Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 27: NWO Army, part 2



...—Perbatasan Aliansi Desa Centaur – Warebeast Great Kingdom—...


Vampire Kingdom tidak pernah memiliki sejarah hubungan buruk dengan Warebeast Great Kingdom, sama seperti Elf Kingdom sebelum Evillia Evrialle merebut tahta kerajaan. Karena itu, tidak ada hubungan buruk antara vampire dan warebeast ‒ tidak ada pandangan tajam yang warebeast lontarkan saat melihat vampire lewat. Hal itu berbeda dengan para elf. Delikan mata mereka pasti akan memborbardir para vampire jika keduanya berpapasan.


Itu adalah apa yang Heckart, atau yang sekarang lebih nyaman dengan nama Hecrust, buktikan sendiri. Ia mendapat banyak delikan tajam dari para elf, apalagi dari mereka yang mengenalnya sebagai Heckart. Namun, di antara para warebeast ini, Hecrust tidak mendapatkan satu pun pandangan benci. Mantan manusia ini dapat berjalan di kerumunan mereka dengan leluasa seperti ini.


Perkemahan para vampire lokasinya lebih menjorok ke timur laut, berjarak kurang dari seratus kilometer dari titik perbatasan antara Warebeast Great Kingdom, Aliansi Desa Centaur, Dwarf Kingdom, dan Emiliel Holy Kingdom. Dari markas pusat yang berdiri tinggi di antara tanah para centaur dan para warebeast, jaraknya hanya mencapai satu kilometer saja. Tak butuh semenit bagi Heckart untuk kembali ke sana.


“Bagus kau kembali, Hecrust.” Berkata Lucard yang sudah menunggu kembalinya Hecrust di luar area perkemahan. “Aku akan langsung menyusup ke Dwarf Kingdom. Jika ada apa-apa di sini, kupercayakan kau untuk menggerakkan batalionku.”


“Aku tak masalah dengan itu, tapi kau sudah mengatakan pada mereka terlebih dahulu, kan?” tanya Hecrust. “Tidak sepertimu, aku bukan vampire berdarah murni. Aku harus menunjukkan pada batalionku mengapa aku dijadikan pemimpin mereka; aku tak ingin mengulangi hal yang sama lagi.”


Lucard mengibas-kibaskan tangannya. “Soal itu tidak perlu kau khawatirkan,” katanya sembari kemudian melesat pergi.


Hecrust mengedikkan bahu dan berjalan memasuki area perkemahan.


Tenda-tenda dibangun dalam formasi segitiga yang ketiga ujung atasnya saling bertemu, dan tenda besar adalah apa yang berperan sebagai ujung-ujung tersebut—sedangkan masing-masing segitiga merepresentasikan masing-masing batalion. Hecrust melangkah menuju satu dari tiga tenda besar yang berdiri di tengah-tengah formasi tenda.


“Lucard sudah pergi?”


Pertanyaan itu menyambut kedatangan Hecrust saat ia memasuki tenda—padahal tenda yang ia masuki adalah miliknya sendiri.


Cainabel, vampire berambut merah yang memesona, adalah pemilik suara itu. Dia duduk di kursi di depan meja persegi besar, lembaran kertas tersusun rapi di atas meja tersebut. Hecrust ingat tatkala ia meninggalkan tenda guna melapor pada Minner, meja itu kosong. Artinya, Cainabel membawa kertas-kertas itu dan meletakkannya dengan rapi di meja.


“Dia baru saja pergi,” jawab Hecrust sembari melangkah lalu duduk di kursi yang berlawanan dengan Cainabel—hanya ada tiga kursi di dalam tenda. “Apa yang kau lakukan di sini?”


“Aku baru saja mendapatkan informasi dari Lumeira. Baca dua lembar kertas ini.”


Hecrust meraih kedua lembar kertas yang disodorkan sang vampire, membacanya dengan saksama.


“…Necromancer yang bisa membangkitkan leluhur para naga, huh?” Hecrust meletakkan kedua kertas itu dan memandang intens Cainabel. “Dengan kemampuan Nona Vermyna yang sekarang, bukankah itu mudah baginya menemui dan merekrut wanita itu sendiri?”


“Tidak ada gunanya mempertanyakan hal itu. Jika Nona Vermyna tidak melakukannya sendiri, itu hanya berarti dua hal: dia memercayai yang lain untuk melakukannya, atau dia merasa wanita tersebut takkan bersedia bergabung. Dalam hal ini, kemungkinan yang pertama. Jika tidak begitu, tidak ada alasan mengapa Lumeira memberikan informasi detail ini padaku.”


Hecrust mengangguk pelan mendengar perkataan panjang dari Cainabel.


Ia tidak bisa menebak apa yang Vermyna pikirkan. Banyak hal yang tiba-tiba berubah. Ia sudah berpikir kalau dirinya harus berhadapan dengan Elena dan yang lainnya, tetapi nyatanya sekarang ia berada di pihak yang sama dengan Elena dan Jose. Vermyna juga sudah mengatakan kalau dia tidak memusuhi Xavier, Menez, serta Monica. Hecrust tidak perlu khawatir akan berhadan dengan ketiganya. Itu pula alasan mengapa ia ditunjuk memimpin batalion di sini. Prioritas mereka adalah Dwarf dan Knight Templar.


“Lantas, kau akan meninggalkan komando di sini padaku?” tanya Hecrust beberapa saat setelah keheningan memenuhi ruang.


Cainabel mengangguk. “Kau tidak buruk, tetapi kemampuanmu tidak cocok untuk tugas ini. Karena itu, sampai aku kembali, komando di sini ada di tanganmu. Jika Lucard melakukan kecerobohan yang membuat para dwarf mengirim pasukan ke sini, usahakan yang terbaik untuk meminimalisir korban yang jatuh.”


“Baiklah. Akan kulakukan segala yang kubisa, tetapi kuharap Lucard tidak melakukan hal gegabah.”


“Mengetahui Lucard, kecil kemungkinan dia takkan gegabah. Aku bahkan tak akan terkejut jika dia mencoba melakukan apa yang pernah dia lakukan di Caligula Kingdom dulu.” Cainabel menggeleng kepala pelan dan berdiri—pada saat yang bersa maan, semua kertas terangkat ke udara dan kemudian terdisintegrasi menjadi partikel yang tak lagi terlihat mata. “Sampai jumpa lagi, Hecrust.”


Belum sempat Hecrust merespons, tubuh Cainabel sudah lenyap dari pandangan.


Itu bukan teleportasi. Cainabel tidak memiliki sihir teleportasi. Pemegang kursi ketiga dari tujuh vampire anggota Moon Temple itu mengubah tubuhnya menjadi partikel kecil yang bisa menembus materi padat. Itu adalah metode gerak yang Cainabel punya. Dia bisa menyamai kecepatan cahaya saat menjadi sekecil partikel. [Particle World]. Itu sihir utama yang Cainabel punya ‒ dia bisa menghancurkan materi hingga ke tingkat partikel terkecil yang tak mampu dilihat mata.


Dari total sepuluh kali sparing yang Hecrust lakukan dengan Cainabel, tak satu pun yang ia menangkan. Cainabel tidak suka menggerakkan tubuhnya untuk bertarung. Dia lebih suka menyerang dari jauh. Namun, jika dia dipaksa bertarung dalam jarak dekat. Gadis itu akan melapisi tubuhnya dengan sihir partikel—yang lantas akan menghancurkan setiap materi yang dia sentuh.


Cainabel mengaku ada kelemahan pada sihirnya. Hecrust tidak tahu apa, dan Cainabel juga tidak menjelaskan. Yang jelas, karena Crow dinobatkan yang terkuat, pria itu kemungkinan besar mengetahuinya. Tanpa tahu kelemahan Cainabel, sulit dibayangkan gadis itu akan kalah oleh orang-orang yang selevel dengannya.


Menghela napas, Hecrust berdiri dari kursinya dan keluar tenda. Ia tidak tahu kapan Lucard dan Cainabel akan kembali. Guna menghindari miskomunikasi dan ketidakdisiplinan dalam pasukan, perlu bagi dirinya untuk berbicara dengan beberapa vampire dalam batalion Lucard dan Cainabel.


Heckart Elbrust, seorang manusia ahli tombak, sudah tidak ada lagi. Yang ada adalah Hecrust, anggota Moon Temple yang dipercaya. Setidaknya…itu sampai hari di mana ia kembali menjadi manusia tiba. Sampai hari itu, ia hanya memiliki satu nama, dan itu adalah Hecrust.


...#####...


Apa update cuma satu part per minggu? Tidak. Bisa dua, bisa tiga, bisa empat, bisa lima, bisa pula enam. Tergantung mulusnya nulis mana. Pasalnya, saya sekali buka laptop buat ngetik itu bukanya sekaligus tiga sampai lima dokumen. Nulisnya pindah-pindah dari satu dokumen ke dokumen lain. Saya sulit fokus pada satu cerita, terlebih ketika ada cerita lain yang menuntut pikiran untuk ditulis.


...#############################...


...THRONE OF HEAVEN...


...⸢Chapter 1: The Beginning⸥...


THRONE OF HEAVEN. Sebuah gim VRMMO-RPG yang pernah menduduki peringkat pertama selama sebelas bulan berturut-turut tepat lima bulan setelah peluncurannya pada 2145 silam.


Daya tarik paling utama dari gim itu adalah pertarungannya yang epik, tetapi selain itu gim tersebut juga terkenal karena dunianya yang luas serta kebebasan dalam bermain. [Player] memang hanya bisa memilih satu ras saja, tetapi jumlah Class yang bisa dipilih sama sekali tidak terbatas. Total ada lebih dari seratus Class, tetapi hanya sepuluh yang bisa dipilih tanpa ada syarat tertentu: [Player] menyebutnya sepuluh Class dasar.


Tergantung dari sepandai apa seorang [Player] menentukan Class tersebut, dia bisa saja membangun karakter yang ahli pedang sekaligus ahli sihir. Jika [Player] kurang pandai dalam menyusun Class, bisa saja saat ia mencapai Level 100, statsnya tidak jauh berbeda dengan [Player] Level 50. Perbedaan yang signifikan antara [Player] level tinggi dan level rendah hanyalah jumlah Skill dan Magic yang mereka punya.


Throne of Heaven menduduki peringkat pertama tersusah dalam menyelesaikannya. Bahkan setelah 10 tahun sejak gim itu dipublikasi—....


Ingin membaca kelanjutannya? Silakan kunjungi k a r y a k a r s a.c o m/Near | “Throne of Heaven” bisa dibaca secara gratis. Tidak ada hubungannya dengan “Against the World” atau “The Kaiser”, tetapi “Throne of Heaven” dan “Against the World” serta “The Kaiser” adalah tiga dari tujuh universe yang terdapat di dalam Multiverse N.


#Terinspirasi dari: “Overlord”, “The New Gate”, “Fate Series”, dan “Mirai Nikki”.