
Dean yang menyadari hal tersebut dengan susah payah dan menerobos hujan yang deras segera membawa Liyana masuk ke dalam mobilnya.
"Liyana kenapa kau begitu bodoh"
Dean mengatakan hal tersebut sambil membawa masuk Liyana ke dalam mobil dan pada saat itu juga Dean segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut.
"Aku tidak akan mungkin pulang ke rumah dengan membawa satu orang gadis,Mama dan Papa pasti akan bertanya -tanya banyak hal jika aku membawa Liyana ke rumah, alangkah baiknya aku membawanya ke Apartemen ku saja"
Dean segera memutar arah mobilnya untuk menuju ke apartemen pribadinya,arah yang berlawanan balik dengan arahnya menuju ke Rumahnya.
Dengan kecepatan sedang Dean terus melajukan mobil tersebut sambil sesekali Dean melihat kondisi Liyana.
"Sayang,apakah hubungan ini begitu terasa berat untuk mu sampai kau seperti ini?aku sudah pernah berkata kepadamu jangan kau hadapi sendiri segala sesuatu yang saat ini terjadi dengan mu, belajar lah untuk menceritakan kesedihan dan apapun yang kau alami kepadaku,aku tau mungkin hal ini tidak mudah bagimu,karena kau sudah terlalu lama menjadi seorang wanita yang terlalu mandiri"
"Namun kau sekarang memiliki aku,kau bisa mengandalkan aku"
Dean mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Liyana yang masih pingsan dengan kondisi melajukan kendaraannya, posisi Liyana yang berada di samping Dean membuat Dean dapat tetap menyentuh Liyana meskipun dalam keadaan memegang kemudi mobil.
Tak beberapa lama mobil Dean pun telah sampai ke Apartemen pribadinya,Dean segera membawa Liyana untuk naik ke apartemen pribadinya tersebut.
Dean mulai bingung dengan apa yang harus Dean lakukan,di satu sisi Dean tidak akan mungkin tega untuk melihat Liyana tetap menggunakan pakaian basahnya tersebut sampai pagi,namun disisi yang lainnya Dean juga masih merasa ragu jika dia yang pada akhirnya harus mengantikan pakaian Liyana,lama Dean mondar mandir di dalam kamarnya sampai pada akhirnya Dean membuat suatu keputusan.
"Baiklah,jika memang aku harus melakukan hal ini,sayang maafkan jika aku harus melihat semuanya,namun aku melakukan hal itu karena hanya ingin mengantikan pakaian mu yang basah saja"
Sambil berkata seperti itu Dean mulai membuka lemarinya, mencari baju nya yang agak panjang dan setelah itu Dean mulai membuka pakaian Liyana satu per satu.
Naluri laki -lakinya mulai bangkit ketika perlahan Dean dengan jelas dapat melihat semua lekuk tubuh Liyana.
"Ah tidak -tidak,aku tidak boleh berpikiran seperti itu"
Dengan sangat berusaha Dean mencoba untuk tetap membuka pakaian Liyana satu per satu,dengan sekuat tenaga Dean mencoba menahan setiap hasrat nya karena kini Dean sudah melihat tubuh Liyana tanpa pakaian,namun Dean kembali mengingat tentang senyum gadis yang dia cintai tersebut sehingga pada akhirnya Dean langsung menutup baju Liyana dengan pakaian yang kering dan pada akhirnya Dean selesai mengantikan baju Liyana yang basah,Dean menarik selimut untuk lebih menutupi tubuh Liyana.
"Huft selesai juga"
Dean membanting tubuhnya ke atas kursi di samping tempat tidurnya yang kini sudah dipenuhi sebagian oleh tubuh Liyana.
"Sayang,kau sungguh menggoda,aku hampir-hampir tidak kuat untuk tidak memakan mu malam ini"