
Neira tidak punya keraguan kalau yang ia hadapi hanyalah replika ‒ ia bahkan telah melihat langsung bagaimana Lilithia mengeluarkan replika-replika itu dari cermin. Namun, kekuatan tempurnya sama sekali bukan lelucon. Dan semakin ia meladeni serangan sang replika, semakin agresif pula ia diserang. Tak mengherankan Fie memutuskan turun tangan langsung dalam menghentikan Twelfth Commander.
Neira berteleportasi menjauh menghindari tebasan pedang api hitam replika Xavier yang datang bertubi-tubi. Ia coba menghindarinya dan mendekati First Commander. Neira belum pernah bertarung dengan pengguna sihir cermin seperti Lilithia, tetapi ia yakin replika Undead Thevetat dan Xavier akan menghilang jika Lilithia tewas. Langsung menghabisi Lilithia akan lebih memudahkan daripada memulainya dengan menghabisi replika Xavier dan Undead Thevetat.
Neira hendak melepas tebasan pedang gravitasi berkekuatan penuh saat tiba-tiba gelombang gravitasi menghempaskan tubuhnya dengan kuat. Neira spontan saja berteleportasi, mengkonter gravitasi lawan dengan gravitasinya agak sulit. Gravitasi Lilithia berasal dari sihirnya ‒ dia memiliki kontrol yang sempurna. Sementara itu, gravitasi Neira berasal dari pedangnya. Kemampuan pedangnya hanya bisa digunakan untuk bertahan atau menyerang, tidak bisa sekaligus.
Begitu teleportasinya selesai bekerja, pedangnya yang telah berpendar sedari dua detik lalu langsung ia tebaskan. Tebasan pedang berkekuatan penuhnya, jika ia arahkan pada Pegunungan Amerlesia, akan membuat pegunungan itu terpotong rapi dan menjadi sama tinggi seperti sekumpulan rumput yang dipotong sebilah sabit. Karena itu, meskipun sasarannya naga albino, Neira meyakini energi tebasan pedangnya akan memotong replika naga menjadi dua.
Setidaknya, itu jika berhasil mengenai target.
Sayangnya, replika Xavier sudah berada di atas tanduk naga dan membuat arah energi tebasan Neira berbalik. Neira melesat cepat ke atas, tak ingin menerima efek serangannya sendiri—tubuhnya takkan sanggup menahan tebasan itu.
Aksi wanita asal Caligula Kingdom ini membuat tebasan gravitasi tersebut menyasar lautan. Lautan spontan terbelah dua secara diagonal—dan suara dentuman besar menyusul tak lama berselang.
Neira tak punya waktu memandangi efek tebasan pedangnya, dinding gravitasi menghantam tubuhnya dari atas. Ia terhempas ke bawah dengan kuat, tetapi kali ini ia bisa memanfaatkan pedangnya menciptakan lengkungan gravitasi yang mengkonter dinding gravitasi di atasnya. Neira bahkan mencoba untuk melesat ke atas berusaha mengungguli gravitasi musuh.
Namun, mungkin itu bukan suatu hal yang bijaksana untuk dilakukan. Dinding gravitasi melengkung dengan cepat. Dan, sebelum Neira sempat menghentikan aksinya, ia telah terkurung dalam gelembung gravitasi. Daripada berteleportasi keluar, hal pertama yang muncul di kepala Neira adalah melengkungkan gravitasinya untuk mengelilingi tubuhnya dengan sempurna.
...* * *...
Lilithia mengernyit melihat gelembung gravitasinya tak bisa menghancurkan gelembung gravitasi Neira. Memang, ia hanya menggunakan kekuatan satu genggaman tangan. Namun, kekuatan satu genggaman tangan itu sudah cukup untuk menghancurkan seisi Nevada dan menjadikannya sebesar kerikil. Dan gelembung gravitasi wanita itu berhasil mengimbanginya.
Lilithia mendecih, terpaksa membawa tangannya yang bebas untuk memperbesar kekuatan gravitasi gelembungnya. Dan hanya dua detik berselang, dentuman besar menggema setelah gelembung gravitasi hancur dan lenyap. Sayangnya, Neira Claudian telah berhasil berteleportasi terlebih dahulu.
Melihat replika Xavier bergerak cepat mengejar Neira yang telah berteleportasi menjauh, Lilithia melayang ke udara dan memerintah replika Undead Thevetat untuk turut menyerang.
Memutuskan untuk turut bergabung, Lilithia memunculkan selubung energi ungu gelap yang melapisi setiap centimeter kubik tubuhnya. Dengan adanya selubung energi tersebut, apa pun dan siapa pun yang berjarak dua centi darinya akan otomatis dihempaskan. Ia takkan tersentuh dalam medan gravitasinya ini. Bahkan jika Neira muncul dengan tiba-tiba di belakangnya, itu akan percuma.
Kemudian Lilithia langsung meluncur menuju tempat Neira berada; kontrol sempurna atas gravitasi membuatnya bisa bergerak leluasa di udara. Namun, kecepatan sang commander tak bisa dimasukkan dalam kategori impresif.
...* * *...
Jika sebelumnya mantan manusia ini membuat bola gravitasi untuk membelokkan Dragon Breath ke kanan dan kiri, kali ini Neira membuat lengkungan gravitasi berbentuk huruf U di hadapannya. Dan begitu laser energi menghantam lengkungan gravitasi, itu langsung dibelokkan kembali pada sang pemilik.
Replika Undead Thevetat terbilang cepat untuk ukurannya, tetapi ukuran tersebut terlalu besar ‒ mustahil bagi dia untuk menghindari lasernya yang dibalikkan. Replika naga albino itu pasti akan menerima efek parah akibat terkena serangannya sendiri. Dan Neira akan berteleportasi untuk melancarkan tebasan pedang yang akan memotong habis lehernya.
Harusnya begitu. Namun, bukannya terkena lasernya sendiri, Thevetat justru menelan energi tersebut hingga membuat perutnya menggembung. Keterkejutan akan hal itu membuat Neira tak jadi berteleportasi. Sementara itu, di belakangnya, replika Xavier sudah membusungkan dada dan melepaskan semburan api hitam berskala luas. Dan pada saat yang bersamaan, mulut Thevetat kembali membuka dan melepaskan gelombang energi masif yang mustahil dihindari secara konvensional.
Mereka hanya bergerak berdasarkan insting yang diarahkan Lilithia, batin Neira seraya berteleportasi ke atas—membuat serangan replika Thevetat beradu dengan serangan replika Xavier.
Gravitasi dalam kekuatan yang sangat masif seketika menimpa tubuh Neira setelah ia berteleportasi.
Kali ini, berbeda dengan sebelum-sebelumnya, gravitasi menyerang area yang luas. Lautan sampai tertekan dan air laut pasang secara ekstrem. Replika Thevetat dan replika Xavier juga tak terkecuali. Mereka dibuat terhempas ke bawah, tetapi replika Xavier langsung menggunakan anti-gravitasi yang membuatnya imun terhadap efek yang ada. Sementara itu, Neira sendari telah terlebih dahulu menggunakan medan gravitasinya sendiri untuk mengkonter gravitasi yang ada.
Mata Neira lantas saja tertuju pada pemilik gravitasi. Dia lambat, pikirnya. Pedang Neira seketika berpendar, dan dengan cepat ia melesat menerjang sang commander. Selubung gravitasi yang mengelilinginya langsung menghilang karena ia menggunakan kemampuan ofensif pedang. Namun, gravitasi yang besar tak lagi berdampak padanya. Medan gravitasi yang tadi ia buat telah menyesuaikan tubuhnya dengan gravitasi luar.
Replika Xavier telah kembali mengejarnya dari belakang. Tetapi Neira hanya meliriknya sekilas dan terus melesat tajam sembari mengambil ancang-ancang untuk menebaskan pedang.
Lilithia tentu saja tak tinggal diam. Di sekelilingnya muncul tombak-tombak ungu yang murni terbuat dari energi ungu gelap—energi yang sama dengan yang menyelimuti tubuh sang commander. Dan bertepatan dengan tangan Neira yang bergerak, belasan tombak berputar itu meluncur tajam.
Namun, tiba-tiba Neira lenyap dari posisinya. Ia dalam sekejap sudah berada di atas replika Thevetat yang sudah menyesuaikan diri dengan gravitasi dalam keadaan tubuh berputar menghantarkan sabetan pedang. Pedangnya mengayun kuat tanpa terbendung. Kepala replika Thevetat yang masif seketika terpisah dari raga. Lantas kedua bagian tubuhnya ia bekukan untuk kemudian ia hancurkan berkeping-keping.
Sejak awal targetku me—
Neira gagal menyelesaikan kalimatnya saat tiba-tiba tubuhnya sudah berada di hadapan belasan tombak ungu yang berputar. Matanya hanya bisa melebar penuh keterkejutan saat semua tombak meledak secara bersamaan.
...*******...
#[True Mirror] tak bisa merefleksikan Supreme Magic, tapi dia bisa meniru apa yang tertangkap oleh cerminnya. Misalkan Xavier membuat tubuhnya menjadi astral dengan [Reverse Law], [True Mirror] bisa membuat tubuh replika Xavier menjadi astral juga dengan sihir yang lain. Namun, jika efek yang tertangkap di cermin tak bisa dimunculkan oleh selain Supreme Magic (contohnya api putih), maka [True Mirror] takkan bisa memunculkan api tersebut.