdom, dan keduanya juga mengenakan topeng. Dikatakan satu dari mereka, yang wanita, menggunakan sihir cahaya, sedang sang prio bertopek memiliki sihir yang dapat membuat tubuhnya bisa menembus benda.”


“…Ini mengejutkan,” kata Minner dengan kening mengernyit. “Orang-orang andalanku memang tidak berpartisipasi dalam turnamen itu, tetapi sampai tidak ada satu pun yang mencapai final….”


Minner menggeleng kepala pelan. “Besok aku ingin kau menyampaikan pada yang lainnya untuk memberi pelatihan ketat kepada semua pemuda/i warebeast yang berpartisipasi dalam turnamen. Mereka harus membayar hasil memalukan ini dengan latihan ekstrem.”


Minner langsung melangkah pergi setelah mengatakan itu.


“Apa Yang Mulia akan melihat pertandingan final malam ini?” tanya sang ajudan.


“Tentu saja. Meskipun itu memiliki kesan merendahkanku, tetapi aku sudah mengatakan akan menonton pertandingan final.”