
"Nona Kim kondisi kandungan anda saat ini sangat sehat dan kuat, saya berharap hal tersebut akan terus berlangsung sampai masa persalinan nanti"
"Tuan Edward jagalah nona Kimmy dengan baik"
"Tentu saja Dokter Lee, aku akan menjadi suami yang siap siaga untuk istri dan janin yang berada di rahim istriku"
"Baiklah nona dan tuan, kalian harus tetap kuat dan tetap saling menyayangi, cinta kasih dari Ayah dan Ibu yang utuh bisa dirasakan oleh seorang anak semenjai dia sudah berada di dalam kandungan"
Edward menggenggam tangan Kimmy kuat-kuat, dalam hati nya Edward berjanji tidak akan pernah untuk melukai perasaan Kimmy lagi.
Sedangkan Kimmy yang merasakan tangan nya di genggam erat oleh Edward dalam hati juga berjanji akan menjadi seorang istri dan Ibu yang kuat untuk keutuhan keluarga kecilnya.
Setelah pemeriksaan selesai Kimmy dan Edward kembali pulang ke rumah putih, hari ini Edward tidak lagi kembali ke kantor dan memilih untuk menemani istrinya tersebut.
Di dalam perjalanan pulang Edward menarik Kimmy ke dalam pelukannya dan terus menerus mencium puncak kepala Kimmy.
"Hei hentikanlah aku bukan anak kecil yang harus terus kau peluk seperti ini Edward"
Kimmy mencoba menepis pelukan dari Edward, entah mengapa pikiran nya masih tertuju pada Michelle kecil yang di jumpai nya di Rumah Sakit tadi.
"Kau istriku dan bukan menjadi sebuah kesalahan jika aku ingin memakan mu sekarang"
Seketika itu juga Edward menurunkan tirai pembatas yang berada di dalam mobil dan mulai mendaratkan ciuman mesra nya ke bibir Kimmy, cukup lama Edward menjelajah bibir istrinya tersebut sampai pada akhirnya setelah puas mencium bibir tersebut Edward kembali menarik tubuhnya dari hadapan Kimmy.
"Edward kau gila, kenapa menyerang ku di dalam mobil,apakah kau tidak bisa menunggu sampai kita tiba di rumah? "
" Tidak, bahkan jika kau mengizinkan aku bisa melahap setiap bagian tubuh mu saat ini juga dan di dalam mobil ini"
Edward tersenyum penuh kemenangan dan Kimmy yang mengetahui jika Edward dapat berbuat nekat hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sabar lah, aku tidak akan pergi kemana-mana"
Edward kembali menarik tubuh Kimmy, hingga Kimmy jatuh ke dalam pelukan Edward.
"Aku tau kau adalah istri yang setia, aku tau kau tidak akan pernah meninggalkan ku, aku yang takut kehilangan dirimu, aku yang takut jika suatu saat kembali membuat mu terluka lagi,kau adalah istri yang sempurna, kau terlalu sempurna untuk ku sayang"
"Edward jangan mencintai aku melebihi cinta mu kepada Tuhan, karena semakin engkau seperti ini, maka semakin engkau akan kehilangan diriku"
"Baiklah, baiklah aku mengerti Tuhan baik memberikan aku istri seperti dirimu sayang"
"Edward bolehkah aku meminta sesuatu hal kepadamu? "
" Katakanlah"
"Bolehkah aku kembali praktek di Rumah Sakit? "
" Kau tau sendiri profesi ku adalah seorang Dokter dan aku sangat mencintai pekerjaan ku ini, menolong orang lain dan melihat mereka satu per satu sembuh merupakan suatu kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat di beli berapapun harganya"
Edward terdiam dengan setiap ucapan dari istrinya tersebut, di dalam hati nya yang paling terdalam sebenarnya dia tidak menyetujui jika Kimmy kembali bekerja dalam keadaan nya sedang mengandung, namun kini Edward sadar dan Edward tidak boleh egois Dokter adalah salah satu mimpi dari Kimmy, dan sebagai suami dan orang yang sangat mencintai Kimmy Edward tidak ingin menghalangi pekerjaan yang dicintai istrinya tersebut.
"Hmmm, jika aku mengizinkan dirimu kembali bekerja, hadiah apa yang akan kau berikan kepadaku? "
" Hadiah? "
" Ya hadiah, aku menginginkan hadiah dari seorang nyonya Edward Chandradinata jika aku mengizinkan nyonya Edward kembali bekerja sebagai seorang Dokter "
" Hmmm, baiklah hadiahnya adalah diriku"
Kimmy mengatakan hal tersebut dengan menatap Edward dan dengan wajah yang bersemu merah.
Edward yang sangat gembira dengan hadiah yang akan diterima nya segera akan melancarkan serangan nya.
Kimmy menepis setiap gerakan tangan Edward dan mencoba agak menjauh dari tubuh Edward.
"Baiklah nyonya Edward, suami akan patuh pada nyonya Edward "
Sekali lagi Edward tersenyum dengan penuh kemenangan atas apa yang akan di terima nya ketika Edward sudah sampai di rumah putih.
" Namun aku akan tetap menempatkan banyak pengawal dan meminta Maya selalu menemani mu kemanapun kau pergi, peraturan yang ini tidak dapat di tolak atau aku tetap tidak akan mengizinkan mu untuk pergi ke Rumah Sakit lagi"
"Baiklah aku terima setiap peraturan dari mu tuan Edward "
Kimmy maju mendekat ke arah tubuh Edward dan mencium kening suami nya itu.
" Sisa nya kita lanjutkan di rumah"
Edward mengusap kepala Kimmy dan tersenyum ke arah nya.
"Sayang aku akan memberikan kejutan untuk mu setelah kau sampai di rumah nanti"
"Kejutan? apa lagi yang akan kau berikan kepadaku Edward? "
" Kau akan melihat kejutan tersebut ketika sudah berada di dalam rumah"
Edward kembali mengusap kepala Kimmy dan tersenyum penuh arti kepadanya.
Begitulah romansa suami istri yang penuh dengan cinta, sepanjang perjalanan mereka hanya tersenyum dan tertawa penuh dengan kebahagiaan yang sudah mereka ciptakan.
Lain hal nya dengan Cassandra Winata selesai Cassandra mengantar Michelle kembali ke rumah, Cassandra segera bergegas menuju ke Winata Corp untuk menghadiri beberapa pertemuan penting.
Cassandra adalah wanita yang gila akan pekerjaan, di dalam dunia bisnis Cassandra Winata di akui sebagai wanita berdarah dingin dalam menjalankan perusahaan dan sebagai seorang CEO dari Winata Corp.
Sesampainya Cassandra di dalam ruangan nya, Cassandra kembali memandangi hasil pemeriksaan Michelle putri kecilnya tersebut.
"Sayang ku Michelle, kamu harus sembuh hiks, hiks, hiks, hiks"
Tanpa di sadari air mata Cassandra kembali mengalir ketika dia mengingat setiap vonis Dokter tentang putri kecilnya tersebut.
Tok, tok, tok
Terdengar Jean mengetuk pintu dan begitu membuka pintu tersebut dia kembali mendapati Cassandra seorang diri dan dalam keadaan menangis.
"Nona, apa yang sedang terjadi? "
Cassandra memberikan hasil pemeriksaan Michelle kepada Jean.
"Jean hiks, hiks, hiks, hasil dari pemeriksaan Michelle positif terkena Leukimia hiks, hiks"
Cassandra kembali menangis ketika Cassandra mulai menceritakan kepada Jean tentang semua pemeriksaan Michelle.
Hati Jean sangat bergemuruh ketika dia mendengarkan semua cerita dari Cassandra,Jean begitu marah di dalam hati nya ketika melihat Cassandra terus menceritakan segala sesuatunya dengan air mata yang terus mengalir.
"Jean apakah Michelle bisa bertahan? apakah Michelle kecil ku bisa tetap hidup? andai aku bisa meminta kepada Tuhan biarkan aku saja yang terkena ini, dan jangan Michelle yang mengalami nya hiks, hiks, hiks"
Cassandra terus menangis di hadapan Jean, mungkin di depan banyak orang Cassandra terkenal akan wanita si penggila kerja, di depan banyak orang mungkin Cassandra terkenal dengan wanita yang banyak menggeluti dunia bisnis.
Namun hanya di hadapan Jean, Cassandra bisa menunjukkan betapa rapuh nya dia saat ini.
Jean memeluk Cassandra yang sedang menangis dengan senyum yang penuh mengerikan Jean sedang berusaha mencoba untuk merencanakan hal yang jahat terhadap Kimmy Valerie.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.