Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 27: NWO Army, part 5



...—Imperial Palace, Nevada, Vermillion Empire—...


“Itu hanya mengonfirmasi kebenaran akan informasi yang sudah diberikan Edelweiss,” komentar Kanna setelah mendengar Meyrin membacakan surat yang datang dari Etharna ke Verada—yang kemudian diteruskan ke Nevada oleh Heisuke. Edelweiss sudah memberikan lembar berisi informasi detail perihal itu kemarin sehari. “Yang menyebalkan adalah Elmira meminta bantuan Divisi 12 secara langsung; dia mengabaikan kenyataan kalau harusnya dia mengirim surat itu padaku.”


Meyrin sedikit tertawa mendengar respons Kanna, dan Monica tidak memberi reaksi berarti—gadis itu masih berkutat dengan lembar dokumen yang dibawa Achilles tadi siang. Penting bagi kekaisaran untuk memastikan kestabilitasan di dalam negeri. Mereka harus meminimalisir pengaruh dari peperangan yang di depan mata terhadap kehidupan sehari-hari kekaisaran. Konflik internal tidak boleh sampai ada.


“Mungkin itu caranya memberi tahu kalau dia akan melakukan cara konvensional jika cara instan tidak berhasil,” ucap Meyrin setelah beberapa puluh detik. “Ratu Elmira sama sekali tak menyembunyikan keinganannya. Dia wanita yang tahu apa yang dia inginkan. Dalam hal ini, dia lebih berani darimu dan Monica.”


“Lebih berani? Elmira tak begitu berbeda dengan Artemys. Mereka hanya tak tahu malu, kan, Monica?” Kanna mencari dukungan dari sekutunya, tetapi Monica terlalu serius dengan lembar dokumen di hadapannya untuk mendengarkan pembicaraan kedua wanita tersebut.


Kanna mengedikkan bahu melihat Monica yang tak mengikuti pembicaraan mereka. “Mari kita abaikan hal yang kurang penting itu,” katanya, “dan jangan coba-coba memanas-manasiku lagi, Meyrin. Aku sudah memutuskan untuk mengabaikan hal itu sampai peperangan selesai, jangan coba-coba memancingku seperti tadi.”


“Aku sama sekali tak melakukan apa yang kau tuduhkan, Yang Mulia,” kata Meyrin dengan tenang—membela diri dengan gaya. “Aku hanya memberikan pendapat, tak lebih. Tapi mari kita abaikan itu seperti yang kau inginkan. Jadi, apa yang akan kau putuskan? Apa kau akan memenuhi keinginannya dan memosisikan Divisi 12 di Favilifna Kingdom?”


Kanna menggeleng. “Aku sudah memutuskan menyerahkan hal itu pada Commander Hekiel. Aku akan menulis surat perintah untuknya, dan kau antarkan itu padanya besok. Favilifna Kingdom punya prajurit mereka sendiri; mereka harus turut serta mengamankan wilayah mereka sendiri. Prioritas kita menggagalkan Knight Templar dari menguasai Ekralina Kingdom. Apalagi kita juga belum tahu siapa yang berada di balik perubahan sikap King Mortana.”


Jika itu ulah Holy Kingdom atau NWO, mereka tidak perlu terlalu waspada. yang dikhawatirkan adalah kehadiran pihak keempat. Tidak ada yang akan menerima jika ternyata mereka dimanipulasi untuk saling memusuhi satu sama lain. Itu bentuk penghinaan terbesar bagi Islan.


...—Throne Room—...


Lilithia membuka pintu besar ruang singgasana istana dan melangkahkan kaki ke dalam. Ruangan itu masih saja temaram seperti saat pertama kali ia memasukinya. Pun begitu dengan pemiliknya. Wajahnya kusam dipenuhi beban, tetapi disembunyikan dengan begitu baik lewat topeng datang yang tak tertembusnya. Nueva sama sekali bukan orang yang buruk, berbeda dengan sosok Edward yang berdiri di sampingnya.


“Apa yang kau inginkan sampai memanggilku ke sini?” tanya Lilithia tanpa basa-basi. Pun ia tidak menunjukkan sikap sebagaimana seseorang harus bersikap di depan emperor. “Dan apa tidak masalah kau di situ terus? Aku tadi melihat dua istrimu saling menghardik, tetapi belum sampai main tangan. Kau melakukan sesuatu? Harusnya kau nikahi wanita yang kuat; dia bisa mengontrol istri-istrimu yang lain agar mereka tidak seperti anak ayam yang kehilangan induknya.”


“Oh, kau ingin menawarkan diri?” tanya Nueva dengan senyum terhibur di bibir, dan seketika sang emperor terjatuh menghantam lantai akibat gravitasi yang Lilithia lepaskan—singgasananya hancur berkeping-keping, lantai juga terlihat retak berat.


“Aku tak tertarik pada pria tua sepertimu,” desis Lilithia, kemudian dengan cepat ia mendelik pada Edward yang coba membuka mulut untuk menceramahinya. “Tutup mulutmu itu, Edward. Suaramu membuat telingaku tuli.”


Nueva tertawa. Edward mengernyit. Lilithia mendecih. Itu situasi yang pasti membuat para commander bingung jika mereka melihatnya.


“Katakan saja apa yang kau inginkan?” ucap Lilithia tak sabaran. “Aku punya kesibukan, tidak sepertimu.”


“Aku tidak punya cukup kesabaran untuk meladenimu, Nueva. Katakan apa yang mau kau katakan.”


Melihat Lilithia yang tak tertarik bertele-tele dengannya, seketika ekspresi Nueva serius. Ia melipat keduanya dan memandang intens sang commander.


“Kau bekerja untukku, sebagai gantinya aku akan menghidupkan kembali adikmu setelah mendapatkan singgasana dewa. Itu adalah perjanjian kita, apa aku salah?”


Lilithia menggeleng. Itu memanglah perjanjian di antara mereka: Lilithia bekerja untuk Nueva, Nueva akan menghidupkan adiknya. Lilithia meminta Nueva meneruskan ucapannya.


“Rencana awal, Edward yang akan menangkap Neira Claudian. Namun, peperangan ini terjadi lebih cepat dari perkiraan. Aku memerlukan Edward untuk membantu mempersiapkan medan ritual dan juga tempat yang aman untuk membuka gerbang neraka. Untuk itu, aku ingin kau menangkapnya. Aku akan mengirim Xavier dan divisinya untuk menyerang Axellibra. Dengan kekuatan Xavier, Fie tidak punya pilihan selain menghadapinya secara langsung. Gunakan kesempatan itu untuk membawa Neira Claudian padaku.”


“Jangan khawatir soal Xavier menghadapi Fie sendirian,” lanjut Nueva sebelum Lilithia sempat merespons. “Kanna akan membantunya. Kau hanya harus fokus pada mengalahkan Neira Claudian dan membawanya padaku. Tidak ada yang harus kau pikirkan selain itu. Bahkan jika kekaisaran dikalahkan sekalipun dan banyak yang mati, aku akan menghidupkan semuanya seperti aku akan menghidupkan adikmu. Aku akan menciptakan dunia yang sempurna, dunia tanpa kesengsaraan dan kematian.”


...—Aliansi Desa Centaur—...


Lima individu berjubah hitam dengan garis tepi hijau melangkah keluar dari portal dimensi yang muncul di sisi utara di luar sebuah desa para centaur. Krakart, Atland, Diametra, Lumeira, dan Sataniciela. Mereka lima dari sepuluh anggota Deus Chaperon. Tsusaza, Whalef, dan Hireklaf akan tetap di Haikal Solomon. Vermyna dan Valeria yang setia berada di markas utama militer NWO. Hanya mereka berlima yang ditugaskan di desa ini.


Aliansi Desa Centaur adalah wilayah terdekat dengan Emiliel Holy Kingdom. Mereka selama ini bersikap netral, dan akan tetap netral dalam perang. Namun, karena mereka tetaplah anggota New World Order, mereka tidak mustahil menjadi sasaran serangan. Lebih dari itu, penempatan kelimanya di sini—terutama Sataniciela—akan memberi serangan yang tak disangka-sangka bagi Holy Kingdom.


“Krakart, Atland, kalian ikut aku. Untuk sementara kalian bisa tinggal di rumahku. Sementara itu, Kalietra akan mengantarkan kalian berdua ke tempat kalian bisa menginap. Tunggulah di sini, Ciela, Lumeira.”


Dengan bagaimana Vermillion Empire dan New World Order menyusun pasukan mereka, kata “Invincible” yang melekat dalam diri Emiliel Holy Kingdom tidak mungkin akan bertahan. Pastinya, untuk pertama kali dalam sejarah, “The Invincible Emiliel Holy Kingdom” tidak akan lagi menjadi “The Invincible”.


Namun begitu…semuanya masih tergantung pada pertempuran yang sudah digariskan langit: Vermyna Hellvarossa vs Fie Axellibra. Siapa pun yang menang akan menguasai Islan.


Setidaknya, begitulah yang dipercayai Emiliel Holy Kingdom dan New World Order.


...»»» End of Chapter 27 «««...