Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 49: Real and Fake, part 1



...VOLUME 7...


...»»»»» THE EMPEROR «««««...


...⸸\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=—xxxxxxx—\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=⸸...


ALICE yang masih belum bisa mencerna bagaimana pohon ajaib ini bisa ada di halaman belakang istana seketika tersentak saat tiba-tiba menemukan dirinya berada di depan meja yang memisahkan Artemys dan Monica. Belum sempat ia menunjukkan keterkejutannya, suara Xavier sudah menginvasi kepalanya. Dan Alice hanya bisa kembali terbengong dengan situasi yang ada.


Sementara itu, pelaku yang telah seenaknya meneleportasikan Alice tanpa pemberitahuan tengah berdiri diam di atas atap istana di Cornnas. Ia baru saja berbicara dengan Jenny terkait kepergian Artemys. Sejurus kemudian Xavier menghilang dan muncul tepat di antara Achilles dan Menez yang sedang melihat pertarungan antara Evillia melawan Gilbert, Cleria, Emily, dan Edelweiss—kelimanya bertarung dalam barier ciptaan Edelweiss.


Emily sudah lebih kuat, batin Xavier melihat Emily mengubah tubuhnya menjadi petir—sepertinya dia telah memfokuskan diri untuk memperkuat diri setelah kekalahannya di tangan Menez.


“Aku tak mengira Ratu Evillia sekuat itu. Dia bisa menghadapi keempat commander sekaligus tanpa menerima banyak luka. Menez, apa kau ya—”


Jika bukan karena kontrol dirinya yang begitu baik, Achilles sudah pasti terperanjat melihat kehadiran orang lain yang begitu tiba-tiba.


“—Commander Xavier.”


“Kak Xavier, kau sudah datang. Apa yang terjadi? Aku tak bisa merasakan hawa kehadiranmu.”


Xavier tak menoleh pada kedua orang di kedua sisinya; matanya tak beranjak dari pertarungan di dalam barier. Pada titik ini, Cleria adalah yang paling lemah dari keempat commander – kehilangan perinya membuat kekuatan tempur Cleria menjadi normal. Jika bukan karena Edelweiss yang menyembuhkan mereka secara konstan, mungkin dia sudah mati sedari tadi. Reinhart akan sedih jika itu terjadi.


Tapi Edelweiss lebih terampil dari yang kukira.


Edelweiss hanya memiliki [Healing Magic], [Barrier Magic], dan [Rune Magic]. Namun, caranya menggunakan kesemua itu sangat efektif dan brilian. Terutama [Healing Magic]. Ini pertama kalinya Xavier melihat [Healing Magic] digunakan untuk menyerang. Hanya Edelweiss jugalah yang berhasil memberi luka pada Evillia.


“Nueva telah tewas di tangan Edward Penumbra yang ternyata adalah Lucifer,” kata Xavier tanpa memandang kedua pria di sampingnya. “Aku telah membunuh Lucifer. Aku sudah lebih kuat karena itu. Tak ada yang bisa merasakan hawa keberadaanku tanpa kuizinkan, bahkan dengan [Sensory Magic] sekalipun. Tapi memberitahukan hal itu bukan alasan aku ke sini.”


“…Aku tahu ayahku takkan selamat, tapi aku tak berpikir Edward yang melakukannya. Aku jadi kasihan.” Achilles menghela napas pelan. “Menez sudah bilang kalian memerlukanku. Biar kutebak, kau mau menguasai Islan dan ingin agar aku menjadi perdana menterimu?”


“…Aku tak terkejut.”


“Bagus. Persiapkan dirimu. Setelah aku berbicara dengan kelima orang yang sedang bertikai itu, kita akan berkunjung ke Desert Kingdom dan Caligula Kingdom. Kita akan membentuk kekaisaran baru di tengah-tengah peperangan yang berlangsung. Tapi kau tak perlu khawatir, aku punya niat yang sama denganmu.”


Xavier langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul kembali tepat di antara Evillia dan keempat commander yang menyerang bersamaan. Kedua tangannya terangkat menulifikasi serangan-serangan mereka.


“Pengumaman,” ucap Xavier di saat yang lainnya terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba. “Sebagai emperor baru Vermillion Empire dan Islan secara keseluruhan, kuberi kalian dua opsi. Untuk para commander, apa kalian akan melayaniku sebagai emperor baru atau justru menentang? Dan untuk ratu para elf, apa kau akan menjadi bawahanku atau menjadi musuh? Silakan dipilih. Waktu kalian satu menit. Aku sudah membunuh Emperor Nueva, jadi pastikan kalian berpikir sebelum memilih.”


...—Sementara itu, Di Suatu Dimensi—...


Puing-puing tanah berserakan memenuhi ruang dimensi yang kacau balau. Ada begitu banyak arena yang sudah hancur, tetapi masih banyak juga yang tersisa. Fie berada di salah satu arena tersebut, barangkali ini arena keseratus sekian yang ia pijaki. Pasalnya, setiap arena hancur lebur setelah menerima beberapa efek kejut yang pukulannya dan Vermyna layangkan.


“Apa hanya seperti ini kemampuanmu saat [Anti Magic]-mu tak lagi berguna?” tanya Vermyna yang baru saja mendarat belasan meter di hadapan sang nephalem.


Fie tak bisa menyangkal saat Vermyna mengatakan kalau [Anti-Magic]-nya tak berguna. Karena, saat ini [Anti Magic]-nya memang tak bisa mengatasi sesuatu yang levelnya di atas Supreme Magic. Menjadi nephalem membuat [Anti-Magic]-nya melemah secara signifikan, makanya itu tak lagi bersifat otomatis. Jika ia kembali menjadi nephilim, mungkin [Anti Magic] akan bisa menahan kekuatan Vermyna.


Namun, menjadi nephilim saat di hadapan lawan sekaliber Vermyna adalah kesalahan fatal. Apalagi lawannya bisa menggunakan energi kehidupan. Ia akan bisa dihabisi dengan cepat.


Aku memang harus menggunakan [Magic Reactor], batin sang nephalem sembari berdari dari posisinya yang berlutut dengan satu kaki. Kekuatan fisikku masih lebih unggul, tapi aku tak bisa menghancurkan tubuh itu—hanya bisa memberinya rasa sakit.


[Magic Reactor] adalah kekuatan utama Fie sebagai nephalem. Ia bisa menciptakan sihir apa pun dengan itu. Supreme Magic sekalipun bukan pengecualian. Ini seperti [Ruler of Heaven], tapi jauh lebih superior. Hanya saja, Fie tak bisa menampung banyak sihir. Maksimum ia hanya bisa menciptakan dua sihir pada saat yang bersamaan. Fie tak memiliki [Magic Container] untuk menampung semua sihir yang [Magic Reactor] ciptakan.


Karena itu, walaupun Fie bisa menciptakan semua Supreme Magic, ia tak bisa menggabungkan semuanya ke dalam dirinya. Ia tak bisa menjadi makhluk yang sama dengan Edenia walaupun potensi itu ada. Dan itu juga alasan mengapa ia tak berusaha mendapatkan Supreme Magic. Karena, jika ia memiliki salah satu Supreme Magic, opsi bertarungnya berkurang.


“Akan kutunjukkan perbedaan di antara kita,” ucap Fie seraya mengeluarkan kobaran api putih dari tangan kanan—dan tangan kiri mengeluarkan kobaran energi hitam [Complete Annihilation]. “Kau tadi bilang aku hanya makhluk anomali palsu, makhluk imitasi? Akan kutunjukkan perbedaan itu pada makhluk kuno sepertimu.”


Fie tak menunggu respons balasan Vermyna, dalam sekejap ia sudah berada tepat di hadapan sang lawan.