Against the World II: Transgression

Against the World II: Transgression
Chapter 52: Grand Foreigner, part 4



Ketakutan yang disebabkan [Omni Intelligence] tanpa sadar membuat kontrol Kanna terhadap emosinya mengendur.


Dan, itu adalah kesalahan besar yang tak seharusnya dia lakukan. Kedelapan belas pasang sayapnya mulai menggelap secara perlahan. Halo di atas kepalanya menghitam lalu rapuh dan berhamburan dalam partikel debu. Matanya kembali ke warna alami, begitu pula dengan pirang rambutnya yang kembali. Segala pengaruh Edenia dihapuskan; pengaruh Kanna el Vermillion kembali mendominasi.


Walau ingatannya masih terkurung rapi, karakteristik Kanna telah sepenuhnya kembali ‒ terlihat jelas dari warna rambut dan matanya yang menjadi lebih gelap. Bahkan, simbol rangkaian bulan sabit telah sirna dari kulitnya. Kurtalaegon sepenuhnya telah menjadi bagian dari raga Kanna.


...— — — —...


Melihat Kanna terdiam seperti itu membuat Vermyna ingin keluar dari tempat dan melarikan diri ke bulan. Ini perasaan yang sama dengan saat ia berada di depan Fie dalam wujud vampire. Tak ada pemikiran untuk melanjutkan pertarungan dalam kepalanya. Vermyna hanya memikirkan bagaimana menjauh dari makhluk yang bisa membunuhnya. Yang ia rasakan sekarang sama seperti itu.


Raganya, yang seharusnya mustahil dihancurkan, telah berhasil dipotong menjadi dua bagian oleh Kanna. Ini pertama kalinya terjadi, dan ia juga merasakan sesuatu di dalam dirinya menghilang. Raganya telah melemah secara drastis. Jika sekarang Fie menghantamkan tinju pada raganya, tubuhnya akan menjadi daging geprek. Karena itu, ia harus pergi dari sini.


Namun, Vermyna tidak melakukannya. Seperti yang tadi Kanna bilang, ia merasakan keberadaan Xavier di luar barier. Ia tak tahu apa yang menahannya dari masuk. Dan untuk suatu alasan yang sulit ia mengerti, apa yang ia rasakan cukup samar. [Complete Sensory] seolah kehilangan sensor mutlaknya saat menjadikan Xavier target, begitu juga dengan Kanna. Mereka telah mampu melindungi diri dari jamahan [Complete Sensory].


Vermyna menciptakan [Celestial White Flame] dengan [Magic Reactor] dan menggabungkan api putihnya ke dalam teknik Concentrated Engulfing Silence. Bukan itu saja, ia juga menggabungkan semua sihir elemennya untuk memperkuat diri. Vermyna juga memunculkan lebih dari satu juta replika diri dari garis waktu yang berbeda. Ia juga melapisi dirinya dan semua replika dirinya dengan selubung ruang-waktu.


Vermyna Hellvarossa mengerahkan segala yang ia punya demi menghabisi boneka Edenia. Jika serangan totalnya gagal membunuh Kanna, paling tidak dia harus terlukan parah. Dan, kalau ia masih gagal membuatnya terluka parah, setidaknya ia harus memperlama pertarungan sampai Xavier masuk. Dia sudah membunuh Nueva, jadi bisa dipastikan dia telah mengambil [Eternal Zero]. Terlebih lagi jika dia menggunakan kekuatannya dari masa lalu, mereka berdua mungkin bisa memberi perbedaan.


Vermyna tersapu dalam ironi. Memikirkan ia menanti Xavier untuk membantunya mengatasi makhluk terkutuk di hadapannya mengingatkannya saat dulu Xavier membantu Kanna menyerangnya. Roda kehidupan memang selalu berputar, kadang di atas dan terkadang di bawah. Menjadi arogan, meninggikan kemampuan diri dan merendahkan kemampuan orang lain adalah jalan singkat untuk membuat roda berputar.


Mengabaikan sapuan ironi itu, dalam satu tarikan napas Vermyna memerintahkan semua replika dirinya untuk menyerang.


Aksi Vermyna membuat perhatian Kanna kembali terarahkan padanya. Dan, hanya dengan sekali tebasan pedang tanpa gagangnya, sang malaikat telah melenyapkan kesemua replika Vermyana. Segala pertahanan replikanya runtuh. Mereka lenyap sebelum sempat melakukan apa-apa. Bahkan semua bukit yang ada telah terpotong rata hingga menyisakan bagian setinggi leher Kanna—sedang bagian bukit yang terpotong telah hancur lebur menjadi butiran pasir.


Jika tebasan pedang Kanna sedikit saja lebih rendah, bagian atas kepala Vermyna mungkin juga telah ikut terpotong. Bahkan semua elemen sihirnya yang ia gunakan untuk memperkuat diri telah sirna, termasuk juga api putih dan selubung ruang-waktu. Satu-satunya yang masih melindungi dirinya adalah energi kehidupan.


“Berlutut,” ucap Kanna dengan wajah datar dan pandangan tajam, tetapi suaranya dingin dan seakan dipenuhi bisa. “Binatang sepertimu telah terlalu besar kepala selama ini, saatnya kau diberi tahu akan tempatmu yang seharusnya. Tapi, aku punya niat lain. Letakkan dahimu di tanah, dan kemudian mengemislah agar aku membiarkanmu hidup. Baru setelah itu aku akan putuskan apakah harus membiarkanmu hidup atau tidak.”


“…Apa?” Vermyna hanya bisa memandang seperti seseorang yang ditimpa kebingungan hebat. “Dirimu…siapa dirimu?”


Dia bukan Kanna el Vermillian yang selama ini ia ketahui. Vermyna tak punya keraguan akan hal itu. Apa Edenia telah menulis ulang kepribadiannya? Vermyna tak bisa memikirkan alasan lain selain itu. Namun, untuk alasan yang tak ia mengerti, Vermyna lebih takut pada wanita ini dibandingkan Edenia sendiri. Aura jahat yang tubuhnya pancarkan membuat tulang-tulang Vermyna menggigil, bahkan warna sayap Kanna sendiri sudah menggelap secara sempurna.


Jika Kanna yang ia tahu diibaratkan sebutir salju yang bermandikan cahaya, Kanna yang sekarang adalah butir salju yang jatuh ke dalam comberan.


“Apa yang terjadi pada Ka—!”


Vermyna tak mampu menyelesaikan ucapannya. Tangan kiri Kanna sudah mencengkeram tenggorokan sang ratu. Kanna tidak beranjak dari tempatnya berdiri, dan begitu pun dengan Vermyna. Hanya saja, ruang di antara mereka telah dihapuskan. Lebih parah dari itu, Vermyna tak menyadari kejadiannya—[Complete Sensory] tak berdaya.


“Ini aneh,” ucap Kanna—dia terlihat terhibur dengan ucapannya sendiri. “Aku antara mau membunuhmu dan tak mau membunuhmu. Kukira nyawamu berharga untuk mengenyahkan para vampire, tapi pada saat yang bersamaan aku ingin kau mati. Apa yang harus kulakukan?”


Vermyna berusaha mengerahkan kekuatannya untuk membebaskan diri, tapi ia tak bisa mengakses [Limit Breaker] miliknya. Senada dengan kekuatannya yang hilang satu per satu, energi kehidupan yang membaluti tubuhnya menghilang. Tak sampai di situ, energi kehidupan di dalam tubuhnya berkurang dengan cepat. Kanna menghapuskan sihirnya satu demi satu, dan pada saat yang bersamaan energi kehidupannya diserap.


“Jangan khawatir,” ucap Kanna sembari mengangkat tubuh Vermyna hingga kakinya melayang. “Aku takkan membunuhmu. Aku juga takkan menghapus semua kekuatanmu. Kutinggalkan [One Space], [One Time], [Complete Sensory], dan [Magic Reactor]. Aku juga akan membiarkan kau memiliki World Observer. Namun, energi kehidupanmu kuambil. Kusisakan hanya seribu tahun untukmu.”


Kanna langsung mencampakkan tubuh Vermyna setelah mengatakan itu. Namun, tubuh Vermyna tidak menghantam tanah. Sang chimera jatuh ke dalam pelukan Xavier yang telah berada di dalam barier tanpa menghancurkan kedua barier.


“Ah, kucing kecilku, bagus sekali akhirnya kau memunculkan diri di hadapan mastermu.” Kanna memamerkan senyum manisnya. “Apa kau sudah mengumpulkan cukup keberanian untuk mengakui dosa-dosamu?”