
Sambil berkata demikian Kimmy keluar dari dalam mobil, dari dalam kaca mobil Edward melihat Kimmy berjalan semakin jauh dan pada akhirnya Kimmy sudah tidak nampak di depan nya karena Kimmy sudah masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu tersebut.
"Pengawal tempat kan beberapa pengawal bayangan untuk mengawasi semua kegiatan istriku, lindungi dirinya kemanapun dia pergi dan laporan setiap saat keberadaan nya, didalam rumah tersebut sudah kupasang CCTV terbaru yang sudah terhubung ke ponselku, aku juga akan terus mengawasi nya secara pribadi"
"Baik tuan Edward kami akan segera melaksanakan perintah"
Satu orang pengawal di dalam mobil segera menghubungi tuan Rei, dulu tuan Rei adalah salah pengawal yang saat ajang pencarian menantu berada di dekat Kimmy, kini secara khusus Edward kembali meminta tuan Rei untuk menjadi pengawal bayangan dari istri Presdir Chandradinata Corp tersebut.
Di depan Kimmy memang Edward sudah berjanji tidak akan memberikan pengawasan kepada istrinya saat istrinya kembali ke rumah masa kecil itu, namun Edward tetaplah seorang suami yang ingin melindungi istrinya itu sebabnya Edward memutuskan untuk tetap menempatkan beberapa pengawal bayangan profesional di sekeliling Kimmy dan tentunya tanpa Kimmy menyadari hal tersebut.
Perlahan mobil Edward meninggalkan halaman rumah Kimmy, dari dalam rumah Kimmy menatap kepergian mobil tersebut sambil menangis, sekuat nya seorang wanita, dia akan tetap merasa rapuh saat dirinya mendapati orang yang dia cintai tidur bersama dengan wanita lain.
"Edward aku tau kau saat ini mungkin sedang terpukul akan kepergian ku, namun aku harap keputusan ku meninggalkan rumah namun engkau tetap mengetahui keberadaan ku dimana itu tidak salah hiks hiks, hiks"
Setelah mobil Edward Betul-betul hilang dari halaman rumah nya Kimmy menutup kembali tirai yang menutupi jendela dan segera beristirahat di dalam rumah tersebut, hari ini Kimmy sengaja menutup semua media sosial nya karena dia tau pasti pemberitaan terbaru adalah tentang Edward Chandradinata.
Sementara itu di kediaman nona Cassandra, tuan Lauren datang dengan memberikan tepuk tangan yang meriah dan melakukan pesta kecil bersama Cassandra atas keberhasilan yang telah mereka lakukan.
"Cucu ku tak kusangka kau memilih untuk melakukan rencana B, padahal rencana B ini lebih sulit daripada dengan rencana A, dan tak kusangka kau betul - betul menyerahkan dirimu pada Edward Chandradinata kakek sangat bangga terhadap mu"
"Kek, aku menjadi seperti ini karena kakek yang mengajarkan aku, Kakek yang mendidik ku, Kakek benar jika kita ingin balas dendam jangan lakukan itu dengan setengah - setengah, lakukan hal tersebut dan bermain peran dengan baik maka semua hal yang kita inginkan akan kita dapatkan"
"Kau benar cucuku, sekarang kita tinggal melihat bagaimana kehancuran dari Chandradinata Corp, mungkin mereka bisa menekan setiap pemberitaan media, namun mereka harus ingat penyebaran berita melalui media itu sangat cepat, meskipun saat ini mereka sedang mencoba untuk menekan pemberitaan media, namun berita itu sudah terlanjur tersebar dari mulut ke mulut hahaha, kau memang cerdas cucuku kau melibatkan semua awak media untuk membuat keluarga itu hancur"
"Kek aku hanya ingin membalaskan dendam ke dua orang tua ku yang meninggal gara-gara mereka "
" Betul sekali cucuku,pada saat Winner Corp dibuat hancur oleh Chandradinata Corp mereka menghancurkan perusahaan Ayah mu tanpa tersisa apapun dan karena itulah Ayah mu memutuskan untuk bunuh diri"
Chandradinata Corp sangat terkenal di dunia bisnis karena kejam dalam menjalankan bisnis nya, kini sebentar lagi satu keluarga akan merasakan hal yang sama seperti apa yang pernah orang tua mu dulu rasakan"
Senyum tuan Lauren begitu bahagia melihat pemberitaan media sosial yang begitu ramai dengan hal perselingkuhan Ceo tersebut.
Edward melihat satu meja di dalam kamar yang masih di hias dengan cantik, perlahan Edward duduk di meja tersebut dan Edward melihat beberapa masakan yang sejak tadi malam yang masih tersaji dan belum disentuh oleh siapapun, hati Edward terasa sakit saat Edward melihat semua makanan yang sudah di siapkan itu.
"Sayang maafkan aku, kau pasti menderita sekali tadi malam karena menunggu ku pulang, maafkan aku memang sudah tidak pantas menjadi suami yang baik saat ini"
Edward mulai mengutuki dirinya dan Edward mulai memakan semua makanan di meja tersebut seorang diri, makanan yang mungkin hampir basi, makanan dingin yang sudah tidak dihangatkan lagi, Edward memakan makanan tersebut sambil terus merasakan apa yang dirasakan oleh istri nya tadi malam saat menunggu kedatangan kembali ke rumah namun dia tidak kunjung tiba.
"Tok, tok, tok tuan Edward ini Maya, bolehkah Maya masuk ke dalam kamar"
"Masuklah May"
Mata Maya langsung melihat tuan muda Edward Chandradinata sedang memakan makanan yang hampir basi, Maya merasakan kesedihan yang dialami oleh tuan muda nya itu, namun di satu sisi dia juga merasakan kesedihan dari nona muda nya.
"Tuan sebentar lagi tuan Adrian dan tuan Jaya akan tiba di rumah putih beliau datang untuk membicarakan hal yang serius dengan tuan"
Pikiran Edward sedang tidak menentu pikirannya hanya dipenuhi makanan hampir basi tersebut dan tentang istrinya, Edward hanya bisa diam tanpa ekspresi saat Maya memberitahukan bahwa sebentar lagi akan dilakukan rapat keluarga inti Chandradinata.
"Maaf tuan apakah tuan mendengar apa yang saya katakan tadi? "
Maya mencoba untuk mengulangi setiap kata-kata nya itu namun sepertinya percuma saat ini pikiran Edward sedang tidak pada tempatnya nya, pikirannya melayang-melayang kepada istri yang dia cintai.
" Tuan Edward apakah tuan baik-baik saja? "
" May sesakit ini yang dirasakan istriku tadi malam? dia menunggu ku datang namun yang didapatkan hanyalah kesendirian, dia menyiapkan segala nya hanya untuk ku namun aku hadir dan memberikan kabar duka kepada nya dengan pemberitaan di media bahwa aku tidur dengan wanita lain dan wanita tersebut adalah Cassandra Winata, aku sedang mencoba untuk merasakan nya May dan ternyata rasanya memang sakit"
Edward berkata seperti itu sambil terus menyantap hidangan basi yang ada di depan matanya itu.
Maya hanya bisa memandang sang tuan muda, Maya tidak bisa melakukan hal apapun karena Maya tau betul bahwa saat ini dua - dua nya sedang terluka
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.