
...—Verada, Vermillion Empire—...
Masalah logistik selesai Xavier urus. Ia punya hubungan yang baik dengan walikota. Tentu saja itu tidak gratis. Divisi 12 membayarnya dengan harga yang telah disepakati. Berbicara dengan walikota diperlukan untuk memastikan stok kota bisa mereka dapatkan, dan agar harga yang harus mereka bayar tetap wajar. Ini juga penting demi menjaga hubungan baik antara kemiliteran dan pemerintah kota.
Bagaimana Divisi 12 memiliki dana untuk mempersiapkan logistik yang tak sedikit?
Masing-masing divisi Imperial Army memiliki anggaran wajib dan anggaran darurat tiap tahun, tetapi diberikan per bulan. Anggaran wajib dipergunakan untuk keperluan divisi sehari-hari dan pembayaran gaji prajurit, sedang anggaran darurat adalah anggaran yang dialokasikan untuk keperluan perang yang sifatnya tiba-tiba. Divisi 12 Imperial Army punya cukup dana untuk membiayai perang mereka selama setahun.
Selanjutnya Xavier kembali ke markas dan berbicara dengan staf administrasi. Sebagaimana biasanya, perlu ada yang bertugas memasak dan yang membawa logistik. Jika biasanya mereka mengandalkan prajurit dari staf administrasi yang multi talenta untuk kedua tugas itu, kali ini Xavier menekankan agar mereka semua tidak perlu berangkat. Batalion medis akan dibebankan tugas memasak dan membawa logistik.
Xavier kemudian kembali ke ruangannya. Ia membagi dirinya menjadi dua. “Tetaplah di sini sampai aku kembali,” katanya pada belahan dirinya.
“Hah? Mengapa pula aku yang di—”
Xavier langsung berteleportasi tanpa mendengar keluhan belahan dirinya. Ia sudah memelajari kalau belahan dirinya tidak sepenuhnya mewarisi semua karakteristiknya. Kadang sisi arogan dalam belahan dirinya lebih tinggi, terkadang pula sisi baiknya berlebihan. Yang terbagi rata hanyalah kekuatan fisik dan sihir saja. Karena itulah, ia takkan membiarkan mereka berurusan dengan Artemys, Monica, atau Kanna.
Destinasi Xavier sudah tentu Cornnas, Provinsi Emeralna. Ia akan menghabiskan waktu dengan Artemys. Sore nanti ia akan coba temui Monica; mereka sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua. Hubungan mereka sudah lebih membaik, mungkin ia akan mengajaknya makan malam jika gadis itu mau.
...—Markas Divisi 3 Imperial Army, Nevada, Vermillion Empire—...
Edward—dengan Edelweiss di sampingnya—memandang intens kapal udara yang lapis luarnya sepenuhnya berbalutkan adamantite.
Kapal itu berbentuk kapsul dengan tiga buah sirip layaknya ikan: dua di samping dan satu di atas. Di bagian depan ada laras pendek yang merupakan kumpulan dari tujuh laras berukuran kecil, sedang di bagian belakang ada ekor laksana hiu. Panjang kapal dari ujung ekor hingga ujung laras 12 meter, lebar dari ujung sirip ke ujung yang lain mencapai 6 meter, sedang tingginya hanya 2 meter. Vermillion Neva. Begitu nama yang dituliskan pada kedua sisi lambung kapal.
Kapal di hadapan mereka ini dibuat untuk meladeni teknologi yang Dwarf Kingdom miliki. Tidak mirip dengan Kapal Vegasus, memang, tetapi sistem di dalamnya sebelas dua belas dengan kapal melegenda yang ditiru para dwarf. Lebih dari itu, tim khusus Divisi 3 menambahkan sistem yang orisinal. Ada juga sentuhan Kanna el Vermillion pada sistem rune dalam kapal.
“Kau berpikir ini melampaui Kapal Vegasus, Commander Edelweiss?” tanya Edward dengan lengan menyilang di dada.
“Aku tidak pernah melihat seperti apa Kapal Vegasus, tetapi jika aku yang mengendalikan Vermillion Neva maka kapal ini takkan takluk meski di hadapan Kapal Vegasus sekalipun. Terlebih lagi, Vermillion Neva punya reaktor energi alam. Barangkali kapal ini akan mampu membuat sang nephilim risau.”
Energi alam. Itu seharusnya energi eksklusif yang hanya bisa digunakan Ras Seaman. Bahkan di kalangan Ras Seaman sekalipun, hanya mereka-mereka yang terpilih saja yang bisa memanfaatkannya. Edward belum pernah melihat ada seaman yang pernah bertarung dengan Fie; ia tak bisa memastikan itu efektif atau tidak. Namun, tidak ada salahnya untuk dicoba.
“Kalau begitu, kau mau secara personal memimpin operasi Vermillion Neva?” tanya Edward setelah beberapa saat diam. “Kau bisa membawa enam kaptenmu dan enam prajurit lainnya. Tugas pertama kalian meratakan gua persembunyian Khrometh. Hancurkan semua yang ada hingga tak ada yang tersisa selain arang dan abu.”
“Aku sangat bersemangat untuk mengiyakan, tetapi bukannya Khrometh itu kuat? Katanya dia sudah lebih kuat dari saat masih aktif dalam Deus Guardian. Itu akan sangat sulit.”
“Sangat sulit bukan berarti mustahil, kan?” Edward tak menanti respons Edelweiss. “Kemungkinan kau takkan bertemu Khrometh. Jika bukan Khrometh duluan yang bergerak menyerang Minner Ertharossa, Minner yang duluan. Mereka punya masalah yang harus diselesaikan. Jika kau menjumpai Khrometh di sana, tunggu saja sampai dia pergi kalau kau tak mau menghadapinya.”
“Kau benar. Baiklah, aku akan menerima misi ini. Kinerja Divisi 3 seterusnya akan berada dalam komando empat kaptenku yang lain.” Edelweiss mengangguk meyakinkan diri, sebelum kemudian memandang Edward dengan intens. “Kapan aku harus pergi?”
“Kau bisa pergi setelah Divisi 1 meninggalkan ibukota. Ah, jika memungkinkan, kau bisa sekalian meratakan istana dwarf atau bahkan ibukota mereka. Setelah itu, kembalilah ke ibukota. Vermillion Neva akan menjadi pelindung udara Nevada.”
Edward meninggalkan Edelweiss sendiri setelah mengatakan apa yang perlu ia katakan.
Tak berselang lama, ia sudah kembali berada di istana. Ia tidak menjumpai Nueva di ruang singgasana. Ia tidak perlu ke sana untuk menemui sang emperor. Pria itu berada di lantai dua bersama istri dan putri kecilnya. Edward bisa melihat senyum tipis di bibir Nueva saat putrinya menunjukkan kristal es yang dibuatnya.
“Edward. Pergilah dan pastikan lokasinya. Kita ke sana tiga hari setelah Lilithia pergi. Sampai saat itu, aku perlu merilekskan raga ini.”
“Seperti keinginanmu, Yang Mulia.” Edward merespons dengan cepat, ekspresinya menjadi normal lagi. Mungkin hanya pikirannya saja. Nueva tidak mungkin akan berubah setelah sejauh ini. Jika pun sesal mulai merasuki hatinya, pria itu akan menghapusnya dengan cepat. Tujuannya hanya tinggal beberapa langkah lagi sebelum tercapai. “Aku akan ke sana sekarang juga.”
Puncak tertinggi pegunungan Amerlesia. Itu adalah tempat di mana ritual akan dilakukan. Lalu, setelah Nueva menjadi dragonoid, mereka akan menuju Lembah Terlarang Ed untuk membuka gerbang neraka.
Paling tidak, begitulah rencana yang seharusnya Nueva lakukan.
...—Carolina, Ekralina Kingdom—...
Dari total 25 ribu prajurit yang ia bawa, Hekiel memosisikan hanya lima ribu di depan gerbang kota. 20 ribu sisanya dibagi dua: sepuluh ribu di kiri kota dan sepuluh ribu lainnya di sisi kanan.
Hekiel sendiri berbagung dengan prajurit di depan gerbang. Ia melepas jubah commander untuk menyembunyikan statusnya sebagai commander. Akan menguntungkan jika prajurit musuh tidak mengenalinya sebagai commander.
“Commander, mereka sudah tiba!” teriak sebagian prajurit.
Hekiel yang duduk di atas dinding kota memandang para prajurit yang berkumpul di ambang gerbang yang pintunya sengaja dibuka, kemudian matanya berpindah menulu lorong pada dinding adamantite tebal. Derap kaki telah terdengar, dan lesatan bola api dan sambaran petir bergerombol keluar dari lorong.
Para prajurit dengan cepat membalas serangan pembuka itu, membuat spell-spell itu bertubrukan di tengah-tengah dan memicu suara ledakan.
...»»» End of Chapter 29 «««...
—»Next,
Chapter 30: It Begins!
Chapter 31: Journey to Axellibra
Chapter 32: Not So Invincible
—»What to expect di masa selanjutnya:
Volume 5: War of Islan [Chapter 33 – Chapter 40]
Volume 6: Emperor’s Dream and Mastermind [Chapter 41 – Chapter 48]
Volume 7: ? [Chapter 49 – Chapter 56]
Volume 8: ? [Chapter 57 – Chapter 64]
Epilogue