
Sementara itu Clarissa yang sudah masuk ke dalam rumah kini agak sedikit heran karena kondisi rumah yang sepi, beberapa kali Clarissa mencari - cari para asisten rumah tangga nya namun tidak ada satupun yang muncul,sampai pada akhirnya tiba - tiba ada beberapa orang yang keluar dari dalam kamar nya menarik Clarissa dengan paksa.
"Arrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhh, tolong!!!! "
Clarissa di tarik oleh empat orang laki-laki bertopeng ke dalam kamar nya, dan Clarissa di hempaskan oleh mereka di atas tempat tidur tersebut.
" Siapa kalian!!! tolong, tolong, tolong"
Clarissa berteriak dengan sangat kencang kepada empat orang laki - laki tersebut,namun mereka sama sekali tidak memberitahukan nama mereka, mereka mendekati Clarissa dan mulai menarik rambut Clarissa.
"Sakit, sakit, apa yang kalian mau kumohon jangan sakiti aku hiks, hiks, hiks, sakit hiks, hiks"
Clarissa terus di tarik rambut nya hingga dia terjatuh ke lantai kamar nya sendiri.
"Hai nona Clarissa, kau tentunya tau siapa kami jika kami menunjukan tanda ini"
Salah satu dari laki-laki - laki tersebut menunjukkan tanda tengkorak di lengan kanan nya.
"Kau orang suruhan dari Rei, untuk apa kalian datang ke rumahku cepat katakan!! "
Clarissa kembali berteriak kepada mereka dengan kencang dan tiba - tiba satu tamparan mendarat tepat di pipi Clarissa.
Plak, plak.
Bunyi tamparan itu begitu keras dan wajah Clarissa di buat mengeluarkan darah akibat perbuatan mereka.
" Nona tentu tau hukuman untuk anggota keluarga Louis yang berkhianat, dan saat ini Anda adalah pelakunya "
Plak, plak, plak.
Laki-laki tersebut kembali menampar Clarissa, satu yang lainnya menarik rambut Clarissa, dan yang tersisa kini mulai menendang - nendang tubuh Clarissa dari arah belakang.
Clarissa mengiba memohon ampun kepada mereka semuanya, sisa tenaga yang dia miliki digunakan untuk melakukan itu semua.
"Dengar nona, bukan urusan kami apakah nona Jean mengetahui perbuatan yang kami lakukan terhadap anda, yang jelas kami hanya menerima perintah, siksa terus dia!! "
Satu orang laki - laki memerintahkan kepada semuanya untuk kembali menyiksa Clarissa, mereka melakukan itu dengan waktu yang lama hingga pada akhirnya wajah Clarissa seperti sudah tidak berbentuk lagi karena banyak memar dan darah segar yang mengalir.
"Dengar kami nona, pisau yang menempel pada wajah nona akan merobek-robek wajah nona ini, jika nona masih berani untuk mengkhianati keluarga Louis"
Satu orang menempelkan pisau ke wajah Clarissa, dan mulai kembali menampar wajah tersebut.
"Kami tidak akan segan - segan menyakiti mu kembali, atau kami akan membunuh putri mu jika kau berani mengkhianati keluarga Louis.
satu tendangan terakhir diberikan oleh mereka ke semua tubuh Clarissa yang kini hampir sudah tidak sadarkan diri.
"Ayo kita pergi"
Dan pada akhirnya mereka semua pergi dari kediaman rumah Clarissa, empat orang laki-laki tersebut sebelum melakukan kejadian ini terlebih dahulu sudah menyabotase orang - orang yang berada di dalam rumah Clarissa, mereka mengikatnya dan menaruh orang - orang tersebut di dalam gudang.
Sementara untuk keamanan yang berjaga di pintu gerbang sudah mereka bajak dengan ancaman - ancaman yang mengerikan.
Kini tinggal Clarissa berada di dalam kamar nya, dengan sisa - sisa tenaga yang dia miliki Clarissa mencoba mengambil tas nya yang tergeletak di lantai dan mencari ponselnya.
"Halo Richard tolong aku hiks, hiks, hiks"
Clarissa menghubungi Richard dengan ponselnya dan setelah itu Clarissa pingsan
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.