
...—Suatu Tempat Tersembunyi—...
Jika Thevetat masih hidup bersama masternya, dia saat ini pasti akan berusaha menjauh dari pemilik mata yang lebih hitam dari kehampaan itu. Sayangnya, leluhur para naga itu tidak lagi berada di antara mereka-mereka yang hidup. Tak ada siapa pun yang menjadi saksi atas keterkejutan dan kekesalan yang mewarnai wajah dari makhluk yang dianggap sebagai dewa.
Ini kali kedua dari sejauh kesadarannya bermula Edenia mengalami keterkejutan. Yang pertama, itu sesuatu yang alami. Namun, kali ini jelas sekali bukan hal yang alami. Makanya kekesalan menyertai keterkejutan yang mewarnai wajah Edenia. Pasalnya, kejadian kali ini memastikan kalau asumsinya seratus persen benar.
Kehendak semesta benar-benar ada. Ah, pada titik ini sudah tak pantas lagi disebut kehendak semesta. Siapa pun yang telah memutuskan koneksinya dengan Kanna, dia memiliki kontrol yang lebih besar terhadap Throne of Heaven. Dan, ini semakin memperjelas kalau ia tak lebih dari sekadar objek hiburan. Heh, Edenia bahkan dapat membayangkan seseorang tengah tertawa atas pemikirannya.
…Tapi ini tidak mengubah apa pun. Kanna telah ditarik dari rencananya, tapi gadis itu hanya rencana cadangan. Ia hanya perlu memastikan rencana awalnya terpenuhi. Merepotkan karena kedua belas seraphim utamanya telah lenyap, tapi itu tak begitu masalah. Dan karena itu juga, ia harus sedikit lebih aktif.
...* * *...
Kanna belum pernah sebingung ini. [Omni Intelligence]…itu sama sekali tak terdengar seperti sihir. Tak ada sihir yang memiliki kesada—ah, Parallel Mind of Raphael. Kanna menggunakan [Rune Magic] untuk membuat pikiran buatan yang bisa melakukan apa yang sudah ia programkan. [Omni Intelligence] mungkin sihir dengan konsep yang sama seperti itu. Atau mungkin, [Omni Intelligence] adalah Parallel Mind of Raphael yang telah berkembang.
Kanna mengabaikan berbagai pertanyaan yang menyesakkan kepalanya dan mengiyakan pertanyaan yang datang tanpa diundang itu.
Jika sebelumnya ia bingung, kali ini Kanna syok.
Ini gila. Ini sangat gila. Ini begitu gila hingga Kanna kehilangan kata, ia teramat syok. Kanna el Vermillion adalah manusia berusia 17 tahun. Bukan Primordial Angel. Tidak 6271 tahun. Ia terlahir manusia! Ia manusia! Dan ia sama sekali tak punya masalah dengan memorinya!
Ini semakin tidak masuk akal. Ini semakin gila. Belum cukup [Omni Intelligence] mengatakan ia bukan manusia, dan sekarang dia mengimplikasikan kalau dirinya bukan makhluk dari semesta ini? Ia alien? Ia makhluk asing yang entah karena apa berakhir di semesta ini?
Kanna berusaha keras mengontrol dirinya, tak membiarkan emosinya terselip dengan begitu mudah.
Hari ini hari yang paling buruk dalam hidupnya. Jika ia bukan Kanna yang terlatih untuk mengontrol emosinya, ia sudah tak lagi tenang sekarang. Tapi Kanna adalah Kanna. Bahkan setelah mendengar segala hal yang tak masuk akal itu, pikirannya masih tetap jernih. Matanya masih tak beranjak dari Vermyna yang dibuat terpojok oleh kombinasi Invisible Swords of Selaphiel dan Sky Blessing of Barachiel.
Apa Primordial Angel?
Kanna tidak tahu jika [Omni Intelligence] sengaja menolak menjawab pertanyaannya atau memang tidak mampu menjawabnya. Sangat mencurigakan.
<…Itu hanya perasaan Kanna el Vermillion saja. [Omni Intelligence] adalah bagian yang tak terpisahkan dari jiwa Primordial Angel. Kita tercipta seperti itu. Tidak mungkin [Omni Intelligence] sengaja menolak menjawab pertanyaan sang master.>
Argumenmu tidak meyakinkan, batin Kanna. Kau bisa menjawab semua pertanyaanku, tapi kau menolak menjawabnya dan justru menyarankan agar aku menjadi makhluk 6 dimensi atau memiliki master. Aku curiga…jangan-jangan cara agar aku menjadi makhluk 6 dimensi adalah dengan memiliki master. Saran dan saran alternatifmu sama. Tapi, kalau memiliki master membuatku menjadi makhluk 6 dimensi, artinya kau sengaja menahanku dari menjadi makhluk 6 dimensi — sejak awal aku adalah makhluk 6 dimensi.
<…Itu asumsi yang liar.>
Tapi kau tak mengingkarinya.
<….>
<….>
…Jadi, aku sekarang bingung karena ulahku sendiri?
<….>
Kalau begitu, pasti ada alasan kenapa aku sampai melakukan itu semua. Katakan, apa tujuanku sampai mengorbankan kekuatanku untuk terlahir kembali di semesta ini?
<…Master, pilih seseorang untuk kita manfaatkan sebagai ‘Master’. Aku menolak berkomunikasi dengan Master sampai Master punya calon ‘Master’. Kita telah bersusah payah untuk turun ke dimensi ketiga; aku tak ingin semuanya sia-sia hanya karena Master berubah pikiran. Master memilih seseorang untuk kita manfaatkan sebagai ‘Master’, atau Master hidup dalam kebingungan selamanya. Master yang putuskan.>
Kanna mengernyit mendengar ultimatum itu. Ia tak pernah berpikir akan mengatakan kalau dirinya menyebalkan. Tapi sekarang Kanna akan mengatakannya: ia menyebalkan. Jika semua yang [Omni Intelligence] katakan benar, bagaimana bisa dirinya sampai membuat diri sendiri bingung?
Kau sama sekali tak berdusta, kan?
<….>
Apa aku khawatir akan berubah pikiran karena akan menyukai planet dan semesta ini?
<….>
Apa itu Chimera?
<…Penganalisisan pertanyaan selesai. Jawaban: Chimera adalah ras yang mengonsumsi makhluk lain untuk berkembang. Chimera berasal dari ras Magical Beast. Setiap Magical Beast memiliki potensi menjadi chimera, tetapi hanya yang terkuat dari yang terkuat yang bisa benar-benar berkembang menjadi Chimera. Penjelasan lebih jauh ditolak. Izin akses Throne of Heaven ditolak. Saran: Perlu menjadi makhluk 6 dimensi.>
...Kau lupa menyertakan saran alternatif.
<…Saran alternatif: miliki ‘Master’.>
Kanna menghela napas pelan. [Omni Intelligence] menolak meladeninya, tapi dia tak menolak memberi jawaban untuk pertanyaan normal. Mungkin itu juga karena instruksi yang dulu ia berikan pada kemampuannya tersebut.
Huh? Edenia? Edenia yang dipuja sebagai dewa? Edenia yang kuanggap sebagai dewa?
Kanna mengernyit, tapi ia tak mengatakan apa-apa lagi. Apa pun yang coba ia katakan, [Omni Intelligence] takkan berubah pikiran. Lebih dari itu, ia tak punya banyak waktu untuk memikirkan semuanya. Ada Vermyna Hellvarossa yang harus ia akhiri demi keutuhan Islan. Kalau begitu….
Berikan aku [True Void] yang tadi kau sarankan.