I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
BABYMOON KE PARIS 2



Edward mencium bibir Kimmy dan pada hari ini terjadi sebuah ciuman yang sangat menggelora antar Edward dan Kimmy. Mereka yang kini sama - sama terus untuk saling menguatkan dalam apapun keadaan yang saat ini mereka sedang jalani, hati yang sudah menjadi satu akan tetap bersama dan tak akan lekang oleh waktu.


"Sayang, apakah kita bisa mempercepat kepergian ke Paris? "


Kimmy tiba-tiba mengeluarkan suara setelah mereka selesai berciuman.


" Hmm itu bisa aku lakukan, tidak ada yang tidak mungkin untuk seorang Edward Chandradinata, memangnya kau mau kapan? "


" Besok pagi"


Edward setengah terkejut memandang keinginan istrinya itu, baru kali ini Kimmy menuntut Edward untuk melakukan sesuatu hal.


"Kau serius? apa kau tidak lelah jika besok harus berangkat ke Paris?"


"Tidak, aku tidak lelah, Jika malam ini pun kita bisa berangkat kesana aku juga mau"


"Hahahaha, aku setuju besok, tapi jika malam ini aku yang menolak permintaan mu, aku melakukan itu karena aku khawatir akan kondisi mu, dan kuharap engkau mengerti mengapa aku seperti itu terhadap mu"


Edward kembali memeluk Kimmy dan menarik Kimmy untuk lebih lagi masuk kedalam pelukannya.


"Iya aku mengerti, berarti besok pagi kita berangkat, harus pagi - pagi ya sewaktu bangun tidur kita akan langsung pergi"


Edward kembali menggeleng - gelengkan kepalanya, karena kini banyak tingkah Kimmy yang cukup membuat Edward kaget, namun karena sebelumnya beberapa kali pernah terjadi membuat Edward kini bisa memahami bagaimana kondisi wanita yang sedang hamil.


"Kau tidak mau mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu? "


" Tidak, jadi aku ingin begitu bangun tidur kau yang menggendong ku sampai ke tempat pesawat jet, dan setelah sampai di dalam pesawat aku akan kembali menikmati istirahat ku hingga aku bisa melihat Paris jadi saat aku kembali terbangun nanti aku sudah berada di Paris"


"Ya, ya baiklah menggendong mu sampai ke pesawat kita itu bukan suatu hal cukup sulit untuk ku, baiklah nyonya Edward permintaan anda diterima "


" Satu lagi"


"Apa lagi sayang "


" Aku minta Doni dan Maya juga ikut bersama dengan kita ke Paris"


"Mereka harus ikut? "


" Iya mereka juga sepasang suami istri, Doni juga orang yang begitu setia terhadap mu, Maya juga selama ini melayani ku dengan sangat baik, aku mau orang - orang seperti mereka juga ikut merasakan kebahagiaan yang saat ini kita rasakan, karena disaat kita sedang menghadapi masalah mereka inilah yang dengan senang hati mengulurkan kedua tangannya untuk kita, apakah kau bisa mengabulkan permintaan ku ini? "


Edward tersenyum kepada Kimmy, sebagai seorang suami tentunya Edward sudah tau bagaimana karekteristik istrinya ini dan itulah yang membuat Edward begitu mencintai Kimmy.


" Baiklah nyonya Edward permintaan ini juga akan aku penuhi, ada permintaan lagi? "


Kimmy yang semakin masuk ke dalam pelukan Edward dan kini sudah sangat nyaman berada di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Baiklah karena tidak ada permintaan dari istri yang aku cintai, sekarang giliran aku yang meminta kepada mu"


Kimmy langsung mengendurkan pelukannya dan kini matanya menatap ke arah Edward.


"Hmmm jadi semua permintaan ku tadi tidak bisa gratis? "


" Ya, hahaha bercanda sayang jangan kau masukan hati perkataan ku tadi ya"


"Hmmm apa yang kau minta tuan Edward? "


" Sungguh aku boleh meminta sesuatu kepadamu? "


" Iya kau boleh meminta sesuatu, asalkan aku bisa memenuhi nya saja"


"Baiklah kalau begitu, tuan Edward hanya minta untuk diberikan kehangatan dari tubuh dari nyonya Edward Chandradinata selama berada di Paris nanti"


Edward tersenyum nakal kepada Kimmy sedangkan Kimmy hanya mengernyitkan dahinya saja.


"Isss, kenapa itu permintaan mu tuan Edward, apakah tidak ada permintaan yang lainnya? "


" Tidak sayang, kau adalah candu bagi diriku, dan aku ingin lebih dalam masuk ke dalam candu tersebut ketika berada di kota yang penuh dengan cinta itu"


Kimmy tersenyum mendengarkan ungkapan dari Edward, didalam hati Kimmy merasa bahagia karena Edward begitu menyayangi dirinya.


"Baiklah tuan Edward permintaan mu aku kabulkan, namun ada syarat nya"


"Ya aku tau, jangan sampai aku melukai dia"


Edward membelai perut Kimmy dan kini mulai menciumi nya.


"Itu betul, aku akan sangat marah jika dia di dalam kesakitan karena ulah dari Ayahnya"


"Tidak akan terjadi sayang, hei dengarkan aku anak ku Ayah mu ini tidak akan pernah membiarkan engkau terluka sedikit pun"


Edward yang masih mencium perut Kimmy kini beralih mencium kening istrinya.


"Baiklah, ayo tidur sayang simpan energi mu untuk ku ketika kita ada di Paris nanti, aku tidak mau istri ku ini sudah lelah terlebih dahulu"


"Selamat tidur Edward, aku ingin aku tidur dipeluk oleh mu, karena jika kau melepaskan pelukan mu ini aku kembali terjaga dan tidak akan bisa tertidur lagi"


"Ya aku tidak akan melepaskan nya sayang, selamat tidur, esok aku akan menggendong mu ke dalam pesawat kita untuk menuju ke Paris"


Dan tak beberapa lama, setelah itu Kimmy mulai terlelap,satu tangan Edward erat memeluk Kimmy, dan satu tangannya lagi mengambil ponsel dan menghubungi Doni untuk mempersiapkan segala keperluan untuk keberangkatan nya ke Paris yang tiba-tiba harus berubah tanggal dan waktunya Edward juga menghubungi Maya guna Maya mempersiapkan kebutuhan Kimmy sehingga ketika esok hari Edward hanya tinggal menggendong istrinya tersebut saja.


Malam yang indah kembali bersama menghampiri mereka dan mereka terlelap di dalam indahnya malam itu.


Sementara itu di dalam sebuah tempat yang lainnya nampak satu orang wanita muda dengan beberapa orang pria sedang membicarakan sesuatu hal yang cukup penting.


"Jadi menurut informasi yang kau terima Edward dan istri nya akan melakukan Babymoon ke Paris?"


"Betul nona, mereka akan segera berangkat"


"Bagus, segera persiapkan rencana kita agar lebih matang"


"Nona akan menyerang mereka ketika mereka ada di Paris nanti? "


" Seperti nya begitu, namun ini bukan rencana yang sesungguhnya, dengarkan aku kau harus baca semua petunjuk yang aku berikan kepada mu lewat kertas ini, di dalam kertas ini kau tau apa saja yang harus kau kerjakan, segera lakukan perintahku"


"Baik nona"


Laki - laki tersebut pada akhirnya undur diri dari seorang nona yang memerintahkan dirinya untuk membaca setiap petunjuk yang sudah diberikan untuk semua rencana yang akan dijalankan, dengan penuh kebencian wanita tersebut mengutuk nama seorang Edward Chandradinata melalui satu foto kecil yang wanita tersebut miliki.


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.