
Malam hari yang begitu membuat seorang wanita bahagia, memberikan impian yang indah dan harapan yang luar biasa, membawa sang wanita naik ke awan - awan dan berada di langit paling tinggi
Wanita tersebut tertidur dan terus terbuai dalam mimpi indahnya,sementara dari sisi pria malam hari itu sedang berjuang melawan nafsunya dan itu menjadi malam yang cukup menderita kan oleh dirinya.
Malam berganti pagi, dan hari ini adalah waktunya Kimmy untuk kembali ke rumah putih, semua para pelayan sibuk menyiapkan kedatangan Kimmy.
Maya memberitahukan kepada mereka semua untuk tidak memberitahukan masa lalu Kimmy sebelum terjadi kecelakaan tersebut
Edward telah menutup semua akses masa lalu Kimmy, termasuk akses kepada ibu dan adiknya Natan.
Edward tetap memberikan pengobatan dan fasilitas yang terbaik kepada mereka, namun Edward kembali menutup akses untuk Kimmy bisa berkomukasi dengan keluarga nya.
Segala interior rumah, perabot, semua pakaian kimmy bahkan sampai ke semua pakaian dalam Kimmy yang berada di lemari digantikan dengan yang baru.
"Tuan jam berapa anda akan ke Rumah Sakit menjemput nona muda? "
Terdengar Doni membuka sebuah percakapan kepada Edward, ketika Edward sedang menghabiskan sisa - sisa sarapan pagi nya itu.
" Sebentar lagi kita berangkat Don, May apakah kau sudah sangat memastikan bahwa kau sudah membuang semua barang - barang istriku di masa lalu? "
"Sudah tuan Edward, saya juga sudah meletakkan semua foto-foto pernikahan tuan dan nona di dalam kamar, serta mengganti semua pakaian tidur nona Kimmy"
"Baguslah,Don apakah kau sudah memastikan bahwa tidak akan ada orang dari masa lalu istriku yang akan mencoba menemui dirinya? "
"Tuan sejauh ini semuanya aman, hanya apakah perlu kita menutup juga akses nona muda dengan keluarganya"
Doni menekankan hal tersebut kembali kepada Edward, karena sejujurnya Doni sangat tidak setuju untuk membuat hubungan anak dan ibunya berpisah.
"Untuk sementara seperti itu Doni, Kimmy hanya akan mengenal keluarga ku saja, nanti suatu saat jika ingatan nya sudah kembali pulih maka dia akan mengingat keluarga nya kembali, sekarang kau harus pastikan bahwa keluarga istriku mendapatkan pelayanan yang sangat terbaik di Negara tersebut"
"Baik tuan"
"Baiklah ayo kita berangkat ke Rumah Sakit"
Sepanjang perjalanan Edward mendiskusikan masalah pekerjaan dengan Doni, kantor yang sudah ditinggalkan nya beberapa waktu membuat Edward harus tetap mendengarkan laporan kantor, meskipun sang Ayah sudah bersedia membantu Edward, namun posisi Edward sebagai Presdir membuat dia harus tetap mengawasi semua bisnis keluarga besar Chandradinata yang bergerak di banyak bidang
Edward yang egois menutup semua akses pribadi Kimmy, termasuk hubungan Kimmy dengan keluarga nya, bagi Edward saat ini dia tidak sedang ingin memikirkan perasaan siapapun kecuali perasaannya sendiri, Edward berpikir dengan menutup masa lalu Kimmy semua akan aman.
Sementara di Rumah Sakit, Kimmy sudah terbangun dari mimpi indah nya, hatinya begitu gembira karena hari ini dokter sudah mengizinkan dirinya untuk kembali ke rumah.
"Hari ini aku keluar dari ruangan ini, hari ini aku akan kembali menjalani hari-hariku yang baru, aku akan pulang dengan suami yang aku cintai dan aku akan kembali merajut kisah-kisah yang indah bersama dengan dirinya aaahhh senangnya hatiku"
Kimmy tersenyum di depan meja rias, Kimmy sedang memoles wajahnya dengan Make up untuk menunggu kedatangan Edward
Sementara mobil Edward yang sudah sampai di halaman depan Rumah Sakit dikejutkan oleh ratusan wartawan yang hadir di sana.
Berita kecelakaan nyonya Edward Chandradinata menjadi topik di semua media, Edward memperbolehkan wartawan untuk tetap memberitakan hal tersebut, namun Edward melarang semua media untuk tidak mendekati, atau bahkan mengupas kehidupan Kimmy, jika hal itu sampai terjadi maka sudah sangat dipastikan wartawan tersebut akan mengalami nasib buruk.
"Tidak usah Don, aku akan turun sekarang dan menghadapi mereka semua, kau hanya perlu siapkan para pengawal Ketika aku sudah membawa istriku keluar"
Dan setelah Edward berbicara seperti itu, Edward keluar dari dalam mobil membawa rangkaian bunga mawar merah dan dengan langkah yang santai Edward masuk ke dalam lobby Rumah Sakit.
Sebelum Edward mencapai lobby para wartawan langsung mehampiri dirinya.
"Tuan Edward bagaimana keadaan nona Kimmy?, tuan Edward apakah betul nona Kimmy hilang ingatan? tuan Edward bagaimana kronologis kecelakaan itu terjadi?"
Para wartawan berusaha untuk mengkorek keterangan dari Edward, namun Edward hanya tersenyum kepada Mereka tanpa memberikan keterangan apapun, tidak ada wartawan yang berani menyentuh Edward meskipun hanya menyentuh lengan bajunya, mereka terlalu takut dengan tuan muda yang arogan seperti Edward.
Dengan perlahan Edward masuk ke dalam ruangan Kimmy, Edward melihat Kimmy sedang merias dirinya di depan cermin
Kimmy yang sadar akan kehadiran Edward segera membalikan badan dan tersenyum ke arah Edward
Edward maju ke arah Kimmy memberikan ciuman di kening Kimmy sambil menyerahkan bunga mawar merah kepada Kimmy.
"Selamat pagi sayang, apakah kau sudah siap untuk kembali ke rumah? "
Edward menciumi puncak kepala Kimmy berkali-kali dengan penuh kasih sayang, Kimmy merasa sangat bahagia pagi itu dia dihujani banyak kasih sayang dari laki-laki tampan yang saat ini berada di depan matanya.
Kimmy memandang Edward, dan seketika wajahnya memerah, Kimmy kembali mengingat kejadian malam hari tadi,dan Edward yang menyadari kondisi tersebut kembali mencium puncak kepala Kimmy.
"Kenapa wajahmu merah seperti itu sayang, kau mau aku melakukan nya lagi pada malam hari ini di rumah kita?"
Wajah Kimmy bertambah merah ketika Edward melontarkan pernyataan tersebut.
Edward memandang wajah Kimmy, ingin saat ini dirinya ******* habis bibir istrinya yang sangat sensual tersebut, namun kembali Edward harus menahannya
"Ennn anu eh apakah kita sudah bisa pulang sekarang? "
Kimmy yang sedari tadi salah tingkah di pandang oleh Edward segera kembali membuka pembicaraan nya kembali.
Sedangkan Edward yang sedari tadi melihat tingkat Kimmy yang malu-malu hanya tersenyum, Edward begitu menyukai sosok Kimmy yang saat ini dia jumpai.
Kimmy yang begitu polos, dan malu-malu serta sepenuhnya bergantung pada dirinya membuat Edward menginginkan untuk Kimmy terus mengalami hilang ingatan dan jika perlu selamanya Kimmy akan seperti ini.
"Kau mau pulang sekarang?, kau sudah rindu dengan sentuhan ku lagi untuk nanti malam? Hahahaha"
Edward tersenyum penuh kemenangan dengan wajah Kimmy yang kembali memerah.
"Baiklah nona, sekarang pejamkan ke dua matamu? "
" Hah untuk apa"
"Karena aku akan menggendong mu keluar dari ruangan ini"