
Nueva tak bisa mengelak kalau ia terkejut. Jika sebelum ia berevolusi, ia masih bisa mengerti. Tetapi sekarang [Eternal Zero]-nya sudah sempurna. Tak seharusnya ada sihir yang bisa menyerap efek [Eternal Zero]. Tak mengherankan ia sampai terkejut.
Namun begitu, ia juga tak terlalu terkejut. Xavier bukan imun terhadap sihirnya. Dan itu sudah lebih dari cukup. Satu atau dua detik, meskipun itu sangat singkat dapat memberi perbedaan yang sangat nyata dalam pertempuran. Seseorang bisa kehilangan nyawanya dalam satu atau dua detik; seseorang bisa selamat dalam satu atau dua detik.
Nueva melompat ke udara begitu Xavier melesat menyerang. Singgasana esnya hancur, tetapi Nueva tak memedulikan. Selagi di udara, dadanya membusung dan ia melepaskan semburan angin bertekanan tinggi. Tentu saja semburan anginnya tidak normal; ada jutaan pisau angin kecil dalam semburan tersebut. Tingkat kedestruktifannya tidak perlu dipertanyakan.
Namun, Xavier hanya mengerahkan telapak tangan kiri ke atas sebagai reaksi, dan seketika semburan angin Nueva terserap ke dalam tangan tersebut.
Nueva memunculkan sepasang sayap es di punggung lalu melesat menjauh dari Xavier. Ia mendarat tepat di tepi permukaan gunung. Alasan ia tak langsung menyerang adalah untuk mencari tahu sejauh apa kemampuan Xavier dalam mengatasi serangannya. Jika ia melepaskan serangan dari segala arah, apa dia bisa menyerap semuanya?
Nueva menyatukan kedua telapak tangannya, mencoba mengeluarkan beragam spell. Namun, secara tiba-tiba ia melepaskan penyatuan kedua tangannya dan membatalkan niat. Xavier punya [Reverse Law], dia bisa melenyapkan semua spellnya tanpa perlu menyerapnya. Walaupun [Eternal Zero] superior, menghadapi sesama Supreme Magic memang merepotkan.
“Kau tak jadi menyerang?” tanya Xavier, mereka kembali berhadap-hadapan. “Kalau begitu aku akan kembali menyerang.”
Nueva tidak mengatakan apa pun. Bersamaan dengan melesatnya Xavier, sayap es di punggung emperor lenyap. “Apa boleh buat, aku akan meladenimu sebelum [Reverse Law] menjadi milikku.”
Dalam sekejap, Xavier sudah berada di hadapan Nueva dengan kedua kepalan tangan berbalutkan mana. Nueva tak merepotkan diri menghindar. Tubuh sang commander berhenti satu inci sebelum tinju itu mengenainya. Xavier langsung bereaksi dengan menyerap energi yang membekukannya. Sayangnya, Xavier tak bisa melakukan itu secara instan. Jadi, begitu tubuhnya normal, kaki kiri Nueva telah mendarat dengan telak di pipi kanannya.
Sang Twelfth Commander terhempas dan menghantam permukaan gunung yang telah ditutupi salju dan terseret hingga ke tepi.
Nueva bisa memanfaatkan kesempatan untuk memborbardir Xavier saat tubuhnya belum berhenti. Namun, itu tak ia lakukan. Nueva ingin memperjelas perbedaan kekuatan di antara mereka. Tak peduli jika Xavier bisa menyerap efek sihirnya, dia akan ia hancurkan tanpa perlawanan. Selain perbedaan kekuatan sihir mereka yang jelas, perbedaan kekuatan fisik mereka juga tak bisa diabaikan.
“Aku dragonoid, dan kau hanya manusia. Apa kau pikir kau punya kesempatan untuk menang?”
Pertanyaan Nueva disambut Xavier dengan kembali menyerang. Tubuhnya diselimuti api hitam tebal. Kedua tangannya sudah memegang pedang petir berkonsentrasi tinggi. Xavier menyerang dengan ekspresi super serius di wajah.
Petir dan api hitam itu Nueva bekukan secara instan, membuat kedua elemen yang berbeda itu meluruh menjadi partikel beku. “Kau tak seharusnya melakukan hal yang sia-si—”
Ucapan Nueva tertahan, tubuhnya berhenti bergerak untuk sesaat. Dan ketika Nueva berhasil mengungguli apa pun yang mengekang tubuhnya, pukulan tangan kanan Xavier telah bersarang pada wajah sang emperor.
Tubuh Nueva kembali berhenti. Namun, sebelum Xavier dapat mendaratkan serangan kedua, Nueva berhasil bergerak untuk menghindar. Berbeda dengan sebelumnya, Nueva tidak melawan kekangan [Reverse Law] dengan kekuatan. Ia mengakalinya dengan mengikuti prinsip [Reverse Law].
“[Reverse Law],” gumam Nueva sembari menepis pukulan tangan kiri Xavier. “Kukira aku bisa mengatasinya dengan tanpa kesulitan. Tapi bagaimana denganmu? Frozen World.”
Sejurus seketika, area dalam radius tiga kilometer dari tempat Nueva berada membeku secara instan. Temperaturaturnya secara mutlak menjadi 0 Kelvin.
Pada detik ini, tak ada partikel yang bergerak. Segalanya berhenti. Namun, karena ruang ada, satu-satunya yang tetap bergerak adalah waktu. Setidaknya, itu dalam perspektif siapa pun yang berada di luar area Frozen World. Bagi yang ada di dalam Frozen World, bahkan waktu pun terhenti—sebagaimana halnya gravitasi yang menghilang. Bahkan suara takkan mampu berbunyi di dalam area ini.
Karena segala partikel berhenti bergerak, 0 Kelvin artinya energi kinetik menjadi 0, bernapas pun menjadi mustahil. Jangankan itu, fungsi kehidupan lenyap. Tubuh tersusun dari partikel yang saling berinteraksi dengan satu sama lain. Ketika partikel itu bergerak, maka “kehidupan” musnah. Dan pada manusia biasa, jika mencapai 0 Kelvin secara instan, tubuhnya akan mengeras melampaui besi, tetapi lebih rapuh dari kertas yang telah terbakar menjadi abu.
Bahkan Nueva sendiri takkan selamat dari efek itu jika Frozen World ia pertahankan secara terus menerus. Tubuhnya memang imun dari [Eternal Zero], tetapi Nueva tetap perlu udara untuk bernapas. Ia bukan vampire. Ia bukan iblis. Ia dragonoid, perlu bernapas. Karena itu, ia hanya bisa mempertahankan Frozen World selama ia bisa menahan napas.
Sementara Nueva tak terkena sedikit pun efek spellnya sendiri, Xavier di hadapannya terdiam total dengan tubuh yang membeku. Tetapi sang commander belum tewas. Organ dalam tubuhnya tidak turut membeku. Dia menggukan kekuatannya untuk menyerap efek Frozen World. Hal itu terlihat jelas dari udara di sekililingnya yang masih bergerak.
Nueva lantas menghilangkan efek Frozen World. Pada saat yang bersamaan, tangan kanannya bergerak mencengkeram leher sang commander. Karena itu, Xavier langsung terkesiap dengan muka pucat berusaha bernapas. Tetapi Nueva mengabaikan kesakitan Xavier dan justru memperkuat cengkeraman tangannya.
Sang emperor merasakan [Reverse Law] hendak bekerja, jadi ia langsung siap-siap untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang [Reverse Law] paksakan pada tubuhnya. Namun, mengejutkan Nueva, tiba-tiba ia menemukan posisi mereka terbalik. Xavier mencengkeram lehernya dengan keras. Walaupun muka sang commander masih pucat karena kekurangan napas, api hitam berlapiskan petir sudah melapisi tangannya yang bebas.
Nueva bereaksi langsung dengan mencoba membekukan sang commander. Xavier menyadari itu. Karena itu, sang commander berteleportasi menjauh. Hal itu membuat Nueva jatuh berlutut.
“Tsk, betapa kemampuan yang merepotkan.” Nueva mendecih dan lalu berdiri.
Kemudian sang emperor berbalik arah, dan ia dapati Xavier dalam keadaan berlutut dengan satu kaki di tepi gunung. Napas dia memburu, tetapi wajahnya sudah normal. Suplai oksigen yang tubuhnya perlukan sudah terpenuhi. Namun, perbedaannya jelas. Nueva tak terelakkan berada di atas angin.
“Hal yang merepotkan darimu cuma dua,” kata Nueva sembari melangkahkan kaki. “Jika aku bisa mengakali kemampuan menyerap efek sihir dan kemampuan bertukar tempat, maka tak ada lagi yang bisa kau lakukan untuk memberikan perlawanan.”