I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
PERASAAN JIAN LEE



Richard mengucapkan semua nya itu dengan duduk di dalam ruang kerjanya, siang dan malam Richard mengawasi semua pekerjaan ahli farmasi yang saat ini masih dalam pembuatan penawar racun teratai putih tahap pertama.


Sementara itu kini Jian Lee sudah tiba di Rumah Sakit dan betul dengan apa yang dikatakan bahwa Fanny sudah kembali ke kediaman nya,langsung saja Jian Lee pergi ke kediaman tersebut yang letaknya tak jauh dari Rumah Sakit.


"Selamat malam tuan "


Satu orang wanita membukakan pintu ketika Jian Lee tiba di sana.


" Siapa kau? "


" Nama saya Liyana, saya adalah perawat yang ditugaskan di dalam misi perawatan nona Clarissa, saya,Liu Yen dan Dokter Fanny tinggal di tempat yang sama agar memudahkan kita dalam tugas"


"Oh,dimana Dokter Fanny aku ingin bertemu "


" Siapa nama tuan? "


" Katakan saja Jian Lee ingin bertemu "


" Baiklah tuan"


Namun belum sempat Liyana memanggil, Fanny sudah keluar dari dalam kamarnya dengan menggunakan baju tidur dan riasan natural yang membuat Fanny menjadi cantik.


"Iya sayang, hati - hati di dalam perjalanan jika besok sudah sampai di Negara W kabari aku, I Love You "


Fanny segera mengakhiri panggilan telepon nya dengan Joseph ketika dia kini melihat Jian Lee sudah berada di depan matanya.


" Dokter maaf tuan ini ingin bertemu dengan Dokter "


" Iya, aku akan menemui nya "


Dan pada akhirnya Liyana memilih untuk masuk kembali ke dalam kamar dan kini di dalam ruangan hanya ada Fanny dan Jian Lee saja.


" Siapa tadi yang nona hubungi? "


" Tuan, dilarang keras ikut campur urusan orang lain!! "


" Tapi ketika kita menjadi satu tim di dalam kasus ini aku juga berhak tau nona"


"Tuan Jian Lee yang terhormat ini tidak ada kaitannya dengan kasus penawar racun teratai putih, jadi langsung saja pada pokok permasalahan nya ada apa anda datang kemari malam ini? "


" Ini, Richard meminta aku datang untuk menyerahkan ini kepada mu"


Jian Lee menyerahkan satu berkas kepada Fanny.


Fanny membaca semua berkas - berkas yang telah diberikan oleh Jian Lee.


"Baiklah karena hasil pemeriksaan ini akurat maka aku bisa menerima dan esok hari nona Clarissa bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa, ada lagi tuan Jian Lee terhormat? "


Fanny ingin sekali tamu yang dihadapan ini kembali pulang dengan secepatnya.


" Satu lagi, aku berharap kau bisa menjaga segala kelakuan mu ketika kau sedang dalam misi ini"


"Maksud tuan apa ha? "


Fanny mulai tersulut emosi dengan ucapan dari Jian Lee.


" Ah, jadi kau tersinggung, baiklah aku ulang harap menjaga kelakuan "


" Kau "


Namun belum sempat Fanny berkata - kata Jian Lee sudah meninggalkan ruangan tersebut dan masuk ke dalam mobil.


" Dasar laki-laki gila"


Fanny yang masih marah pada akhirnya masuk kembali ke dalam kamar untuk beristirahat.


Sementara itu kini Jian Lee yang sudah melajukan mobilnya dibuat menjadi tidak tenang dengan dia mendengar ucapan Fanny di telepon.


"Siapa yang dipanggil sayang oleh wanita itu di ponselnya, arrrrrrhhh kenapa aku harus memikirkan apa yang dia perbuat, ayo Jian Lee kau tidak boleh mulai memikirkan dia"


Di dalam mobil nya Jian Lee kini kembali bermain dengan hati dan pikiran nya.


Sementara itu kini Joseph sudah menuju bandara untuk bersiap ke Negara W.


"Tuan Joseph semua keperluan sudah siap"


"Terima kasih Juan"


"Untuk senjata api yang tuan Joseph minta akan kami kirimkan melalui salah satu pengawal menggunakan pesawat jet pribadi "


" Baiklah "


Dan pada akhirnya Joseph masuk ke dalam pesawat penumpang biasa untuk menuju ke Negara W.