
Tanpa butuh waktu lama segera Edward menggendong Kimmy dan membawa nya keluar dari ruangan itu.
Begitu Edward keluar dari dalam ruang praktek Kimmy dan Edward membawa Kimmy yang sedang pingsan, para tenaga medis yang berada di sekitar tempat itu segera membantu Edward untuk membawa Kimmy ke Unit Gawat Darurat.
"Tuan apa yang terjadi di dalam? mengapa nona Kim sampai pingsan seperti itu? "
" Entahlah Don, kami hanya sedang berbicara saja, namun saat aku hendak meninggalkan ruangan tiba-tiba aku sudah melihatnya jatuh terduduk dan pingsan"
"Apa kau tau sesuatu Don?"
Deg
Hati Doni bergetar saat Edward menanyakan hal tersebut kepada nya, Doni jelas mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada Kimmy, namun atas permintaan dokter Rena dia tidak boleh memberitahukan hal tersebut kepada Edward.
"Tuan, harus menanyakan langsung kepada dokter apa yang sebenarnya terjadi pada nona muda"
"Kau benar Don, mana mungkin kau tau apa yang terjadi dengan istriku"
Tak beberapa lama kemudian dokter Rena keluar dari ruang Unit Gawat Darurat.
"Ren, bagaimana keadaan istriku? apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya? "
Dokter Rena menatap wajah Edward dalam - dalam di satu sisi dia ingin menjaga janjinya terhadap Kimmy bahwa dia tidak akan memberitahukan tentang kehamilan Kimmy, namun di satu sisi dia adalah seorang dokter akan sangat salah jika dia tidak memberitahukan keadaan pasien yang sebenarnya kepada keluarga nya.
"Edward ikutlah ke ruangan ku ada beberapa hal yang harus kita bicarakan"
Tanpa butuh persetujuan Edward dokter Rena segera meninggalkan Edward masuk ke dalam ruangan dokter Rena dan Edward terus mengikuti dokter Rena dari belakang.
"Duduklah Edward aku ingin berbicara padamu"
"Ada apa Ren segera katakan apa yang terjadi dengan istriku"
Dengan menarik nafas dalam - dalam dokter Rena mencoba memberanikan diri untuk berbicara kepada Edward.
"Edward nona Kim sedang hamil dan saat ini usia kandungan nya sudah mencapai delapan minggu"
Deg
Perkataan dokter Rena sangat mengguncang hati Edward, perkataan dokter Rena hampir membuat Edward ingin berteriak kegirangan, berteriak bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah.
"Rena apa yang kau katakan, Kimmy saat ini sedang hamil"
"Ya Edward nona Kim sedang hamil muda itu sebabnya kondisi kesehatan nya sedang tidak stabil, nona Kim harus membutuhkan cukup istirahat"
"Ren mengapa dia tidak mau memberitahukan tentang kehamilan nya kepada ku, aku adalah suami nya dan Ayah dari janin yang ada di dalam rahim nya saat ini"
"Edward kau harus mengerti kondisi dan posisi nona Kim saat ini, dia mengetahui kehamilan nya saat ada masalah besar dalam rumah tangga kalian"
"Dia mengetahui kehamilan nya pada saat dia ingin sejenak menjauh dari dirimu untuk bisa berpikir dengan tenang"
"Guncangan demi guncangan yang sudah dihadapi oleh nona Kim membuat dirinya lebih waspada dan merasa ketakutan "
" Maksud mu adalah dia khawatir jika aku mengetahui kehamilan dirinya, itu akan membahayakan dia dan janin tersebut? "
Pikiran Edward mulai bekerja dengan setiap ucapan dari dokter Rena, Edward sangat yakin bahwa semua masalah ini akan secepatnya berlalu dan Edward yang sangat yakin dapat memberikan perlindungan nya kepada Kimmy membuat dia pada akhirnya membuat sebuah keputusan.
"Ren aku mengerti akan setiap kegelisahan istri ku, namun hari ini aku akan tetap membawa nya pulang, baik dia mau ataupun tidak, dia harus ingat akan kondisi tubuhnya itu"
"Edward kau tidak bisa memaksakan kehendak mu, ingat nona Kim sedang mengandung kau tidak boleh kasar terhadap dirinya"
"Ren aku tau apa yang harus aku lakukan saat ini untuk istriku"
Edward segera bangkit dari tempat duduk tersebut dan keluar dari ruangan dokter Rena menuju ke Unit Gawat Darurat tempat Kimmy masih di rawat.
Sementara itu di dalam ruangan, dokter Rena menundukkan kepalanya, dokter Rena cemas jika Edward kembali melakukan pemaksaan untuk membuat Kimmy mengikuti setiap aturan nya.
"Edward semoga kau tidak bertindak gegabah kau harus ingat wanita hamil itu sangatlah sensitif terhadap segala sesuatunya"
Sementara itu sebelum Edward masuk ke dalam ruangan Kimmy dirawat, Edward memberitahukan kepada Doni untuk segera menyiapkan segala sesuatunya karena dia akan membawa Kimmy pulang secara paksa.
"Don siapkan mobil di dekat Unit Gawat Darurat aku akan membawa istri ku pulang ke rumah, bersyukur jika dia menuruti semuanya, namun jika dia tetap tidak mau aku akan melakukan nya dengan memaksa"
Doni melihat wajah tuan muda nya itu begitu tegang, Doni kembali melihat aura arogan dan angkuh dari seorang Edward Chandradinata dan ini semua terjadi karena satu orang wanita yang dia cintai.
"Baik tuan Edward segera akan kami siapkan mobil"
Edward segera masuk ke dalam ruangan, dan di dalam ruangan tersebut Edward melihat Kimmy yang sudah sadar sedang dibantu oleh perawat untuk bangun dari tempat tidur nya.
"Suster segera kemasi barang istriku, karena saat ini juga aku akan membawa dia pulang ke rumah"
Kimmy yang mendengar akan hal tersebut segera mengarahkan pandangan ke arah Edward dan memandang Edward dengan pandangan yang sangat tajam.
"Kau apa yang kau lakukan? sudah kubilang aku tidak mau kembali ke rumah untuk sementara waktu kenapa kau terus memaksa aku Edward!!"
Edward mendekati Kimmy dan kini wajahnya begitu dekat dengan Kimmy, Edward memasang wajah yang penuh dengan amarah berharap Kimmy tidak melawan setiap perkataan nya lagi.
"Kau betul untuk beberapa saat yang lalu aku masih menuruti segala keinginan mu, namun tidak untuk sekarang, kau harus patuh kepadaku karena kau sedang mengandung anak ku "
Kimmy hanya bisa terdiam ketika Edward mengatakan hal tersebut kepada dirinya, Kimmy dapat melihat sebuah kemarahan yang terpancar dari setiap wajah Edward.
"Tapi aku tidak mau pulang hiks, hiks, hiks, aku takut jika, jika"
"Dengarkan aku!!, kau pikir aku suami yang tidak becus untuk melindungi istrinya, kau pikir aku tidak mampu untuk melindungi kau ha?!! "
Edward meninggikan nada bicara nya kepada Kimmy dan Kimmy yang mendengar hal tersebut hanya bisa kembali terdiam dan mulai menangis.
" Mulai sekarang kau harus patuh padaku mengerti!!,kau tidak boleh egois sekarang di dalam perut mu ini ada sebuah nyawa yang hidup dan perlu untuk dijaga, kau masih punya suami dan suami itu mau untuk melakukan nya, suami itu sangat mencintai dirimu, aku tidak meminta mu untuk satu kamar denganku saat kau ikut pulang dengan ku nanti, yang aku mau adalah memastikan kau dan calon anak kita ini baik - baik saja, dan karena itu hari ini mau tidak mau aku akan membawamu pulang"
"Jangan memaksa aku untuk melakukan kekerasan terhadap mu karena kau tidak menuruti segala apapun yang aku katakan, jangan memaksa aku melakukan segala cara untuk membuat mu kembali ke rumah"
Edward memandang tajam ke arah Kimmy, pesona tuan muda dan laki-laki yang arogan kembali terpancar dari sisi seorang Edward Chandradinata.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.