
Cassandra segera memeluk Michelle dan mulai menceritakan dongeng kesukaan Michelle.
Di tengah kegundahan dan kehancuran hatinya,Cassandra mencoba untuk tetap tenang dihadapan Michelle.
Saat ini Cassandra hanya ingin memikirkan putri kecil nya saja, saat ini Cassandra sedang mencoba berjuang sekuat tenaga untuk putri kecilnya tersebut.
Tak berapa lama setelah Cassandra memeluk Michelle dan membacakan dongeng kesukaan nya, gadis kecil tersebut pada akhirnya mulai terlelap dalam tidur nya di atas tempat tidur tersebut.
Cassandra yang mulai menyadari bahwa putri kecilnya sudah mulai terlelap segera saja bangkit dari sisi Michelle, Cassandra mulai kembali terduduk di kursi samping tempat tidur anak nya tersebut.
Air mata nya mulai mengalir dan semakin deras ketika Cassandra melihat selang infus dengan jarum masuk ke dalam tubuh putri kecilnya itu.
"Tuhan seandainya aku boleh meminta dan seandainya aku masih layak untuk bercerita pada Mu, aku hanya ingin mengatakan satu permohonan aku ingin putri kecilku bisa sembuh dan pada nantinya bisa hidup dan bisa mengejar setiap mimpi-mimpinya"
"Tuhan jika aku masih boleh meminta kepada Mu, sertai putri kecilku dan jaga dia di dalam namaMu, mungkin selama ini aku banyak mendukakan hati Engkau Tuhan, namun di sini, saat ini aku hanya bisa mengucapkan kata maaf pada Mu, aku banyak sekali berbuat kesalahan, aku belum bisa menjadi orang tua yang baik untuk Michelle aku, aku, aku hiks hiks, hiks, hiks, hiks, hiks, hiks, hiks, hiks"
Di dalam ruangan tersebut Cassandra berlutut berdoa menceritakan segala kesedihan dan kehancuran nya di hadapan Tuhan di saat itulah Cassandra seperti diingatkan akan setiap kesalahan-kesalahan yang sudah di perbuat oleh dirinya dan di saat ini lah Cassandra menangis dengan hebatnya, tangisan yang sangat menyayat hati, tangisan penyesalan di dalam setiap doa nya yang di panjatkan di dalam sebuah ruangan di Rumah Sakit.
Sementara Cassandra sedang menangis dengan begitu hebat, di luar ruangan nampak wanita sedang begitu memperhatikan apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Cassandra.
Mata wanita tersebut memperhatikan dari gadis kecil berganti kepada Cassandra dan mata wanita itu terus melakukan hal tersebut dalam waktu yang cukup lama dan terus berdiri di luar ruangan dan hanya melihat mereka dari luar tanpa masuk ke dalam ruangan.
"Dokter Kim, sedang apa Dokter ada disini? "
Mata Kimmy sejenak berhenti mengawasi ke kedua orang yang masih berada di dalam ruangan tersebut karena ada satu suara yang menyapa dirinya.
"Ah Dokter Carla, aku hanya sedang memperhatikan mereka saja, nampaknya ibu dari gadis kecil tersebut begitu terpukul dengan apa yang di derita oleh anak nya, aku hanya prihatin dengan mereka Dokter Carla"
"Betul Dokter Kim,nona Michelle terkena penyakit yang cukup serius di usia nya yang masih tergolong sangat belia dan nona Michelle hanya memiliki seorang Ibu saja"
"Maksud Dokter Carla?, nona Michelle tidak memiliki Ayah? "
" Betul Dokter Kim dari data diri nya hanya tercantum nama Ibu nya saja yang bertanggung jawab atas semua biaya - biaya di Rumah Sakit ini"
"Ah seperti itu, baiklah Dokter Carla saya seperti nya harus segera permisi pulang, karena jam praktek saya sudah habis"
Setelah berkata demikian dan ada sedikit pembicaraan ringan dengan Dokter Carla, Kimmy pamit untuk undur diri dari hadapan Dokter Carla.
Kimmy datang menghampiri Maya dikantin Rumah sakit dan tanpa banyak berkata-kata, Kimmy segera masuk ke dalam mobil yang mengantarkan nya pulang ke rumah putih.
Di dalam perjalanan pikiran dan perasaan Kimmy bermain - main menjadi satu atas semua yang sudah di lihatnya pada hari ini.
Kimmy tentunya sangat mengetahui siapa wanita yang berada di dalam ruangan bersama dengan gadis kecil tersebut.
Nona Cassandra, jadi putri kecil itu adalah anakmu, itu sebabnya aku merasa sangat tidak asing dengan gadis kecil tersebut, apakah dia juga anak dari suami ku? ah Tuhan pikiran apa ini, kenapa aku terlalu jauh dalam berpikir? tapi jika mereka dulu nya pernah memiliki masa lalu maka semua hal itu bisa saja terjadi.
Apa yang harus aku lakukan? apakah aku harus menceritakan semua yang aku lihat tadi kepada Edward?
Di dalam mobil sepanjang perjalanan ke rumah putih Kimmy bermain - main dengan hati dan pikiran nya yang kini mulai menjadi satu di dalam setiap ingatan nya.
Sesampainya di rumah putih Kimmy menyapa semua anggota keluarga nya dan setelah itu Kimmy masuk ke dalam kamar dan meminta para pelayan mengantarkan makan malam nya ke kamar.
Di dalam kamar Kimmy terus menimbang apakah akan mengatakan kebenaran yang sudah dilihat nya hari ini.
Edward yang sudah meminta izin pulang terlambat kepada Kimmy karena ada urusan pekerjaan membuat Kimmy lebih leluasa untuk berpikir.
Dan tanpa disadari ketika Kimmy mulai tenggelam di dalam setiap pikiran nya, Kimmy tidak menyadari jika Edward sudah sejak tadi masuk ke kamar mereka.
"Sayang mengapa engkau tidak menyapa suami mu yang baru pulang?apa yang sedang mengganggu pikiran mu?"
Edward memeluk tubuh istrinya dari belakang ketika Kimmy sedang duduk di kursi di samping tempat tidur mereka.
Kimmy membalikan badan dan tersenyum menatap Edward.
"Edward kau sudah pulang, segera mandi dan aku akan menyiapkan makan malam untuk mu"
Kimmy mencoba untuk tetap tenang dan tetap melayani semua kebutuhan suaminya.
Selesai Edward mandi Kimmy menyiapkan makan malam untuk Edward dan memulai sebuah pembicaraan santai untuk suami nya tersebut.
Selesai Edward makan, Edward melihat ada yang mengganggu pikiran istrinya tersebut dan karena sudah paham apa yang harus dilakukan Edward segera mendekat kepada Kimmy yang kini mulai melangkah ke balkon kamar mereka.
"Sayang apa yang sebenarnya menganggu pikiran mu, aku melihat engkau begitu gelisah? "
Kimmy yang sedang menatap langit nya malam membalikan kembali badannya ke arah Edward.
" Apakah aku begitu terlihat gelisah di hadapan mu? sehingga kau bisa segera cepat mengetahui nya? "
Edward yang kembali memeluk tubuh istrinya dari belakang mengerti bahwa istrinya benar - benar sedang gelisah.
" Sayang kau harus ingat, aku ini adalah suami mu, aku adalah separuh dari jiwamu dan kita yang sudah menjadi satu jika salah satunya ada yang terluka maka jiwa yang satu lagi juga akan terasa, begitupun ketika aku melihat mu sekarang meskipun kau belum menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan mu, namun aku dapat merasakan hatimu"
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.