
TOMBAK itu melesat tajam dan menghujam tanah yang sudah agak lama hangus. Tubuh Xavier menghilang dari pandangan Lucifer sebelum tombak es hitamnya mengenai sang commander. Namun, Lucifer tak memasang wajah keterkejutan; ia hanya berbalik badan memandang pelaku yang telah meneleportasi paksa tubuh sang commander.
Lucifer memandang sang pelaku dengan sebelah alis terangkat, tetapi kemudian bibirnya melengkung saat menyadari siapa orang itu dari hawa keberadaannya. “Aku punya sedikit kecurigaan kalau tubuhmu yang lalu bukan milikmu,” ucapnya. “Katakan, Sataniciela, apa Vermyna Hermythys yang telah merampas tubuhmu?”
Sataniciela tidak lagi berada di dalam tubuh supernya. Yang memandang murka Lucifer adalah wanita berambut pirang bercampur hitam. Energi panas menguar dari permukaan kulit sang wanita. Dia memancarkan aura yang kuat, cukup kuat untuk memberi perlawanan pada Lucifer sebelum ia berada dalam wujudnya yang sekarang.
“Lucifer….”
“Mengesampingkan hal itu, aku merasakan kehadiran iblis lain di dalam tubuhmu. Oh, apa kau telah menggunakan puncak sihir darah yang dibanggakan para iblis itu?”
Sihir darah, seperti namanya, selalu berhubungan dengan darah. Namun, pada titik tertinggi sihir itu, darah akan dibakar sebagai energi untuk membuat tubuh seorang iblis menjadi kuat berkali-kali lipat. Namun, sebagai gantinya, mereka akan terbunuh saat tak ada lagi darah yang bisa dibakar. Itu sihir pamungkas bunuh diri.
Karena tubuh diperkuat hingga berkali-kali lipat, kecepatan pembakaran darah berlangsung cepat. Iblis normal hanya mampu mempertahankan hidupnya sekitar satu menit. Karena itu, biasanya para iblis akan menggabungkan diri dengan iblis lain supaya waktu hidup mereka lebih lama. Karena sejatinya para iblis dihubungkan oleh darah mereka, memanfaatkan tubuh satu sama lain bukanlah hal yang sulit.
“Apa tubuh iblis yang tempo hari kukirim ke sini yang kau jadikan sebagai tambahan darah?”
Sataniciela mengabaikan pertanyaan Lucifer dan mengalihkan pandangan pada raga Luciel—tepatnya manusia (jika dia masih bisa disebut manusia) yang mewarisi kekuatan Luciel.
Jujur saja ia tidak peduli. Sataniciela lebih ingin melihatnya mati daripada menolongnya. Bahkan bukan ia yang meneleportasi paksa pria itu. Pelakunya adalah wanita sialan yang berada di dalam dirinya. Saat ini pun, yang membuat kepalanya menoleh dari memandang Lucifer adalah wanita ini. Kehendaknya begitu kuat sampai Sataniciela sendiri tak bisa menundukkannya.
Bagaimana bisa situasi menjadi seperti ini?
...—Beberapa waktu sebelumnya, Cestapola, Prov. Matepola—...
Sataniciela mendarat dengan kasar di alun-alun kota, suara debuman pendaratannya membuat seisi kota terdiam. Tetapi Sataniciela tidak memedulikan, matanya hanya mengindahkan keberadaan iblis berambut pirang yang ada belasan meter di hadapannya. Ia sengaja mendarat di sini karena merasakan targetnya di sini.
“Kau bukan Ellette, tapi kau mewarisi hawa keberadaan dan kekuatannya. Kau pastilah keturunannya. Ini mengejutkan. Aku tak membayangkan iblis itu akan menjalin hubungan dengan manusia dan mengorbankan usia panjangnya. Tapi itu tak lagi penting. Berlutut di hadapanku, Iblis Muda. Akulah ratumu dan seluruh bangsa iblis, Sataniciela!”
Deklarasi Sataniciela mengagetkan semua orang yang mendengar. Termasuk juga wanita di samping iblis muda dan iblis muda itu sendiri.
“Monica…. Aku selalu merasa aneh dengan hawa keberadaanmu, tapi aku tak pernah membayangkan kalau kau itu iblis. Kau…apa kau merahasiakan hal ini dari Kanna dan juga Xavier?”
“Meyrin, ini ti—”
“Kita tidak punya banyak waktu,” ujar Sataniciela dengan kedua telapak tangan menyatu—ia tak lagi bisa merasakan keberadaan Lucifer, tapi ia yakin makhluk busuk itu akan kembali muncul. “Jadilah berguna dan layani ratumu. Blood Magic: Unification.”
Sejurus seketika, Sataniciela melebur menjadi darah dan menyelubungi tubuh Monica yang masih meringis.
Tidak ada yang bisa menggunakan “True Blood Magic: One World, Unification” seperti Vermyna. Sihir itu absolut, targetnya takkan punya kesempatan sedikit pun untuk merebut kontrol dari Vermyna. Namun, “Blood Magic: Unification” bisa digunakan oleh setiap iblis yang mahir dalam [Blood Magic]. Seperti kata Vermyna, iblis dan vampire mewarisi darahnya, kekuatannya. Edenia menciptakan iblis dan vampire dari darah Vermyna Hellvarossa.
Namun, berbeda dengan sihir pemilik aslinya, “Blood Magic: Unification” tidak memberikan kontrol yang absolut. Begitu tubuhnya dan tubuh Monica menyatu, jiwanya dan jiwa Monica akan saling beradu supremasi untuk menjadi pemilik raga. Yang menang akan menjadi pemilik raga seutuhnya, dan yang kalah akan terkekang terus-menerus.
“Siapa pun kau, aku tak peduli. Tapi jangan harap kau bisa mengendalikan tubuhku dengan mudah!”
...—Waktu sekarang, Pegunungan Amerlesia—...
…Sataniciela tak bisa mengalahkan jiwa wanita itu, dan sebaliknya jiwa wanita itu tak bisa mengalahkannya. Jadilah mereka berada dalam keadaan seperti ini.
“Sataniciela, untuk kali ini saja, mari bekerja sama. Kau ingin menghabisi orang itu, kan? Aku juga sama. Karena itu, mari tunda pertarungan kita. Aku akan fokus bertahan, kau fokus menyerang.”
Mendengar bisikan itu secara tiba-tiba mengejutkan, tetapi Sataniciela tidak kecewa. Justru sebaliknya. Ia akan kesusahan jika harus menghadapi Lucifer yang telah menjadi sangat kuat sembari harus tetap melawan Monica dari merebut tubuhnya. Apa yang ditawarkan sang gadis sangat bijak sekali.
Baiklah, aku setuju.
Sataniciela tersenyum, untuk alasan lain yang tak dimengerti Monica. Iblis muda itu tidak tahu kalau tubuh mereka ini akan ia hancurkan. Pasalnya, mengalahkan Lucifer mustahil tanpa melakukan sihir bunuh diri. Dan sihir bunuh dirilah yang telah ia gunakan. Panas yang menguar dari tubuhnya karena sihir itu sudah aktif. Monica tidak merasakannya karena proses pembakaran darah baru dimulai. Dan saat dia sadar, itu sudah terlambat.
Gadis itu akan berakhir mati setelah darah mereka habis terbakar. Tetapi tidak dengan Sataniciela. Ia percaya kalau Goetia akan menyelamatkannya. Pengikutnya yang paling setia itu pasti sudah melihat apa yang terjadi padanya ‒ dia pasti sudah menyiapkan raga untuk menarik jiwanya sebelum alam kematian menarik paksa jiwanya. Ia akan selamat dari sihir bunuh diri ini.
Kuserahkan bagian pertahanan padamu, bisik Sataniciela dalam hati, kemudian meningkatkan kecepatan pembakaran darahnya.
Energi yang besar langsung saja memenuhi setiap celah sel Sataniciela. Pemimpin asli para iblis pun tak membuang-buang banyak waktu. Begitu mendengar ucapan Monica kalau dia sudah siap, Sataniciela langsung melesat maju dengan kekuatan penuh.
Ia akan membalas kekalahannya tempo dulu. Tak ada belas kasihan yang akan ia tunjukkan. Ia akan hancurkan Lucifer bersama dengan raga yang ia kendalikan ini.
“Armory Magic: Hyper Cannon!”