
"Apakah terjadi sesuatu hal pada mereka?"
"Kurasa seperti itu Kim,Dean bercerita bahwa hubungan mereka tidak di restui oleh ke dua orang tuanya dan Liyana memilih untuk mundur"
Kimmy terdiam beberapa saat dengan perkataan dari Fanny.
"Kim,apa kau memikirkan mereka?"
"Kurasa seperti itu Fan"
"Sudahlah Kim mereka sudah dewasa dan ini adalah keputusan yang mereka sudah pilih ada baiknya kita juga harus bisa menghormati keputusan yang sudah mereka ambil,kau jangan menjadikan hal ini sebagai beban mu"
Fanny menggenggam erat tangan Kimmy mencobanya memberi kekuatan.
"Kau benar Fan,mungkin selama ini aku terlalu sayang pada Liyana sehingga jadi seperti ini,apa kau tau saat ini Liyana pergi kemana"
Fanny hanya menggelengkan kepalanya ketika Kimmy menanyakan akan hal itu.
"Mungkin saat ini Liyana sedang membutuhkan istirahat jadi mari biarkan dia tenang terlebih dahulu"
"Ya kau benar Fan"
"Ini surat untuk suamimu agar bisa kembali ke rumah hari ini"
Fanny memberikan surat persetujuan Dokter agar Edward bisa dibawa pulang Kimmy pada hari ini.
"Lakukan perawatan lukanya setiap hari Kim"
"Pasti,Fan.."
"Ya Kim"
"Selamat sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Jian Lee"
Fanny tersenyum dengan apa yang Kimmy sudah ucapkan kepada nya.
"Apa yang menganggu pikiranmu Fan? nampaknya beban mu masih belum selesai"
"Sebenarnya aku ragu Kim menikah dengan laki -laki itu,memang ada benih -benih cinta untuknya di hatiku namun"
"Namun apa Fan?"
Kimmy tersenyum dengan apa yang diceritakan oleh sahabat nya itu.
"Fan,apa kau pernah bertanya langsung kepada Jian Lee tentang masa lalunya,atau kau pernah berbicara dari hati ke hati tentang kalian?"
Fanny menggelengkan kepalanya ketika Kimmy mengatakan akan hal itu.
"Kalau belum lakukan lah terkadang laki -laki seperti itu,dia memang tidak suka membicarakan hal yang telah berlalu,biasanya pihak wanita yang akan lebih banyak bertanya baru mereka akan menjelaskan"
"Apa kau dulu seperti itu Kim dengan suamimu?"
Kimmy tersenyum dan mengangguk -anggukan kepalanya.
"Bukan karena mereka tidak mau untuk menceritakan,tapi terkadang mereka enggan untuk membahas nya lagi,namun terkadang bagi wanita hal ini sangat penting,jadi saranku coba kalian duduk berdua dan bicarakan lebih lagi,aku percaya Jian Lee adalah laki -laki yang baik untuk mu"
"Terima kasih Kim"
Kimmy berdiri dari tempat duduknya dan segera meninggalkan ruangan kerja Fanny untuk kembali menuju ke ruangan Edward.
"Sayang kenapa lama sekali?"
"Maafkan aku Edward ada beberapa hal yang aku bicarakan bersama dengan Fanny"
Lalu Kimmy menceritakan kejadian Dean dan Liyana kepada Edward.
"Sayang kau mau aku melakukan apa untuk teman -temanmu ini, kebetulan orang tua dari Dean adalah rekan kerja chandradinata"
"Tidak Edward aku akan mencoba menghargai keputusan mereka berdua"
"Baiklah jika memang seperti itu,suami akan patuh pada istri"
"Ayo Edward kita bersiap -siap hari ini kita bisa kembali ke rumah utama"
Edward tersenyum dan pada akhirnya Kimmy membantu Edward untuk bersiap - siap dan tak beberapa lama Doni datang untuk menjemput mereka.
"Mari tuan"
"Don, bagaimana keadaan Maya?"
"Nona Kim Maya baik -baik saja dan saat ink sedang dalam masa pemulihan"