Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 35: Old Friends, part 2



Khrometh tak punya rencana membiarkan musuhnya mendekat tanpa hadangan. Selagi Minner memperpendek jarak di antara mereka, ia sudah memanifestasikan puluhan lingkaran sihir biru di tanah. Kesemuanya saling menyinggung satu sama lain membentuk pola tak biasa. Namun, Khrometh tak langsung mengaktifkan spellnya; ia sengaja menunggu sampai sang lionman mendekat.


“Water Magic: Grand Pheussleum Prison!”


Minner yang hendak mendaratkan cakar tajamnya pada Khrometh spontan berhenti begitu mendapati sosok Minner memecah dan menyebar menjadi butiran air. Kapak yang dia genggam bergerak ke bawah mematuhi tuntutan gravitasi. Dan sebelum kapak itu mencapai tanah, Minner telah mendapati dirinya berada di dalam air bertekanan tinggi. Hanya air yang bergerak ke pusat yang sang raja dapati.


Tekanan yang besar membuat tubuhnya tertekan, dan aliran air yang bergerak ke pusat membuat Minner kesulitan berenang ke tepian. Jika sedari awal ia menghindar, meloloskan diri dari kumpulan air berbentuk prisma tegak segi lima ini takkan jadi masalah. Namun, sekarang telah terlambat. Aliran air yang menarik tubuh Minner ke tengah-tengah cukup kuat.


Dari luar, prisma air itu terlihat cukup masif. Tingginya mencapai seratus meter. Panjang kelima sisinya mencapai setengah dari tinggi. Masifnya prisma air tersebut membuatnya terlihat dari kejauhan. Namun, baik para Knight Templar maupun para dwarf yang masih hidup terlalu sibuk dengan urusan mereka untuk memberi perhatian pada spell sang legenda hidup para dwarf.


Khrometh keluar dari air berbentuk prisma tegak segi lima tersebut setelah memastikan Minner terkurung di pusatnya. Pada saat yang bersamaan, kapaknya meluncur keluar dari sisi prisma yang lain dan melesat memutar menuju tangan kanan Khrometh. Kapak itu seolah memiliki pikirannya sendiri, walaupun sejatinya formula rune di telapak tangan kanan Khromethlah yang menarik kapak.


Mengaitkan kapak di ikat pinggangnya, kedua telapak tangan Khrometh menyatu—dan ukuran prisma air itu mulai menyusut secara perlahan.


Namun, baru satu persen volume air menyusut, cahaya oranye memancar terang dari pusat prisma. Prisma air itu terkikis dari dalam dengan cepat dan semakin cepat. Belum ada tiga detik, seluruh bagian prisma air telah lenyap. Dan, cahaya oranye yang mengikis semua yand disentuhnya itu tak berhenti hanya pada prisma air.


Minner terus mengekspansi jangkauan cahaya tersebut. Khrometh sampai menciptakan ratusan demi ratusan barier di sekelilingnya demi menahan laju cahaya pengikis itu. Pasalnya, berbeda dengan laser-laser cahaya sebelumnya, laju cahaya oranye kali ini turut mengikis pula barier-barier sang dwarf.


Minner memiliki [Erosion Magic] dan [Light Magic], tetapi dia tak pernah menggunakan kedua sihir itu secara terpisah. Minner menggabungkan kedua sihir itu membentuk [Light Erosion]. Cahaya oranyenya mengikis apa saja yang dikenainya. Semakin panas cahaya, artinya unsur [Light Magic] dalam [Light Erosion] lebih kuat. Dan berlaku sebaliknya. Artinya, Minner bisa mengatur kekuatan cahaya oranyenya sesuai kebutuhan.


Artinya dia telah memperkuat [Erosion Magic] dalam [Light Erosion]-nya, batin Khrometh setelah cahaya oranye akhirnya lenyap—bariernya yang tersisa kurang dari tiga puluh.


Berjarak sekitar tujuh puluh meter dengan Khrometh, Minner terjatuh dengan napas tersengal-sengal. Mau bagaimanapun juga, ia makhluk darat yang tak bisa bernapas dalam air. Menahan tekanan air sebesar tadi tubuhnya masih mampu, tetapi tidak dengan menahan napas. Ia pasti sudah pingsan jika belasan detik saja lebih lama berada di dalam air bertekanan super tinggi itu.


Namun begitu, Minner langsung berdiri dengan cepat begitu matanya melirik Khrometh yang menyongsong maju dengan kapaknya. Ia takkan membiarkan sang dwarf mengambil kesempatan yang terbuka. Kuku-kuku tajam Minner memendek dengan cepat, dan kedua tangannya lantas diselimuti cahaya oranye yang sama sekali tak meradiasikan panas. 1 berbanding 9—itulah perbandingan [Light Magic] dengan [Erosion Magic] dalam cahaya [Light Erosion]-nya ini.


“Kau akan kalah hari ini, Minner!” teriak Khrometh dengan kapak yang mengayun keras dan tajam.


“Teruslah mengkhayal, Khrometh!” Minner tak mau kalah.


Tebasan kapak Khrometh ditahan lengan Minner. Kapak itu tak mampu menembus selubung cahaya oranye yang menyelimuti tangan sang lionman. Sebaliknya, bilah tajam kapak mulai terkikis. Dan pada saat yang bersamaan, kepalan tangan Minner yang bebas menyasar wajah sang dwarf—ukuran tubuh Minner yang dua kali lebih besar dari Khrometh jelas memberinya keuntungan.


Dan Khrometh langsung memanfaatkan kesempatan yang terbuka untuk bergegas menyusul Minner yang terhempas. Kapaknya bahkan sudah ia lemparkan kuat-kuat.


Minner—meski tubuhnya masih dalam keadaan terhempas—berhasil memiringkan kepala menghindari terjangan kapak. Namun, pada saat itu satu formula rune lain menghilang dari tubuh Khrometh, dan secara tiba-tiba sang dwarf telah muncul di belakang Minner. Dia telah berganti tempat dengan kapaknya. Minner tak menduga hal itu. Ia sama sekali tak mampu menghindari pukulan lengan kanan Khrometh pada sisi kiri kepalanya.


Buuuum!


Tubuh Minner menghantam bongkahan batu dengan telak, dan ia terus terpelanting dan terseret-seret sebelum akhirnya berhenti.


Khrometh masih tak berniat memberi waktu bagi Minner untuk mengatur napas. Dengan kedua telapak tangan yang menyatu dan dada yang membusung, Fang of Poseidon menyembur keluar dari mulut sang dwarf. Itu melesat dalam kecepatan menakjubkan menyasar tubuh tergeletak Minner.


Khrometh mengekspektasikan laser airnya mengenai tubuh Minner, membinasakan sang lionman.


Namun, kenyataan lebih sering tak sesuai ekspektasi.


Laser air bertekanan dan berkecepatan super yang Khrometh semburkan berhenti melaju tepat belasan senti sebelum menghantam target. Senada dengan itu, tubuh Minner sepenuhnya telah berbalutkan cahaya oranye tebal yang tak meradiasikan panas sedikit pun. Tanah, rerumputan gersang, dan bebatuan di sekitarnya sudah terkikis dengan cepat. Saat bangkit, Minner sudah tak lagi berdiri; dia melayang.


Khrometh menghentikan semburannya; ia harus meningkatkan tekanan dan kecepatan spellnya jika mau Fang of Poseidon kembali berguna.


“Kau sudah jauh lebih kuat dari waktu itu, dan kau juga telah memelajari berbagai trik untuk membantumu dalam pertarungan. Kau tak masalah jika aku mengeluarkan kekuatan penuhku, kan, Khrometh?”


Khrometh menatap was-was penguasa para warebeast. Ia memang tidak pernah melihat kekuatan penuh Minner, tetapi ia tak berpikir itu akan seperti ini. Pria bertelinga singa itu telah tak lagi terlihat wujudnya. Cahaya oranye tebal membungkusnya dengan begitu sempurna. Tubuh Minner bagaikan tulang, dan cahaya itu berperan sebagai dagingnya. Sekali tersentuh, dan anggota tubuh Khrometh akan terkikis.


“Hmph! Jangan besar kepala Minner! Apa pun yang kau lakukan, hasilnya takkan berubah! Aku yang terbaik.”


Itu benar. Apa pun yang terjadi, Khrometh takkan kalah. Ia masih memiliki banyak trik untuk digunakan. Lebih dari itu, ia memiliki sihir rahasia Stakhnet untuk digunakan. Khrometh tidak sedang bertarung sendiri; Stakhnet selalu menyertainya kapan pun dan di mana pun.


Dengan keyakinan itu (dan kapak yang sudah kembali ke tangannya), Khrometh kembali melesat menyerang.