
Total ada tiga belas kursi yang mengitari meja bundar, dan Kanna mendudukkan diri di kursi satu-satunya yang masih kosong. Di kirinya berturut-turut duduk Lilithia von Sylphisky, Gilbert von Herakles, Edelweiss von Adhelphina, Reinhart von Aldebaran, Cleria von Anastasha, Hekiel von Vanguarta, Dermyus von Haneth, Zenith von Myera, Herena von Muir, Darminic von Bellriser, Emily von Avosvin, dan tentu saja Xavier von Hernandez.
Emily sebelumnya sudah mencoba mengundurkan, berpikir kalau dirinya belum pantas menjadi commander. Namun, permohonan pengunduran dirinya tak diterima; alasannya tak valid. Kekuatan tempur Emily benar telah berada dalam level commander. Hanya saja, Menez terlalu merepotkan hingga membuat perbedaan mencolok antara kekuatan mereka. Bahkan di ruangan ini, selain dirinya dan Xavier, hanya Lilithia yang bisa membuat Menez mundur—dan itu hanya berlaku jika Lilithia tak memberi kesempatan Menez untuk menggunakan sihirnya.
“Surat dari Queen Elmira telah tiba pagi tadi,” ucap Kanna memulai pertemuan mereka tanpa berbasa-basi. “Seperti prediksinya pada surat yang lalu, Eternity akan segera bergerak mengambil kuasa atas Lembah Terlarang Ed. Sekarang kita tak punya lagi keraguan terhadap alasan Holy Kingdom mengerahkan Knight Templar. Yang menjadi perhatian kita sekarang, Knight Templar tidak ragu lagi akan menduduki Favilifna Kingdom setelah mereka mengatasi Eternity.”
Lembah Terlarang Ed berdiri agak jauh di timur laut Favilifna Kingdom. Jika Knight Templar bergeral dari lembah itu ke Etharna, mereka harus melalui wilayah yang memisahkan Provinsi Hongariand dan Provinsi Emeralna. Divisi 10 Imperial Army berposisi di Provinsi Hongariand, sedang Divisi 8 bermarkas di Provinsi Emeralna. Jika Holy Kingdom benar-benar berniat menduduki Favilifna, kemungkinannya begitu, kedua divisi itu bisa memutuskan langkah Knight Templar mereka. Namun—
“Jika Holy Kingdom ingin menduduki Favilifna Kingdom sebagai hukuman karena telah membelot pada dewa dan memihak kebatilan, besar kemungkinan mereka akan memobilisasikan pasuka melalui sekutu mereka: Ekralina Kingdom.”
—Seperti yang Gilbert katakan, jika Emiliel Holy Kingdom ingin menangani Favilifna, kemungkinan terbesar melalui Ekralina Kingdom. Namun, itu hanya “kemungkinan terbesar”. Selama ada embel-embel mungkin, itu belum berarti pasti—terlebih Elmira sendiri tidak mengatakan apa pun tentang situasi di Ekralina. Karena itu pulalah ia memutuskan untuk mengirimkan pasukan ke Etharna tanpa mengurangi kekuatan tempur Divisi 10 dan Divisi 8.
“Jadi, di sini kita memutuskan divisi mana yang akan dikirimkan?” tanya Cleria. “Dan karena aku dan Gilbert ada di sini, apa ini akan menjadi pasukan gabungan dari beberapa divisi?”
“Tidak,” geleng Kanna. “Kalian semua kupanggil ke sini selain karena untuk mendiskusikan pasukan yang akan kita kirim ke Etharna, aku ingin setiap membicarakan aktivitas Imperial Army untuk setahun ke depan.”
Ucapan Kanna menimbulkan reaksi yang berbeda-beda. Dan itu tak mengherankan. Masing-masing divisi sudah punya jadwal kegiatan mereka selama setahun. Bagi Kanna untuk mengatakan itu, artinya jadwal itu harus dihapus dan digantikan jadwal yang akan mereka diskusikan.
“Dalam setahun ke depan,” lanjut Kanna, “kita akan fokus pada persiapan perang. Divisi 2 dan Divisi 5 akan fokus pada pertahanan seluruh area kekaisaran. Aku juga akan memberi surat perintah ke Gubernur Provinsi Matepola, Gubernur Provinsi Maggarithaz, dan Gubernur Provinsi Hongariand untuk memfokuskan pasukan independen mereka pada pertahanan. Provinsi Emeralna masih belum memiliki pasukan independen, karenanya Divisi 8 perannya takkan berubah.
“Untuk Divisi 1, Divisi 4, Divisi 6, Divisi 7, Divisi 9, Divisi 10, dan Divisi 12, kalian akan memfokuskan diri pada upaya menyerang—kekuatan ofensif kekaisaran akan berada di pundak kalian. Divisi 2 dan Divisi 5 akan bekerja sama dengan pasukan independen untuk menggagalkan upaya penyerangan kalian. Ini adalah latihan dan sekaligus simulasi untuk menghadapi perang. Detailnya kita bahas di lain waktu—aku akan mengerimkan instruksi tertulisnya dalam beberapa minggu.”
“Sementara itu,” lanjut Kanna sebelum ada yang sempat berbicara, “Divisi 11 akan bertindak sebagai pasukan bantuan dalam membantu pertahanan. Karenanya, aku ingin Divisi 11 memfokuskan latihan pada peningkatan mobilitas. Kalian akan bekerja sama dengan erat dengan Divisi 3. Divisi 3 akan menggerakkan kalian ke tempat yang perlu bantuan. Dan karena itu pula, aku ingin jumlah anggota Divisi 11 dilipattigakan. Kau bisa membuka perekrutan mulai besok, Commander Emily.”
“Itu ide yang brilian, Your Highness.” Pujian itu keluar dari mulut Cleria. “Untuk mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu kita diserang, prajurit kira harus refleks bertahan dengan efektif. Kita pernah kecolongan saat insiden undead dulu. Lebih dari itu, ini juga bisa menunjukkan seberapa siap divisi-divisi yang memegang pedang ofensif kekaisaran.”
Tidak ada yang tidak setuju dengan Cleria. Untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai situasi dalam perang, mengadakan simulasi adalah opsi terbaik. Itu bukan saja menambah kreativitas divisi-divisi pertahanan, melainkan divisi-divisi penyerangan juga. Dan itu juga akan memacu Divisi 3 untuk lebih tanggap lagi.
“Saat kita membahas hal ini dengan lebih detail setelah kalian memelajari instruksi dariku, kita juga akan membahas pembentukan batalion khusus dalam setiap divisi. Nanti kita juga kita akan membahas tentang Imperial Marine. Untuk sekarang, kita kembali ke topik Favilifna Kingdom.”
Tidak ada yang merasa keberatan, dan Kanna memutuskan untuk lanjut bicara. “Aku berencana mengirim Divisi 12 ke Etharna seperti yang Queen Elmira inginkan. Meskipun aku sudah menolak permintaan personalnya, dia memiliki argumen yang kuat. Namun, sekarang kuputuskan hal itu takkan kulakukan. Kita tidak akan mengirim pasukan ke sana.”
“Lantas?” Zenith melempar tanya.
Bibir Kanna melengkung. “Seperti yang sudah dilakukan saat menangani Black Skull,” katanya, “aku memutuskan untuk mengirim beberapa orang saja. Ini akan menghindari jatuhnya korban, dan ini jauh lebih efiktif.”
Dari pertempuran dengan Elf Kingdom silam, Kanna mengeri bahwa terkadang pasukan itu tidak diperlukan. Terlebih lagi dengan perang yang lebih besar mengawang di depan mati, mereka tak pantas untuk mengirim pasukan kepada kematian mereka.
“Aku setuju itu lebih efektif.” Dermyus mengangguk, Reinhart dengan cepat mendukung ucapan Dermyus. “Namun, dua atau tiga commander takkan cukup. Terlebih jika pasukan yang Holy Kingdom kirim membawa Saint sebagai pemimpin mereka.”
“Tidak, Commander Dermyus,” Kanna menggeleng, kemudian tersenyum tipis. “Aku hanya akan mengirim Commander Xavier dan Commander Lilithia. Dan itu sudah lebih dari cukup, tentu saja selama Fie Axellibra tidak memimpin pasukan itu secara langsung.”
...#####...
Aku tidak ingat sebelumnya pernah menulis nama panjang Emily atau belum—dan aku tak menemukannya dalam catatan mana pun. Jadi, jika ada pembaca yang kebetulan mengingat nama panjang Emily (jika sebelumnya memang pernah ditulis), jangan sungkan untuk berkomentar. Akan segera diperbaiki jika nama belakang Emily bukan Avosvin.