Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Intermission 5



KETIKA ISLAN terseok-seok dan tersakit-sakit akibat peperangan yang muncul karena kepentingan orang-orang tertentu, Kazarsia Kingdom dipenuhi kebahagian di seluruh penjuru negeri. Hampir-hampir tak ada dari mereka yang memedulikan peperangan yang terjadi. Kazarsia pihak netral ‒ mereka tak berpihak atau bergantung pada siapa pun. Mereka diselimuti kedamaian dan ketentraman, dan semuanya berkat raja baru mereka yang resmi dilantik kemarin.


Gwen Rushtalia akhirnya tiba di Avarecia, ibukota dari satu-satunya negeri yang netral dan dipenuhi kedamaian dalam panasnya perang yang berkemelut di Islan—mengesampingkan Kota Sihir Maidenhair yang baru terbentuk belum lama ini.


Ia tiba setelah melakukan perjalanan panjang dari Caligula Kingdom (melewati Warebeast Great Kingdom, terus ke Vladivta, barulah kemudian mencapai Kazarsia). Kazarsia Kingdom dan Caligula Kingdom telah bekerja sama dalam bidang peternakan. Sebagai raja para ternak yang tak memiliki rival, Gwen secara natural ditugaskan mewakili kerajaan. Demi tujuan utama itu ia hari ini menginjakkan kaki di Varecia.


Tentu saja Gwen bukan anak buah siapa pun. Ia makhluk terjenius dari para jenius, raja dari para binatang—dan hanya dalam masalah waktu mereka bisa mendominasi manusia dan ras-ras lain. Tak pantas bagi orang besar dan bersinar seperti Gwen untuk mengikuti perintah orang lain. Namun, masanya untuk mengambil alih dunia belum tiba. Berpura-pura mematuhi mereka penting untuk menyamarkan identitasnya sebagai penguasa Islan masa depan.


Lagipula, Gwen punya tujuan khusus lain selain memastikan semua ternak di Avarecia mengetahui siapa raja mereka.


Jendral Clown. Pria yang dapat membuat naga menjadi abu hanya dengan delikan mata. Pria yang memenangkan pertempuran tanpa perlu menggerakkan pedang. Pria jenius yang dapat dengan mudah memprediksi siasat musuh dan berhasil menyelamatkan kerajaan dari penundukan. Pria yang merivali Fie Axellibra dalam segi kekuatan, dan kecerdasannya sampai membuat Perdana Menteri Achilles terpana.


Gwen datang untuk memastikan diri akan kebenaran yang rumor-rumor itu edarkan. Pasalnya, jika itu semua memang benar, Jendral Clown (atau yang sekarang menjadi Raja Clown) akan menjadi musuh terbesar dalam rencana “masterpiece” yang Gwen rancang. Gwen harus bertindak secepat mungkin untuk memastikan di masa depan ia menjadi penguasa tunggal.


“Tuan Gwen, pemandu kita sudah datang.” Salah satu pengawal Gwen datang melapor. “Dia menanyakan apakah Tuan mau langsung ke penginapan atau mau mampir dulu ke tempat peternakan utama kota.”


Heh. Heh. Heh. Tepat sekali tawaran itu! Keberuntungan memang selalu berada di pihak Gwen. Jika pun ada kesialan, maka kesialan itu adalah cara untuk mendekatkannya pada keberuntungan yang lebih besar. Contohnya saja ketika ia gagal menguasai Caligula Kingdom, rupanya kegagalan itu membuat matanya terbuka kalau Caligula Kingdom terlalu kecil bagi keagungan Gwen.


“Tentu saja kita mampir terlebih dahulu ke peternakan utama.”


Gwen mengatakan itu dengan senyum menawan di bibir. Rencana menakjubkan sudah terpapar dengan rapi di dalam kepalanya. Ia akan pastikan Raja Clown takkan mendapatkan kedamaian. Gwen tidak perlu memastikan rumor itu lagi. Benar atau salah, opsi yang paling aman adalah langsung menyikatnya. Dan cara paling baik apalagi selain mengandalkan para pelayannya dan mengatasi si Clown tanpa dia sadari?


Heh. Heh. Heh. Kecerdasanku memang terlampu menakutkan. Gwen merinding membayangkan apa yang akan terjadi jika ia sampai melepaskan kecerdasannya secara maksimal. Ia bahkan takkan terkejut jika sang dewa sampai mempersilakannya duduk di tahta dewa. Yeah, aku memang terlalu mengagumkan.


Tak berselang lama, gerobak yang Gwen naiki mengambil rute tercepat, mereka tiba di area peternakan yang luas. Gwen langsung turun. Ia meminta yang lain untuk tak mengikutinya. Ia beralasan kalau ia ingin menilai semuanya tanpa mendengarkan opini maupun penjelasan penjaga, padahal Gwen hanya tak ingin mereka mendengar rencana maserpiece yang kepala jeniusnya rancang.


Tak mendapatkan suara keberatan, Gwen lantas memasuki peternakan dengan kedua tangan di saku mantel ‒ ia memulainya dari area peternakan sapi ekor emas (area paling jauh dari bagian depan area peternakan dan yang paling sedikit pekerjanya).


Takkan ada seorang pun di dunia ini yang akan menyangka kalau ke—“Mu-Mustahil!”


Gwen, yang sebelumnya dipenuhi kepercayaan diri dan kegembiraan, tiba-tiba membelalak matanya dengan mulut menyeru kaget tak percaya.


Clown seorang raja. Tak mungkin dia datang ke peternakan untuk urusan remeh-temeh. Apalagi dia memakai topi dan baju samaran. Tak mungkin ada alasan lain Clown di sana selain untuk menunjukkan dirinya pada Gwen. Hal ini diperkuat dengan posisinya berdiri yang menunjukkan wajah pada Gwen.


Cih! Jadi itu alasannya mengapa mereka memaksaku memandangi lukisan Clown selama lebih dari satu jam?!


Gwen tidak bisa memercayainya. Rumor tentang Clown memang bukan hiperbola orang-orang bodoh. Di saat ia baru mulai berpikir menghalangi Clown dari menjadi pesaingnya di masa depan, Clown sudah melaksanakan rencana untuk menjatuhkan Gwen. Petinggi-petinggi Caligula Kingdom sudah berada di dalam telapak tangan Clown. Gwen sudah dikalahkan dengan telak bahkan sebelum ia mengetahuinya.


Bena-benar orang yang menakutkan. Ah, bukan, mungkin saja dia inkarnasi dewa!


Gwen, untuk pertama kalinya sejak ia menyadari ia memiliki kejeniusan yang tak berbatas, mengakui kekalahan. Clown berada dalam level berbeda dibandingkan makhluk-makhluk lainnya. Benci ia mengakuinya, tapi mungkin kecerdasan Clown melampaui kecerdasan Gwen sendiri. Pria itu…dia adalah orang yang harus Gwen lampaui.


Kali ini kau menang, Clown. Gwen membatin sembari berbalik arah dan melangkah pergi. Rencana masterpiecenya sudah dia hancurkan berkeping-keping; tidak ada yang perlu Gwen lakukan lagi. Ia perlu kembali dan memikirkan dengan serius. Sebelum ia kembali menantang Clown, barangkali ia harus membersihkan Caligula Kingdom dari sentuhan tangan sang raja.


Raja Clown…betapa lawan yang menakutkan, tapi mungkin keberadaannya adalah cara agar aku bisa melewati batas kesempurnaan.


...* * *...


Jika ada hal yang paling ia inginkan sekarang, Clown ingin mengganti keberuntungannya dengan kesialan. Ia sudah tak tahan lagi. Semakin hari semakin menjadi-jadi. Kemarin ia tak sengaja menjatuhkan patung di ruang harta kerajaan. Patung itu hancur. Bukannya dipermasalahkan, Clown langsung dilantik jadi raja saat itu juga. Rupanya, patung itu menyembunyikan pedang pusaka milik pendiri Kazarsia Kingdom.


Dan pagi ini istana telah dikerubungi para wanita. Sebagian dari mereka ingin menjadi istri kedua, ketiga, keempat, dan bahkan sampai menjadi selir. Sebagian lagi sampai meneriakkan kalau mereka menginginkan anak darinya secara tidak sah. Clown tidak tahu mereka menjadi gila karena apa, tapi barangkali karena rumor baru kalau ia reinkarnasi pendiri kerajaan.


Situasi benar-benar tak terkendali di istana, Clown sampai-sampai melarikan diri ke peternakan hanya untuk melindungi diri. Pasalnya, wanita hampir-hampir tidak menyukai bau di peternakan. Tidak ada tempat persembunyian yang lebih baik baginya selain peternakan. Dan Clown berniat berada di sini sampai siang, atau perlu sampai sore.


“Apa ada orang yang paling sial di dunia ini?”


Jika orang yang seperti itu ada, Clown rela bertukar tempat dengannya. Ah, tepatnya Clown akan memaksanya bertukar tempat. Saking putus asanya sang raja.


...* * * * *...