Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 43: Ascension, part 4



Xavier hampir saja terbunuh karena gagal pernapasan. Jika Nueva mengaktifkan kekuatan tadi lebih lama lagi, ia mungkin takkan tertolong. Ia harus berhati-hati untuk tak lagi terjebak dalam spell itu. Namun, bagaimana caranya? Bagaimana ia bisa menghindari efek yang terjadi hampir instan itu?


Rasanya mustahil selain melarikan diri dari sini, batin sang commander seraya berdiri—dan tentu saja itu sama sekali bukan opsi.


Xavier tak menemukan celah untuk menghindari efek spell itu. Namun, dari apa yang bisa ia simpulkan dalam waktu singkat ini, Nueva sepertinya punya kendala yang sama dengannya. Sang emperor juga tak bisa bernapas dalam spell ciptaannya. Artinya, jikapun ia kembali terseret dalam efek spell tadi, Nueva akan langsung menghilangkan spell itu sebelum dia kehabisan napas.


Aku hanya harus memastikan selalu menggunakan [Magic Container], simpul Xavier seraya kembali melapisi tubuhnya dengan mana. “Itu adalah apa yang tipikal antagonis katakan sebelum mereka jadi histeris di ambang kekalahan!” seru Xavier dan langsung menyerang.


Bersamaan dengan kepalan tangan kanan Xavier yang mengarah pada wajah sang emperor, ia menggunakan [Reverse Law] untuk membalikkan aliran darah Nueva. Ia kehilangan lebih banyak mana daripada sekadar menghentikan mobilitas sang emperor. Namun, Xavier tak punya pilihan lain. Upaya normalnya tak lagi efektif karena sang emperor telah dapat mengakali pengaruh “Reverse” dari [Reverse Law].


Pembalikan arah aliran darah membuat pembuluh darah Nueva membengkak sebelum kemudian dia terjatuh akibat jantung yang bermasalah dan suplai oksigen terganggu. Hal itu membuat Xavier mengganti serangan. Kaki kirinya terangkat dan kemudian ia jatuhkan kuat-kuat mengincar belakang kepala Nueva. Ia berintensi penuh dalam menghabisi pria yang lebih tua darinya.


Akan tetapi, sebelum tumit Xavier sempat menemukan target, dunia kembali membeku. Sang commander hanya bisa mendecih dalam hati sembari memaksimalkan kinerja [Magic Container]. Matanya kehilangan fungsi untuk melihat, jadi Xavier tak bisa melihat apa yang terjadi dalam kenyataan. Ia juga tak bisa mengkomprehensikan banyak hal akibat tekanan yang organ-organ dalamnya terima.


Ketika pandangannya kembali normal, Xavier mendapati tubuhnya telah ditusuki tujuh tombak es. Sebelum rasa sakit itu sampai ke otaknya, kaki bagian depan Nueva telah menghantam dagu sang commander. Ia terpental ke atas. Dan pada saat yang bersamaan, ribuan tombak angin telah berada di udara.


Space Reversal.


Dalam sekejap Xavier sudah bertukar tempat dengan Nueva. Namun, mengejutkannya, ketujuh tombak yang bersarang pada tubuh Xavier masih tetap pada tubuhnya. Ia sudah memastikan tak turut serta membawa ketujuh tombak es bersamanya ‒ Xavier berniat menjadikannya sebagai senjata makan tuan. Namun, kenyataan berlawanan dengan niatnya.


Nueva mendarat dengan suara debuman belasan meter di hadapannya. Sang emperor dipenuhi goresan luka di sana-sini; dia tak mampu menghindari serangannya sendiri dengan sempurna. Tetapi hanya sebatas itu saja. Nueva tak menerima luka yang berarti—selain efek [Reverse Law]-nya tadi yang membuat wajah sang emperor serius.


Xavier mencabut tombak-tombak es secara manual dan melemparkannya secara asal, lalu menyembuhkan diri dengan [Reverse Law]—tentu saja setelah menghilangkan efek pembekuan dengan [Magic Container].


Xavier punya asumsi mengapa ia tak bisa menyingkirkan tombak-tombak es itu dengan [Reverse Law]. Nueva membuat tombak-tombak air dengan sihir air lalu membekukannya dengan [Eternal Zero], menjadikannya tombak-tombak es. Tidak ada penjelasan lain lagi.


“Kau membalikkan arah aliran darahku,” berkata Nueva seraya menciptakan dua tombak air di kedua tangan—yang dengan cepat membeku hingga memancarkan hawa dingin yang tajam. “Aku terpaksa membekukan darahku sendiri demi menghilangkan efek itu. Jika tidak, jantungku takkan selamat. [Reverse Law] memang merepotkan. Apa boleh buat, aku akan serius.”


“Aku serius bukan berarti tak bisa sembari berbicara.” Nueva sudah berada di hadapan Xavier dalam sekejap. “Aku serius artinya kau akan menerima luka yang lebih dari sebelumnya.”


Sang emperor cepat. Xavier bisa saja membuat tubuhnya tak bisa disentuh, tetapi kedua tombak Nueva disokong [Eternal Zero]. Tidak menutup kemungkinan kalau kedua tombak itu akan tetap mampu melukainya. Maka dari itu, Xavier menggunakan kedua pedangnya untuk memblok tombak es sang emperor. Kedua pedangnya tampak agak menciut, tetapi dengan cepat kembali normal saat ia tingkatkan suplai mana.


“Kudengar kau cukup lihai memainkan pedang. Kau tak keberatan jika kutes kebenaran akan isu itu, kan?”


Xavier mementalkan kedua tombak es Nueva sebagai respons, membuat sang emperor terdorong. Ia lalu mulai gantian menyerang. Xavier memotong jarak di antara mereka dengan cepat. Kedua pedang dimensinya mengayun tajam ke kedua arah yang berbeda. Nueva menancapkan salah satu pedang di hadapannya, memblok kedua pedang secara sekaligus. Dan pada saat yang bersamaan, tombak yang satu lagi mengayun secara horizontal.


Xavier merunduk dengan cepat. Salah satu pedangnya ia tancapkan di tanah lalu melayangkan tendangan menyamping dengan dua kaki pada sang emperor. Namun, sebelum kedua kaki Xavier mengenai sisi kiri tubuh Nueva, sang emperor melepaskan spell Great Wind Explosion.


Xavier punya sihir sensorik, jadi ia bisa merasakan gejolak mana yang terjadi sesaat sebelum spell itu dilepaskan. Karenanya, sebelum gelombang angin kuat menghantamnya, Xavier sudah menggunakan Space Reversal pada diri sang emperor. Tubuh Nueva terhempas akibat spellnya sendiri.


Xavier langsung menciptakan belasan pedang dimensi setelah Nueva terpental, dan kesebelas pedang itu ia lesatkan pada sang emperor.


Namun, secara sekejap dunia kembali membeku. Dan begitu keadaan kembali normal, tubuh Xavier telah terpental akibat tendangan Nueva yang menghantam sisi kiri kepalanya. Dan pada saat yang bersamaan, ratusan tombak es turut melesat mengejar tubuhnya yang terhempas.


Sang commander refleks menggunakan Space Reversal. Namun, meskipun ia sudah bertukar tempat dengan Nueva, punggungnya telah ditancapi tiga tombak es. Tampaknya Nueva telah mengantisipasi tindakan Xavier. Bukan saja dia telah mempersiapkan ketiga tombak yang menancap punggungnya, sang emperor juga telah mempersiapkan barier es untuk melindunginya dari ratusan tombak es.


Xavier menyerap ketiga tombak es dengan [Magic Container]. Ia lantas melemparkan kedua pedang dimensi pada Nueva lalu menyatukan kedua telapak tangan. Lingkaran sihir ungu gelap khas [Space Magic] muncul dalam ukuran yang masif di kanan dan kiri Xavier. Namun, sebelum kedua spell sempat aktif, kedua lingkaran sihir membeku dan hancur berkeping-keping.


Sebelum Xavier sempat mengambil tindakan, dunia kembali membeku. Dan ketika situasi kembali normal, tubuh Xavier telah terbenam belasan meter ke dalam kawah gunung yang sebelumnya tidak ada. Puluhan tombak menancap di sana-sini, belasan di antaranya bersarang pada tubuh sang commander. Dan jika bukan karena [Magic Container], Xavier sudah mati dengan organ dalam yang membeku.


“Haaa…. Aku tidak tahu bagaimana kau bisa menyerap efek [Eternal Zero]. Dan jujur saja kemampuan itu menjadi penghalang utama untukku menghabisimu. Sepertinya memang tak ada pilihan lain.”