Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
EPILOGUE



HIDUP penuh dengan penyesalan. Kalimat yang satu ini sangat benar. Xavier adalah bukti nyata akan kebenaran kalimat itu. Ia menyesalkan banyak hal yang sudah ia lakukan. Jika Nueva masih hidup, ia pasti akan menyiksanya karena telah menjadi akar masalah. Jika dia tidak bodoh sampai terjatuh dalam manipulasi Lucifer, kejadian besar yang mengubah Islan mungkin takkan pernah terjadi. Dan, Xavier tak harus berkutat dengan dokumen yang menumpuk-numpuk.


Setengah tahun telah berlalu sejak ia menghentikan perang secara sepihak dan memaksa semua kerajaan tunduk.


Tiga minggu pertama tak ada masalah yang berarti. Emiliel Holy Kingdom sedikit keras kepala, tapi masalah mereka selesai saat Xavier meminta Rossia menjadi ratu. Terlebih Arthur Lancedragon mendukungnya. Jika Vampire Kingdom menjadi bagian dari Islan, apalagi setelah Vermyna membunuh Fie, Emiliel Holy Kingdom akan lebih memilih kehancuran. Karena itu, tak ada Vampire Kingdom lagi di benua ini. Vermyna meratui Kepulauan Haikal—Seaman Kingdom dan Mermaid Kingdom menjadi bagian dari mereka.


Masalah datang sebulan setelah penaklukan paksa, kurang dari seminggu setelah ia menyerahkan aturan bersama yang wajib dipatuhi seluruh negeri yang ada di Islan. Para penguasa dan mayoritas petinggi kerajaan menerima dengan baik; tak ada masalah dengan aturan yang tidak begitu berbeda dengan hukum yang dibuat New World Order. Namun, hal yang sama tak bisa dikatakan terhadap rakyat mereka. Demonstrasi penolakan terjadi di berbagai tempat, terkecuali di Maggarithaz Kingdom dan Hongariand Kingdom.


Masalah itu bisa diatasi dengan cepat, terlebih saat mereka semua dibuat paham apa itu daerah otonom. Kunjungan Kanna ke setiap kerajaan membantu meredakan penolakan. Namun, masalah yang sebenarnya datang setelah itu. Organisasi yang menjuluki diri mereka sebagai Penyelamat Islan muncul dan menimbulkan kekacauan, mereka menghasut rakyat untuk pergi langsung ke Kota Sihir Maidenhair untuk menyuarakan penolakan.


Butuh satu bulan untuk melenyapkan mereka hingga ke akar-akarnya, dan ternyata otak di balik mereka semua adalah Karen mel Matepola—dan Elmira. Bukti keterlibatan Karen ditemukan, Xavier berhasil menjebloskannya kepenjara tanpa terlihat seperti penguasa tiran. Namun, bukti keterlibatan Elmira tak ditemukan. Tentu saja Xavier bisa mengambil jalan paksaan, tapi itu akan membuat upayanya dalam menciptakan nama baik sebagai emperor menjadi sia-sia.


Akhirnya Xavier menyelesaikan masalah itu secara empat mata. Elmira mengakui keterlibatannya, tidak perlu tahu bagaimana ia bisa membuat wanita itu mengaku. Yang jelas, Elmira hanya melampiaskan kekesalannya karena ia menjadikan Kanna Empress. Lebih dari itu, sang wanita kesal ia telah memiliki empat istri. Ya, informasi itu telah jadi konsumsi publik—Alice yang menyebarkannya, dan dia menolak mengakuinya meski tahu kalau ia tahu.


Sekarang, semua masalah yang mengancam kedamaian Islan telah diatasi, tetapi Xavier harus membayarnya dengan kehilangan kedamaian diri.


Tumpukan dokumen yang harus ia periksa untuk ditolak atau disetujui. Dokumen-dokumen laporan yang harus dibaca, padahal isinya rata-rata tidak penting. Incell yang kerap kali datang menantangnya bertarung. Qibtya yang kerap kali datang dan menimbulkan keributan. Evillia yang marah dan memaksanya menceraikan semua istrinya lalu menikah dengannya. Vermyna yang kerap membawa masakannya—yang lebih berbahaya dari racunnya Bedivere. Monica yang mengeluh karena dia tak kunjung hamil.


Hanya bersama Kanna dan Artemys ia bisa benar-benar tenang. Dengan Artemys normal, sejak awal Xavier mengetahui itu. Bahkan setelah anak mereka—Nizivia el Vermillion—lahir, wanita itu tak berubah. Dia sedikit manja, tapi hanya sebatas itu saja. Yang mengejutkan adalah Kanna. Dia benar-benar menjelma menjadi istri ideal. Belum pada level Artemys, tentu saja, tetapi cukup dekat. Mungkin itu karena Kanna banyak menghabiskan waktu dengan Artemys dan Nizivia, atau mungkin dia hanya berakting. Xavier masih belum melupakan perkataan Kanna waktu itu.


“Kak Xavier.”


Xavier mengalihkan pandangannya dari lembar dokumen saat suara itu memanggil. Menez datang melalui Land of Dream seperti biasa. Namun, melihat raut wajahnya, sepertinya dia tidak datang melaporkan sesuatu atau mengantarkan pesan dari Achilles. Xavier bisa menebak, tapi ia memilih bertanya langsung.


“…Malam ini aku dan Alstroemeria akan makan malam bersama di luar. Jadi, um, aku mau minta saran dari Kak Xavier.”


Xavier langsung berdiri dari kursinya. Mata tajam Emily—yap, Emily sudah kembali menjadi sekretarisnya seperti saat ia masih menjadi commander dulu—langsung memandangnya intens. Wanita itu benar-benar ketat dan keras, bahkan ia tak dibiarkan menggunakan klon untuk mengatasi dokumen-dokumen. Tanggung jawab katanya. Heh, siapa yang peduli!


“…Jika dalam satu jam kau tak kembali, akan kukatakan pada Nona Vermyna kalau kau menganggap masakannya sebagai racun.”


“Dan,” Emily melanjutkan tanpa membiarkan Xavier merespons, “mau sampai kapan kau menahan Commander Lilithia di sana? Nona Eileithyia mengatakan akan membebaskannya dalam tiga hari kalau tak ada kompensasi. Dia bilang dia suka masakan Monica. Kalau kau ke sana tak membawanya masakan Monica, dia akan membebaskan Commander Lilithia.”


…Kan? Emily sangat ketat, dan mengancam. Tapi mungkin itu memang diperlukan.


“Tentu saja, Nona Sekretaris. Bahkan sang emperor tak bisa apa-apa di hadapanmu. Ayo pergi, Menez, akan kubimbing kau menjadi seorang pria yang nyata.”


...——THE END——...


...—»»»»» Author Note «««««—...


Pertama sekali, terima kasih sudah membaca hingga detik ini. Terima kasih banyak, terutama bagi yang berpartisipasi di k a r y a k a r s a.com/N e a r dan yang sudah mengikuti cerita ini sejak awal penulisan. Meskipun cerita ini tak cukup bagus dan ada yang bilang membosankan, thanks for keeping me company.


Jika tertarik dengan High Fantasy seperti ATW, bisa baca "Sword of Salvation". Ini utamanya terinspirasi dari Bleach dan One Piece dan Naruto Shippuden. Silakan kunjungi: ----› k a r y a k a r s a. com/Near


...Against The World II ‒ Transgression...


...Published Date: 27 Maret 2021...


...Finished Date: 25 Juli 2022...


...Total Words: 317.700...