
Belum sempat Kimmy meneruskan setiap kata-kata nya Edward sudah memberikan ciuman nya kepada Kimmy, Edward tidak membiarkan Kimmy berbicara lebih banyak pada malam hari ini.
Di dalam mobil Edward dengan rakus melahap bibir sensual Kimmy, dengan semua gerakan Edward yang sudah berpengalaman membuat dia dengan mudah untuk bisa menguasai istrinya.
Malam ini Edward begitu lapar akan sebuah gairah, setelah beberapa saat yang lalu Kimmy menolak dirinya, pada malam hari ini sepertinya Kimmy tidak akan bisa menolak kembali Edward, dalam indahnya malam mereka berciuman dengan penuh gelora, mereka sudah tidak memperdulikan lagi supir dan satu pengawal yang berada di kursi mobil bagian depan
Edward yang malam ini mulai berhasil untuk mengendalikan istrinya, membuat dia tidak lagi memperdulikan keadaan sekitar sedangkan Kimmy sudah mulai tenggelam di dalam setiap gairah yang berhasil di ciptakan oleh Edward
Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah putih tak henti-hentinya Edward melahap dengan sangat rakus bibir istrinya tersebut.
"Sayang kumohon Hentikan, kita masih di dalam mobil, setelah kita sampai di rumah baru kita lanjutkan, kumohon jangan lakukan lebih dari ini di dalam mobil"
Edward yang sudah mulai ingin melakukan lebih dari sekadar ciuman kepada istrinya terpaksa kembali harus menahan hingga mereka tiba di rumah.
"Baiklah,namun setelah sampai di rumah jangan salahkan aku jika aku melahap mu sampai kau tidak berdaya"
Perkataan Edward membuat Kimmy hanya terdiam dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang milik Edward, dirinya terlalu malu untuk mengakui bahwa dia sangat menikmati apa yang Edward selalu lakukan pada tubuhnya.
Sesampainya mobil tersebut di halaman rumah putih, tanpa banyak berkata-kata Edward segera menggendong Kimmy keluar dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka.
"Sayang, biarkan aku membuka mata ku, jangan kau minta aku kembali memejamkan mata lagi, saat kau akan mencumbu diriku"
Edward sudah meletakkan Kimmy di atas tempat tidur mereka, dan khusus pada malam hari ini Kimmy ingin betul - betul bisa melihat suami yang dia cintai dalam sebuah permainan yang sebentar lagi mereka akan jalani.
"Lakukan apa yang membuatmu menyukainya"
"Baiklah sekarang gantian pejamkan ke dua matamu"
Edward cukup dibuat kaget dengan perkataan dari istrinya itu namun sebagai seorang suami tentu nya sudah mengerti apa yang akan di lakukan oleh istrinya ketika dia berkata seperti itu.
"Baiklah nyonya Edward malam ini aku akan menuruti semua yang mau katakan "
Edward tersenyum penuh arti dan tepat setelah dia berkata seperti itu dia menjauhkan tubuhnya dari Kimmy dan ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh istri nya
Kimmy tersenyum kepada Edward dan tanpa banyak berkata Kimmy melepas semua pakaian yang digunakan nya dan kini dihadapan Edward Kimmy sudah Betul-betul tidak menggunakan sehelai benangpun.
"Sayang sekarang buka matamu"
Edward mulai membuka mata dan dia begitu takjub melihat apa yang dilakukan istrinya, tanpa banyak gerakan Kimmy sudah melepaskan semua pakaiannya dan seperti sebuah candu ketika Edward melihat setiap lekuk tubuh istrinya yang indah itu, Edward segera maju dan memeluk istrinya.
Kimmy membisikan kata-kata penuh cinta kasih ke dalam telinga Edward, Edward sangat bahagia jika Kimmy mau belajar mengendalikan permainan nya pada malam hari ini.
"Lakukanlah"
Dan pada akhirnya Kimmy melepas satu per satu pakaian yang dikenakan oleh Edward, Kimmy melayani suaminya itu dengan sangat sempurna pada malam hari itu
Di dalam hati Kimmy harus mulai merasakan bahwa dia pernah melakukan hal ini namun dia sama sekali tidak mengingat kapan dia melakukan hal tersebut untuk melayani suaminya.
Edward yang sangat takjub dengan semua pelayanan yang diberikan Kimmy kepada dirinya pada malam hari ini mulai mengambil alih permainan dan melakukan penyatuannya dengan penuh gairah yang sudah sangat tidak terbatas
Edward begitu puas pada malam hari ini, puas atas apa yang sudah di diberikan Kimmy untuk dirinya.
Dalam permainan panas mereka pada malam hari ini Kimmy memeluk erat Edward menciumi suami itu dari segala arah dan pada akhirnya mereka mencapai puncak permainan panas mereka malam hari ini.
Dalam malam yang indah mereka mengakhiri setiap permainan ini dengan penuh cinta,Edward memeluk Kimmy dan dia mulai memejamkan matanya.
Sayang maafkan aku yang sesaat sebelumnya pernah membohongi dan menolak melayani mu, aku tau ini adalah salah satu hal terpenting yang dibutuhkan oleh seseorang laki-laki dan aku tau kau sangat membutuhkan nya, sebagai seorang istri aku akan melakukan yang terbaik untuk mu
Aku juga sudah membuang pil kontrasepsi dan aku berharap dengan hal tersebut dapat membuat ku tidak merisaukan lagi masa lalu, entah seperti apa dirimu di masa lalu sehingga aku memutuskan untuk menunda kehamilan namun aku tidak mau lagi melihat kebelakang, aku akan melihat kedepan dan aku mau memiliki bayi yang lucu, aku rindu bayi itu hadir di tengah - tengah kita
Kehadiran dirinya akan membuat ikatan cinta kita semakin kuat, Suatu saat jika memang ingatkan ku kembali aku berharap keinginan ku ini akan tetap sama dan tidak akan pernah pudar
Kimmy membalas pelukan suaminya dan mencium kening suami nya itu dengan penuh ucapan syukur dan rasa sayang.
Kembali malam ini mereka terbuai dalam sebuah hasrat yang membara, hasrat dan gairah yang sudah direstui Tuhan dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah.
Sementara di lain tempat ada seorang wanita yang sedang menangis dalam kesendirian,wanita yang sukses dalam karirnya, namun hancur dalam kehidupan cintanya, wanita yang terbaring sendirian di dalam sebuah kamar mewah yang dia dapatkan dari semua hasil kerja kerasnya.
Wanita yang dengan penuh dendam dan ambisi mewujudkan kan ini semuanya, wanita yang memiliki semua yang dia inginkan kecuali sebuah cinta yang tulus yang gagal dia dapatkan.
"Kakek haruskah aku membalaskan dendam kakek?, aku sudah cukup lelah dengan setiap permainan yang kakek ciptakan dari dulu kepadaku, ketika aku harus membuat hati laki-laki itu hancur, ketika aku harus tiba-tiba meninggalkan dirinya, ketika aku melihat di setiap media dia berubah menjadi laki-laki yan kejam
Dan ketika aku kembali melihat media tiba-tiba laki-laki tersebut sudah menikah dan mendapatkan istri yang sangat hebat yang dapat membuat laki-laki itu berubah, Kakek aku lelah dengan semua permainan ini karena aku harus mengorbankan perasan ku padanya aku tidak boleh memiliki cinta yang tulus terhadap laki-laki tersebut.
Di masa lalu aku yang pernah meninggalkan dirinya di saat dia betul-betul sudah mencintaiku, kukira tugasku sudah selesai dengan hati yang hancur aku harus pergi dan melihat nya menderita, kini aku harus kembali berhadapan dengan dia karena dendam yang belum selesai, Kakek kalau boleh ini berlalu aku tidak ingin melakukannya lagi hiks, hiks, hiks, "
Wanita itu kembali menangis di dalam kamar mewah nya,Cassandra Winata meratapi semuanya seorang diri.