
Dan pada akhirnya Joseph masuk ke dalam pesawat penumpang biasa untuk menuju ke Negara W.
Sementara itu di kediaman rumah utama nampak tuan Adrian dan nyonya Tiara sedang berada di dalam satu tempat tidur yang sama.
"Adrian bagaimana perkembangan pembuatan penawar racun teratai putih? "
" Tiara, semua masih berjalan lancar karena racun tersebut masih pada tahap awal "
" Maksudmu, kemungkinan akan banyak penghalang pada penelitian ini? "
" Aku berharap tidak terjadi, namun kita tidak akan pernah tau kejadian kedepannya seperti apa"
"Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? "
" Tiara, beberapa dari mereka adalah orang - orang di masa lalu dari Edward dan Kimmy yang pernah singgah di dalam kehidupan mereka, dan aku berharap mereka tetap bisa profesional di dalam pekerjaan mereka "
" Ya, aku mengerti, lalu mengapa kau tetap menghadirkan mereka? "
" Karena secara karakter dan otak mereka adalah orang - orang pintar yang memang harus ada di dalam tim ini, aku butuh orang - orang yang seperti itu karena akhir-akhir ini banyak pengkhianatan yang terjadi di dalam keluarga Chandradinata "
" Aku mengerti Adrian sudahlah kau tenang saja konflik di dalam tim mungkin akan terjadi namun aku yakin mereka pasti bisa menyelesaikan semuanya itu dengan baik"
"Semoga, sayang ayo kita tidur hari ini sangat membuat ku lelah "
Dan pada akhirnya tuan Adrian dan nyonya Tiara beristirahat.
Sementara itu di kamar yang lainnya Kimmy dan juga Edward sedang bermesraan di atas tempat tidur mereka.
" Edward, boleh aku mengatakan sesuatu? "
" Katakanlah"
"Esok hari bolehkah aku bertemu dengan Michelle di Rumah Sakit dan juga bertemu dengan Fanny, Dean dan juga Liyana? aku mendapatkan kabar dari Fanny bahwa dalam misi ini mereka ikut terlibat "
Edward terdiam dengan permintaan dari istri nya tersebut, Edward sebenarnya sudah mengetahui jika di dalam tim nanti ada kehadiran dari mereka, namun Edward dengan sengaja belum memberitahukan hal ini kepada Kimmy karena Edward masih ragu untuk kembali bertemu beberapa orang yang pernah ada di dalam masa lalu mereka berdua.
"Edward apa kau dengar aku sedang berbicara? "
" Ya aku mendengarkan semua perkataan mu"
"Lalu mengapa kau diam? "
" Sayang boleh aku berkata jujur kepadamu? "
" Aku takut "
" Takut? mengapa harus takut? "
" Aku takut bertemu kembali dengan orang - orang yang pernah berada di dalam masa lalu kita "
Kimmy kini memandang wajah suaminya itu dengan tersenyum.
" Kau takut bertemu dengan Liyana dan juga Dean begitu yang kau maksud? "
" Mungkin seperti itu"
"Edward, kemarilah dan peluk lah aku"
Kimmy meminta untuk Edward lebih mendekat lagi ke arah nya.
"Setiap kita pasti pernah memiliki masa lalu, dalam kasus ini kita tidak kembali ke masa lalu tersebut, namun esok hari kita hanya bertemu dengan orang - orang yang berada di dalam masa lalu tersebut "
" Bukan karena masa lalu itu tidak selesai, namun karena itu hanya sebuah masa lalu yang tidak akan pernah terulang lagi, jangan kita menyalahkan orang-orang tersebut, namun kita cukup menutup cerita dari masa lalu dan jika kita akan kembali, membuka itu hanya untuk mengenang bukan untuk kembali dijalani "
Ucapan Kimmy kembali membuat teduh hati Edward sehingga pada akhirnya Edward kembali memeluk istrinya tersebut lebih dalam dari arah belakang.
" Jadi apakah kau masih takut? "
"Nah jadi apa kau besok bisa menemani aku? "
" Tentu saja sayang "
" Baiklah jika begitu ayo kita tidur "
Kimmy mencium kening Edward dengan mesra dan pada akhirnya malam ini mereka semua istirahat dalam keheningan malam yang membuat mereka semakin terlelap.
Keesokan harinya Edward dan Kimmy setelah selesai sarapan langsung pamit kepada anggota keluarga untuk berangkat terlebih dahulu karena mereka akan mengunjungi Michelle di Rumah Sakit.
Di dalam perjalanan Kimmy memilih untuk kembali tidur dengan Edward memeluk istrinya tersebut, dan tak beberapa lama pada akhirnya mobil mereka masuk ke halaman Rumah Sakit Negara W.
"Sayang bangun, kita sudah sampai"
"Ah ya kita sudah sampai, Edward ayo kita turun"
Kimmy dan Edward turun dari dalam mobil menuju ke ruang praktek Fanny.
Sepanjang jalan Kimmy menggenggam erat lengan Edward, Kimmy seakan - akan kembali diingatkan betapa banyak peristiwa yang sudah di alami nya sehingga dia harus beberapa kali masuk ke dalam Rumah Sakit ini entah dalam keadaan sakit atau dalam keadaan apapun.
"Sayang kenapa diam? "
" Edward, aku sedang mengenang masa lalu di Rumah Sakit ini"
Edward yang seakan - akan mengerti maksud dari istri kini hanya mencium puncak kepala Kimmy berkali-kali, karena saat ini Edward merasakan perasaan yang sama seperti yang Kimmy rasakan saat ini.
Tak beberapa lama pada akhirnya mereka sampai di ruang praktek Fanny dan begitu Fanny melihat Kimmy datang dari kaca, Fanny dengan penuh kebahagiaan langsung membuka pintu tersebut dan berteriak.
"Kimmy aku begitu merindukan mu, ayo masuk kemarilah"
Kimmy dan Edward masuk ke dalam ruang praktek tersebut, ruang praktek Fanny memang sangat luas, Fanny sengaja meminta ruangan ini untuk membuat dia bisa mengadakan rapat secara internal jika memang dibutuhkan.
"Fanny aku begitu rindu dengan mu"
Kimmy dan Fanny begitu bahagia dapat bertemu dan berbincang pagi ini sedangkan Edward hanya tersenyum melihat semua kelakuan istri nya tersebut.
"Dimana yang lainnya Fan? "
" Ah, Dean dan Liyana sedang mengurus kepindahan nona Clarissa ke ruang rawat biasa, karena racun di dalam tubuhnya tidak membuat menular, dan sebentar lagi mereka datang "
" Ah syukurlah jika memang pada akhirnya seperti itu"
Dan tak beberapa lama pintu ruangan kembali di buka dan kini terlihat Liyana dan Dean masuk ke dalam ruang praktek Fanny.
"Dean, Liyana, aku merindukan kalian"
Kimmy segera beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri mereka berdua.
"Nona Kim, Liyana rindu sekali dengan nona"
" hai Kim sudah lama kita tidak bertemu "
Dean menjabat tangan Kimmy dan tersenyum kepadanya.
" Hari ini aku datang bersama dengan Edward, sayang kemarilah"
Kimmy memanggil Edward untuk berdiri di samping nya dan kini baik Liyana ataupun Dean sejenak terdiam melihat satu laki-laki yang dulu terkenal kejam dan angkuh kini berdiri kembali dihadapan mereka.
"Halo tuan Dean, halo nona Liyana "
Terjadi keheningan saat Edward menyapa mereka berdua, dan Kimmy yang mengetahui akan hal ini segera menolong suami nya tersebut agar tidak mengalami intimidasi.
" Kemarilah, kita sudah lama tidak bertemu, jadi mari kita gunakan waktu yang sempit ini secara baik "
Pada akhirnya Kimmy menarik tangan Edward untuk ikut bergabung dengan dirinya dan juga yang lainnya di ruangan tersebut.