Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 9: Causa Proxima, part 5



...—Etharna, Favilifna Kingdom—...


Neix keluar dari portal dimensi yang melayang ratusan meter tepat di atas Royal Palace. Ia bisa merasakan kehidupan seisi kota—persepsinya telah dipertajam ke level di mana ia bisa menjangkau seisi kerajaan, dan lebih. Tidak ada yang bisa bersembunyi darinya; dan jelas, takkan ada yang bisa mengibulinya.


Begitu portal dimensi menghilang, Neix tidak lekas turun ‒ ia diam melayang di tempat selama beberapa saat, barulah kemudian turun tepat di menara tertinggi istana. Neix tidak melakukan apa pun di sana selama beberapa waktu, hanya berdiri diam memandang apa yang terlihat dari menara.


Tidak ada yang bisa merasakan kehadiran Neix. Ia sudah berada di level di mana orang biasa takkan mampu merasakan keberadaannya. Jika mereka tak melihatnya, mereka takkan bisa berkata kalau mereka mengetahui ia ada. Neix telah berevolusia; dalam dirinya mengalir darah setiap ras yang ada di dunia. Ia adalah perwujudan dari semua ras yang hidup—baik itu makhluk berakal ataupun Magical Beast.


Selama belasan menit ia berdiri diam di puncak menara, tetapi pada akhirnya asumsi Neix terbukti benar. Para prajurit tak bisa merasakan kehadirannya. Karenanya ia memutskan menurunkan tingkat energinya ke level biasa—membuat para prajurit seketika panik sebab kobaran mana Neix menghasil gelombang kejutan yang tidak kecil.


Teriakan-teriakan para prajurit memenuhi udara, menginvasi indra pendengaran Neix. Namun, Neix dengan cepat mengacaukan gelombang suara itu—membuat suara-suara itu lenyap sebelum mencapai dirinya. Bagi Neix yang sudah berevolusi, melakukan hal itu semudah membalikkan telapak tangan. Ada ratusan jiwa yang bola kristalnya serap, berapa sihir yang bisa ia gunakan? Jawabannya ratusan. Dan [Sound Magic] jelas salah satu dari jumlah yang banyak itu.


Barulah saat Hebranest bergabung bersama para prajurit Neix berhenti mengacaukan gelombang suara yang mencapainya, membuatnya kembali mampu mendengar ucapan-ucapan yang mulut-mulut mereka lahirkan.


“Kalian tidak perlu khawatir, dia adalah tamu kehormatannya Her Majesty.” Hebranest menenangkan para prajurit. “Pergilah, lanjutkan aktivitas kalian.” Kemudian pemimpin para prajurit itu melompat menuju puncak menara tanpa mendengar respons seorang prajurit pun.


“Hebranest, kau mengetahui siapa aku?” tanya Neix tepat saat Hebranest mendarat di sampingnya. Namun, pandangan Neix sama sekali tidak tertuju pada sang pria; matanya masih fokus memandang ke hamparan kota yang bisa matanya lihat.


“Tentu saja, Tuan Neix.” Hebranest penuh hormat seperti biasanya. “Meskipun Tuan tidak lagi mengenakan jubah dan topeng hitam, dan kendati aura Tuan berubah drastis, hamba tidak mungkin salah mengenali Tuan.”


Neix melirik Hebranest tanpa mengubah arah wajah. Ia merasakan ada hal yang berbeda dari Hebranest. Entah itu cara bicaranya pada dirinya atau bahkan sikapnya keseluruhan, Neix tidak bisa mengatakannya dengan pasti. Yang jelas, ada sedikit perbedaan. Namun, Neix dengan cepat mengesampingkan hal itu—meyakini kalau Hebranest terkejut dengan eksistensinya yang baru.


“Sekarang sudah saatnya kita bergerak,” kata Neix dengan bola mata yang sudah kembali tertuju ke depan. “Sampaikan pada Crow, Shiftor, Miera, dan Mary untuk mengumpulkan semua anggota Eternity di sini. Malam ini juga mereka berempat harus memimpin mereka ke Lembah Terlarang Ed. Sementara itu, kau dan pasukan Favilifna akan menyusul mereka besok pagi. Kita akan menghancurkan pasukan Knight Templar yang menghadang.”


“Bagaimana dengan keamanan Favilifna Kingdom, Tuan?”


Mata Neix mengerjap. Ah, sepertinya ia sama sekali tidak memedulikan Favilifna Kingdom hingga sedikit pun tak memedulikan keamanan mereka. Elmira dan keluarganya sudah sedikit berguna untuknya, setidaknya ia harus menunjukkan belas kasih pada mereka.


“Kau boleh meninggalkan beberapa ribu prajurit di sini,” kata Neix setelah mengangguk pada dirinya sendiri, kemudian ia kembali membawa tubuhnya melayang di udara.


“Bagaimana dengan Zegyus, Tuan Neix? Kau sama sekali tidak menyebutkan namanya.”


“…Zegyus memiliki tugasnya tersendiri.” Dan dengan itu Neix melesat cepat vertikal ke atas bagai anak panah yang ditembakkan dengan kekuatan penuh, kemudian Neix meliuk tajam dan mengambil haluan ke arah berdirinya Lembah Terlarang Ed. Kejutan udara menggetarkan langit Etharna saat Neix membawa kecepatannya ke tingkat yang lebih tinggi.


...* * *...


Xavier kembali ke Verada dengan dilema yang cukup dalam. Ia tidak ingin tahu apa yang akan terjadi jika ia memberitahu Monica. Tanpa diberitahu saja dia sudah bersikap seperti tadi, bagaimana jika ia beri tahu? Xavier khawatir hubungan mereka akan memburuk—dan ada kemungkinan kecil itu takkan lagi bisa diperbaiki. Dan seperti keinginan Artemys, lebih baik mereka merahasiakan kehidupan pribadi mereka.


Kanna dan Monica dan bahkan Artemys dan bahkan Evillia…merekalah yang merayunya—dengan cara mereka masing-masing.


Menimbang hal itu baik-baik, ia sama sekali tak salah di sini, kan? Setelah semuanya, hal seperti ini takkan terjadi jika mereka tak mencoba menyempil masuk ke dalam hati gersangnya.


Namun…itu takkan adil pada mereka jika ia merahasiakan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Artemys. Terlebih lagi, nasib Catherine dan Nizivia masih belum diselamatkan. Jika ia ingin membangun hubungan yang sehat, berterus-terang adalah apa yang harus ia lakukan. Evillia takkan kesal jika—oke, tidak mungkin Evillia tidak akan naik pitam mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dan Artemys.


Yap…Xavier tidak bisa membayangkan mereka semua akan tetap tenang setelah mendengar dirinya berterus terang. Tak heran Artemys berkata untuk merahasiakan hubungan mereka, demi kebaikan mereka semua.


Oh, betapa situasi yang sulit! Xavier tak bisa menahan diri dari memijat keningnya, bagaimana bisa ia terus-terusan mendapati dirinya dalam situasi rumit seperti ini?


“Xavier!” Monica menerobos masuk dengan terburu-buru, seketika menarik perhatian Xavier agar tercurahkan padanya. “Kehadiranmu diperlukan di Imperial Palace. Ini ada kaitannya dengan Favilifna Kingdom.”


Betapa distraksi yang sempurna untuk membawanya keluar dari tekanan batin yang menguras tenaga! Xavier membiarkan bibirnya tersenyum lega, dan itu memicu sebelah alis Monica untuk terangkat.


“Aku baru saja berpikir kalau kau marah padaku, Monica, tetapi aku senang kau masih bersikap biasa seperti itu,” Xavier dengan cepat beralasan.


...—Lembah Terlarang Ed—...


Buuuum!


Neix mendarat dengan penuh tenaga, membuat tanah retak dan mencekung serta menaikkan debu-debu ke udara. Ia mendarat dengan gaya dan tanpa keraguan; ia tidak perlu mengkhawatirkan kedatangan Fie Axellibra. Ia sudah menaburkan serbuk darah Stakhnet yang dibekukan ke atas barier, itu membuat lapisan barier yang memberi sinyal pada Fie untuk tidak menganggapnya sebagai orang asing bagi sang nephilim—dan dengan itu barier tersebut takkan memberi peringatan pada sang nephilim.


Tentu saja sekarang Neix tak lagi mengkhawatirkan kehadiran Fie Axellibra. Meskipun ratusan sihirnya menjadi tak berguna di hadapan wanita itu, ia merasa dirinya bisa mengalahkan Fie. Ia sudah berevolusi. Eksistensinya sekarang berada dalam kelas yang tak bisa disamakan dengan sang nephilim. Namun begitu, Neix tidak bisa menghancurkan barier dengan leluasa jika Fie datang. Karenanya, untuk menghemat tenaga, ia tetap menggunakan darah Stakhneth yang Zegyus ambil di guanya Khrometh.


“Nah, barier terkuat yang pernah ada di dunia, mari kita lihat apakah kau bisa bertahan dari kekuatan besarku.”


Neix sama sekali tak meremehkan barier Hernandez. Namun, ia tetap ingin mencobanya. Akan tetapi, jika ia tetap tak bisa menghancurkan barier tersebut, ia tak punya pilihan lain selain memberi tahu Vermyna kalau ia sudah siap melaksanakan syarat sang vampire.


...««««« End of Chapter 9 »»»»»...


Note: Sebelumnya aku sudah mengatakan siapa saja yang sudah fix dengan Xavier, tetapi sepertinya hal itu akan berubah. Yang paling pasti: Artemys dan Kanna (dua ini takkan berubah), dua lagi sepertinya harus mengikuti tuntutan plot. Dan tak menutup kemungkinan itu akan berkurang jadi tiga—ataupun dua. Diriku sudah belajar dari pengalaman sebelumnya, perubahan terjadi seiring berjalannya penulisan.


Tambahan: Terima kasih sudah menunggu cerita sederhana ini update ^^