
Sementara itu Edward yang saat ini masih berada di kantor segera menghubungi para pengawal yang lokasi nya tidak jauh dari tempat Jian Lee dan juga Fanny.
"Don, coba kau lacak terakhir kali bersama dengan siapakah nona Fanny, malam ini nona Fanny dalam keadaan bahaya, alarm darurat alat pelacak nya menyala"
"Baiklah tuan Edward "
Dan pada akhirnya baik Edward maupun Doni segera melacak identitas seseorang yang terakhir kali bersama dengan Fanny.
Sementara itu kini Richard segera mengarahkan mobil nya ke arah pesisir pantai Negara W
" Dasar kau bodoh sekali Jian Lee, disaat-saat seperti ini kau malah tidur dengan nyenyak sampai - sampai kau tidak mengangkat telepon ku dari tadi"
Richard terus menghubungi Jian Lee dan ponselnya Jian Lee tetap tidak ada yang mengangkat nya.
Sementara itu para pengawal kini sudah tiba di penginapan tempat Jian Lee dan Fanny berada, sebagian pengawal langsung menuju ke ruangan Fanny dan sebagian menuju ke tempat Jian Lee dan mencoba untuk membangunkan Jian Lee, danJian Lee yang mendengarkan suara pintu kamar di ketuk berkali-kali pada akhirnya bangun dari tidur panjangnya.
"Ada apa kalian datang kemari"
"Tuan, kami diperintahkan oleh tuan Edward untuk segera membangunkan anda "
" Ya, terus ada apa? "
" Alarm darurat tanda pelacak nona Fanny berbunyi, saat ini nona Fanny dalam keadaan bahaya "
Dan Jian Lee yang baru setengah tersadar dari rasa kantuk, kini matanya menatap tajam ke arah semua pengawal.
" Dimana nona Fanny berada saat ini? "
" Disini"
"Iya disini dimana? "
"Ayo kita berangkat"
Jian Lee langsung saja mengajak semua pengawal untuk menuju tempat Fanny.
"Tunggu, pinjamkan aku pistol mu, aku tidak membawa pistol ku ke tempat ini"
Dan pada akhirnya dalam keadaan yang terburu - buru dan masih dengan baju tidurnya yang lengkap dan tanpa pistol Jian Lee segera menuju ke tempat Fanny berada.
Sesampainya di sana Jian Lee sudah melihat baku tembak para pengawal Joseph dan pengawal Chandradinata,area penginapan yang luas dan jauh darimanapun membuat baku tembak ini sukses tidak menyedot perhatian warga sipil.
"Tuan Jian Lee, kamar ini masih dijaga ketat dan nona Fanny di dalam bersama seorang laki-laki"
"Baiklah kalian semua alihkan perhatian mereka, aku dan dua orang dari kalian akan mencoba masuk ke dalam kamar ini"
"Baiklah tuan Jian Lee"
Dan langsung saja Jian Lee mencoba masuk ke dalam kamar Joseph, beberapa kali Jian Lee harus menembak para pengawal Joseph yang kini mulai memberikan serangan kepada Jian Lee,baku tembak terus terjadi di sana.
Sementara itu di kantor pada akhirnya Doni berhasil melacak seseorang yang terakhir kali bersama dengan Fanny.
"Tuan Edward, keterangan dari pengawal mengatakan bahwa nona Fanny akan pergi bersama dengan kekasih nya dan minta diturunkan di restoran pusat kota, berikut foto dari kekasih nona Fanny yang berhasil terekam oleh CCTV restoran tersebut.
"Jadi siapa orang ini sebenarnya Don"
"Nama dari laki-laki tersebut adalah Joseph, dan dia adalah putra tunggal tuan Jason pimpinan tertinggi organisasi mafia terbesar di dunia"
Edward begitu kaget dengan semua informasi yang dia terima pada malam hari ini, ingin sekali Edward banyak bertanya dengan Doni, namun waktu tidak memungkinkan hal itu terjadi
Seketika Edward langsung kembali menghubungi Richard atas semua informasi yang sudah dia dapatkan saat ini.